DPR Minta Pemerintah Investigasi ABK yang Meninggal di Kapal China

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 07 Mei 2020 | 14:07 WIB
DPR Minta Pemerintah Investigasi ABK yang Meninggal di Kapal China
Jasad salah satu abk wni di kapal longxing. [Istimewa]

Suara.com - Tiga Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di Kapal Longxing 629 China meninggal dan jasadnya dilarung ke laut lepas.

Terkait itu, Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah melakukan investigasi terhadap penyebab dari meninggalnya tiga ABK tersebut.

Sukamta melihat adanya kemungkinan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) atas meninggal 3 ABK yang dilakukan oleh pihak kapal. Selain itu, meskipun KBRI di Beijing telah menjelaskan kalau proses pembuangan jasad di laut itu sudah sesuai standar praktik kelautan internasional, namun menurutnya pemerintah harus tetap melakukan investigasi.

"Pemerintah harus melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap masalah ini," kata Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5/2020).

Bukan hanya soal penyebab tiga ABK yang meninggal dunia, Sukamta juga menyoroti 14 ABK lainnya yang kini diungsikan di Busan, Korea Selatan. Menurutnya ada unsur eksploitasi yang dilakukan pihak kapal.

Seharusnya pemerintah Indonesia bisa memastikan dan memberikan perlindungan bagi WNI dimanapun berada.

Sukamta menuturkan, investigasi yang dilakukan pemerintah bisa melibatkan interpol untuk menguak kejadian yang sesungguhnya dialami oleh ABK. Kalau misalkan diketahui ada pelanggaran HAM, maka Indonesia bisa melayangkan protes ke Pemerintah China.

"Dan melakukan tuntutan hukum terhadap perusahan kapal tersebut," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, cerita miris datang dari dunia pekerja kapal asal Indonesia. Empat dari 18 Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di Kapal Longxing 629 China meninggal dunia dan tiga jasad di antaranya terpaksa dibuang ke laut lepas.

baca juga

Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Korea Selatan Ari Purboyo mengungkapkan, mereka meninggal dunia dalam kondisi tubuh yang bengkak.

Tiga ABK tersebut, yakni Al Fattah yang meninggal dunia pada September 2019 karena sakit, Sefri asal Palembang dengan penyebab yang sama, kemudian Ari yang meninggal dunia pada Februari 2020.

"Tiga orang ini yang dibuang di laut," kata Ari saat dihubungi Suara.com, Selasa (5/5/2020).

Sedangkan, satu ABK lainnya yakni Effendi Pasaribu sempat dilarikan ke rumah sakit di Korea Selatan namun nyawanya tidak dapat tertolong. Dari hasil forensik yang dilakukan, penyebab Effendi meninggal dunia karena pneumonia atau radang paru-paru.

Banyak faktor yang menjadi indikasi penyebab keempat WNI tersebut meninggal dunia dengan kondisi tubuh membengkak. Ari menyebut ada faktor kekerasan yang dialami, akan tetapi menurutnya faktor tersebut bukan menjadi unsur terbesar dari penyebab meninggal dunia.

Faktor lainnya juga bisa dari makanan atau minuman yang ABK tersebut konsumsi setiap harinya. Ari menyebutkan, jika ABK asal Indonesia mendapatkan perlakukan berbeda untuk makanan dan minuman dengan ABK asal China.

"Itu minum mungkin bisa dilihat dari peristiwanya kan badannya membengkak ya. Itu kemungkinan besar mereka meminum air laut yang disuling," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal China Buang Jasad ABK WNI ke Laut, Kemenhub Buka Suara

Kapal China Buang Jasad ABK WNI ke Laut, Kemenhub Buka Suara

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2020 | 13:12 WIB

KBRI Seoul Berupaya Pulangkan Satu Jenazah ABK WNI Kapal China

KBRI Seoul Berupaya Pulangkan Satu Jenazah ABK WNI Kapal China

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 12:33 WIB

Menteri KKP Berjanji Usut Dugaan Eksploitasi ABK WNI di Kapal China

Menteri KKP Berjanji Usut Dugaan Eksploitasi ABK WNI di Kapal China

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 11:56 WIB

Jasad WNI ABK Dibuang ke Laut, Fadli Zon: Harus Diusut dan Diinvestigasi

Jasad WNI ABK Dibuang ke Laut, Fadli Zon: Harus Diusut dan Diinvestigasi

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 12:10 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×