Menristek Targetkan Produksi 100 Ribu Rapid Test Tiap Bulan

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Senin, 11 Mei 2020 | 14:49 WIB
Menristek Targetkan Produksi 100 Ribu Rapid Test Tiap Bulan
Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. [Putu Ayu Palupi / Kontributor]

Suara.com - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyatakan tes PCR kit dan Rapid Test sudah dalam tahap uji validasi dan registrasi di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Untuk selanjutnya, Rapid Test ditargetkan bisa diproduksi sebanyak 50 ribu hingga 100 ribu unit tiap bulan.

"Sehingga ditargetkan akhir bulan ini untuk rapid test bisa diproduksi 50 ribu-100 ribu unit. kapasitas industri dari rapid test kit ini bisa mencapai 100 ribu unit per bulan. Jadi diharapkan bisa memenuhi kebutuhan untuk tes yang bersifat masif," ujar Bambang usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Jokowi melalui video conference, Senin (11/5/2020).

Bambang menuturkan ada tiga jenis lagi Rapid Test yang sedang dikembangkan. Namun, kata dia, ketiga jenis tersebut masih membutuhkan waktu selama satu hingga dua bulan mendatang.

"Selain rapid test yang sudah dalam tahap validasi, sebenarnya ada tiga lagi jenis rapid test yang sedang dikembangkan, tapi mungkin masih butuh waktu 1-2 bulan ke depan," kata dia.

Bambang mengemukakan, tes PCR kit yang saat sedang dalam tahap validasi dan registrasi akan diproduksi sebanyak 50 ribu unit.

"Nantinya akhir bulan ini diharapkan bisa diproduksi sampai 50 ribu unit juga. Tentunya ini akan membantu upaya kita untuk lakukan test PCR secara masif sesuai target Bapak Presiden mencapai 10 ribu tes per hari," ucap Bambang.

Kemudian, kata Bambang, sudah ada empat prototype ventilator yang selesai pengujian alatnya oleh Kemenkes dan menjalani uji klinis. Bahkan, kata dia, satu di antara empat ventilator yang berasal dari ITB, sudah selesai tahap uji klinis dan diharapkan bisa segera masuk fase produksi.

"Sedangkan yang lain dari UI dari BPPT maupun dari PT Dharma Swasta itu masih akan menyelesaikan uji klinis dalam hari-hari ini. Sehingga, kemungkinan minggu depan produksi dalam jumlah besar sudah bisa dilakukan. Kapasitas produksi kira-kira itu 100 unit ventilator per pabrik per minggu. Jadi diharapkan ini bisa mengejar kebutuhan ventilator kita yang memang masih cukup besar di berbagai tempat di Indonesia," ucap dia.

Tak hanya itu, mengenai mobile laboratorium biosafety level (BSL), sudah diselesaikan oleh BPPT.
Laboratorium itu, kata dia, ditargetkan beroperasi pada 20 Mei 2020 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

"Kami juga laporkan bahwa mobile laboratorium BSL 2 saat ini sedang diselesaikan oleh BPPT dan targetnya 20 Mei nanti sudah bisa dioperasikan di RS Wisma Atlet dan tentu ini bisa membantu upaya percepatan pemeriksaan dari sampel dengan kapasitas bisa sampai 250 sampel per hari," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi, Penumpang KRL di Bojonggede Positif Virus Corona, Kerja di Jakarta

Lagi, Penumpang KRL di Bojonggede Positif Virus Corona, Kerja di Jakarta

Jabar | Senin, 11 Mei 2020 | 13:36 WIB

Per 10 Mei, 87.014 Orang Rapid Test di Jakarta, 4 Persen Positif Corona

Per 10 Mei, 87.014 Orang Rapid Test di Jakarta, 4 Persen Positif Corona

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 17:50 WIB

Cegah Corona, Jamaah di Rapid Test Usai Shalat Tarawih

Cegah Corona, Jamaah di Rapid Test Usai Shalat Tarawih

Foto | Sabtu, 09 Mei 2020 | 08:35 WIB

Sekeluarga Jalani Rapid Tes setelah Bayi PDP Virus Corona Meninggal

Sekeluarga Jalani Rapid Tes setelah Bayi PDP Virus Corona Meninggal

Jatim | Kamis, 07 Mei 2020 | 12:28 WIB

Nekat Masih Sholat Tarawih, 6 Jemaah Positif Corona di Sidoarjo

Nekat Masih Sholat Tarawih, 6 Jemaah Positif Corona di Sidoarjo

Jatim | Kamis, 07 Mei 2020 | 10:56 WIB

Terkini

Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe

Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:18 WIB

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:16 WIB

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:10 WIB

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:51 WIB

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:42 WIB

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:39 WIB

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB