alexametrics

Marak PHK karena PSBB, Anies: Pekerjaan Bisa Dicari Gantinya, Nyawa Tidak

Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih
Marak PHK karena PSBB, Anies: Pekerjaan Bisa Dicari Gantinya, Nyawa Tidak
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala BNPB Doni Monardo (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pertemuan itu membahas langkah-langkan percepatan penanganan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta. [ANTARA FOTO/Dewanto Samodro]

Anies meminta agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mempercepat penanganan virus Corona Covid-19 memiliki dampak ekonomi yang besar.

Bahkan banyak orang yang terpaksa harus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kendati demikian, Anies meminta agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Terkait, banyaknya PHK, Anies menyatakan bisa diganti setelah situasi kondusif.

Baca Juga: Menkes Setujui PSBB Jabar, Mulai Dilaksanakan 6 Mei

"Kita menyaksikan akibat pembatasan itu begitu banyak orang yang kesulitan secara ekonomi. Pekerjaan yang hilang Insya Allah nanti bisa kita cari gantinya," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Meski pekerjaan bisa diganti, ia menyatakan nyawa tidak bisa.

Jika masyarakat tetap memaksa bekerja seperti biasa di tempat kerja atau di luar rumah, maka penularan Corona bisa terjadi dan berujung pada kemungkinan kematian.

"Tapi bila terjadi penularan, harus dirawat di rumah sakit, bahkan sebagian meninggal. Belum ada subsidi yang bisa menggantikan," tuturnya.

Karena itu, ia meminta agar masyarakat tetap berada di rumah.

Baca Juga: Bejat! Sudah Hamili Siswi SMP, Sugianto Minta Kandungan Digugurkan

Jika memang terdampak secara ekonomi, ia akan membantu dengan bantuan sosial agar tak perlu ke luar rumah dan bekerja seperti biasa.

Komentar