Upaya Putus Rantai Covid-19, Kemnaker Tunda Kedatangan TKA China ke Sulteng

Fabiola Febrinastri
Upaya Putus Rantai Covid-19, Kemnaker Tunda Kedatangan TKA China ke Sulteng
Kepala Biro Humas Kemnaker, R. Soes Hindharno. (Dok : Kemnaker)

Kemnaker telah memerintahkan PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.

Suara.com - Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memutuskan menunda rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) China ke Konawe, Sulawesi Tenggara (Sulteng). Penundaan dilakukan sampai kondisi normal dan dinyatakan aman.

Hal ini dikemukakan Kepala Biro Humas Kemnaker, R. Soes Hindharno.

“Kita putuskan untuk menunda rencana kedatangan 500 TKA, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19. Selanjutnya, kita akan terus berkoordinasi dengan gubernur dan ketua DPRD provinsi terkait hal tersebut,” katanya, di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Ia mengatakan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah telah menginstruksikan Plt Dirjen Binapenta, Aris Wahyudi untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat terkait merebaknya polemik rencana kedatangan TKA China.

Soes menjelaskan, Kemnaker telah memerintahkan PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel, yang berencana mendatangkan 500 TKA asal China ke Konawe, Sulteng, untuk menunda rencana kedatangannya.

Pemerintah berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir, sehingga situasi ekonomi dapat segera pulih dan kesempatan kerja semakin terbuka.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS