China Klaim Obat Tradisional Bantu Kesembuhan 95 Persen Pasien Hubei

Rendy Adrikni Sadikin

Senin, 27 April 2020 | 15:55 WIB
China Klaim Obat Tradisional Bantu Kesembuhan 95 Persen Pasien Hubei
Staf medis memindahkan pasien di rumah sakait Jinyintan, tempat para penderita pneumonia yang disebabkan virus korona jenis baru dirawat, di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 20/1/2020. (ANTARA/REUTERS/Darley Shen)

Suara.com - Setidaknya 95 persen pasien Corona alias Covid-19 yang dirawat menggunakan obat tradisional China di Provinsi Hubei sembuh, klaim Kepala Dokter dan Wakil Presiden Rumah Sakit Obat Tradisional China Provinsi Guangdong, Dokter Li Jun.

Dokter Li Jun, yang memimpin tujuh dokter lain dari China dalam misi berbagi pengalaman memerangi corona di Malaysia, mengatakan metode pengobatan tradisional China juga digunakan untuk mengekang penyebaran corona di wilayah tersebut.

Dalam mengobati pasien corona di China, dia mengatakan terus meninjau efektivitas berbagai obat, termasuk vaksin untuk mengobati Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada 2003 dan sindroma koronavirus sindrom Timur Tengah (MERS- CoV) pada tahun 2012.

“Kami awalnya berharap obat ini menjadi efektif sebagai hasil dari wabah SARS dan Mers-Cov, tetapi ketika digunakan untuk COVID-19, mereka menunjukkan efek buruk pada beberapa pasien," ujar dia seperti disadur Suara.com dari kantor berita Malaysia, Bernama, Senin (27/4/2020).

“Meski masih belum ada vaksin untuk COVID-19, untuk saat ini pengobatan tradisional China banyak digunakan untuk mengobati gejala seperti demam, batuk dan gangguan pencernaan untuk pasien di China," ujar Dokter Li Jun

"Ini juga dapat mengurangi penggunaan mesin pernapasan karena obat tradisional telah terbukti meningkatkan sistem pernapasan dan pencernaan pasien COVID-19 kronis," katanya saat wawancara khusus langsung oleh Sin Chew Daily Pocket Times.

Hadir juga kepala dokter asosiasi dari Unit Perawatan Intensif (ICU) di Rumah Sakit Rakyat Provinsi Guangdong Dr Wen Miaoyun dan kepala teknisi asosiasi di Virologi dan wakil direktur Kantor Studi Umum Institut Kesehatan Masyarakat Provinsi Guangdong, Dr Sun Jiufeng.

Dr Li mengatakan pengalaman tentang keefektifan pengobatan tradisional China dalam mengobati pasien COVID-19 juga menarik perhatian Kementerian Kesehatan dalam upaya mengekang epidemi di Malaysia.

"Tetapi pengalaman dan cara kita melakukannya di China hanya panduan untuk negara lain dan implementasinya perlu dipandu oleh keadaan dan kebutuhan negara itu sendiri," kata dia.

baca juga

Dia mengatakan berdasarkan pengamatan tim sejak Sabtu, mereka menemukan pemerintah Malaysia telah mengambil tindakan pencegahan yang tepat dan efektif.

“Kami telah berdialog dengan Kementerian Kesehatan, rumah sakit, pusat penelitian dan beberapa departemen kesehatan dan menemukan bahwa Malaysia telah berhasil mengendalikan wabah tersebut karena dalam beberapa hari terakhir telah menunjukkan penurunan signifikan dalam kasus positif."

"Tetapi untuk mencegah wabah atau kekambuhan lagi, orang perlu bekerja sama dengan pemerintah dalam meningkatkan pemeriksaan kesehatan, mempercepat proses karantina dan perawatan selain mempraktikkan kebiasaan kebersihan pribadi yang baik dan menjaga jarak sosial," katanya.

Dokter Li mengatakan kekinian, China memiliki tiga tim yang sedang menguji vaksin dan telah memasuki tahap kedua uji klinis. “Untuk menghasilkan vaksin, biasanya dibutuhkan setidaknya dua tahun, tetapi Cina berusaha keras untuk mempercepat kemajuan penelitian vaksin."

"Vaksin perlu diproduksi sesegera mungkin karena ini adalah suatu keharusan yang tidak dapat ditunda karena virus ini menyebar dengan cepat di banyak negara di dunia," katanya.

Tim medis China yang terdiri dari delapan spesialis dari Komisi Kesehatan Nasional China di Guangdong tiba di Malaysia pada Sabtu dan akan berada di negara itu selama dua minggu untuk berbagi pengalaman dan keahlian dalam perjuangan melawan COVID-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT LIB Serahkan Nasib Kelanjutan Kompetisi ke PSSI

PT LIB Serahkan Nasib Kelanjutan Kompetisi ke PSSI

Bola | Senin, 27 April 2020 | 15:45 WIB

Gadis Pingsan di Jalanan Dikira Kena Corona, Ternyata Baru Diputusin Pacar

Gadis Pingsan di Jalanan Dikira Kena Corona, Ternyata Baru Diputusin Pacar

News | Senin, 27 April 2020 | 15:48 WIB

Perawat dan Keluarganya Isolasi Diri Usai Gadis PDP Corona Meninggal

Perawat dan Keluarganya Isolasi Diri Usai Gadis PDP Corona Meninggal

Banten | Senin, 27 April 2020 | 15:42 WIB

13 Hari Penerapan PSBB di Bogor, 1.113 Pengendara Langgar Aturan

13 Hari Penerapan PSBB di Bogor, 1.113 Pengendara Langgar Aturan

Jabar | Senin, 27 April 2020 | 15:40 WIB

Berpelindung Lengkap, Para Pemburu Virus Mendeteksi Pandemi Selanjutnya

Berpelindung Lengkap, Para Pemburu Virus Mendeteksi Pandemi Selanjutnya

Health | Senin, 27 April 2020 | 15:53 WIB

543 Perusahaan di DKI Jakarta Langgar PSBB, 76 Sudah Disegel

543 Perusahaan di DKI Jakarta Langgar PSBB, 76 Sudah Disegel

News | Senin, 27 April 2020 | 15:26 WIB

33 WNI Positif Covid-19 di New York, 10 Orang di Antaranya Meninggal Dunia

33 WNI Positif Covid-19 di New York, 10 Orang di Antaranya Meninggal Dunia

News | Senin, 27 April 2020 | 15:23 WIB

Gara-gara Numpang Mandi di Rumah Tetangga, Bocah 9 Tahun Positif Corona

Gara-gara Numpang Mandi di Rumah Tetangga, Bocah 9 Tahun Positif Corona

News | Senin, 27 April 2020 | 15:31 WIB

Berlaga di Tengah Pandemi Covid-19, Petinju Nikaragua Pakai Masker

Berlaga di Tengah Pandemi Covid-19, Petinju Nikaragua Pakai Masker

News | Senin, 27 April 2020 | 15:32 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Senin, 27 April 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Senin, 27 April 2020

Video | Senin, 27 April 2020 | 15:48 WIB

Terkini

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 07:38 WIB

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:37 WIB

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

4 Shio Beruntung Dapat Bayaran Tambahan Minggu Ini, Ada Rezeki Tak Terduga?

4 Shio Beruntung Dapat Bayaran Tambahan Minggu Ini, Ada Rezeki Tak Terduga?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal

Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

Video | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis

69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis

News | Senin, 14 September 2026 | 07:08 WIB

BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga

BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 07:07 WIB

Belajar dari Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, IABI Ingatkan Risiko Arus dan Cuaca di Laut

Belajar dari Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, IABI Ingatkan Risiko Arus dan Cuaca di Laut

News | Senin, 14 September 2026 | 07:00 WIB

Posko Kesehatan Pelabuhan Trisakti Tangani Korban Virgo Transport 8

Posko Kesehatan Pelabuhan Trisakti Tangani Korban Virgo Transport 8

Foto | Senin, 14 September 2026 | 07:00 WIB

×