Pemakaman Rahasia, Solusi Bentrok Budaya dan Aturan di Tengah Pandemi

Syaiful Rachman

Senin, 11 Mei 2020 | 22:44 WIB
Pemakaman Rahasia, Solusi Bentrok Budaya dan Aturan di Tengah Pandemi
Pelayat menghadiri sebuah prosesi pemakaman di Afrika. [BBC]

Bagi kebanyakan orang Afrika Selatan berkulit hitam, pemakaman menggabungkan unsur-unsur tradisional Afrika dan Kristen.

Ketika sebuah keluarga berduka, orang-orang rela melakukan perjalanan jauh untuk menghadiri pemakaman dan berbagai ritual lain pada hari-hari menjelang pemakaman.

Kegiatan ini termasuk mengunjungi kerabat berulang kali di rumah mereka untuk memberikan penghormatan dan untuk membantu segala persiapan.

Mereka juga biasanya menyembelih ternak lalu dimasak untuk menjamu dan mengantisipasi kedatangan para pelayat, mereka juga perlu menggali kuburan, terkadang menggunakan sekop secara bergantian.

Mereka yang menghadiri berbagai upacara pemakaman itu belum tentu dikenal akrab oleh keluarga yang ditinggalkan.

Para pelayat itu bisa dari gereja setempat, perkumpulan orang-orang yang sering menghadiri pemakaman, atau hanya orang-orang yang lewat mendengar kabar duka dan ingin menyampaikan duka cita.

Semua orang dipersilakan untuk menghadiri pemakaman.

Lingkaran penularan virus

Pada hari pemakaman, ratusan orang berkumpul untuk menghadiri kebaktian, mereka duduk berdekatan.

baca juga

Saat prosesi selesai digelar, semua anggota masyarakat membentuk rantai manusia untuk memberikan makanan kepada ratusan orang yang datang untuk bersimpati. Lalu para tamu pun akan bersantap bersama, sekali lagi ini dilakukan dalam jarak dekat.

"Ini menjadi lingkaran penularan virus," tutur Fikeni memperingatkan.

Sebagai upaya untuk menemukan alternatif dan cara yang lebih aman untuk memakamkan anggota keluarga, pimpinan desa AmaMpondomise, Raja Zwelozuko Matiwane mengeluarkan larangan semua layanan pemakaman di kerajaannya dengan tujuan memperkenalkan kembali praktik kuno ukuqhusheka, atau penguburan rahasia.

Juru bicaranya, Nkosi Bhakhanyisela Ranuga, mengatakan keputusan itu dibuat setelah berkonsultasi dengan para pemimpin tradisional setempat.

"Kami berusaha melindungi rakyat kami dalam pandemi ini."

"Ketika mengikuti kebiasaan ini (ukuqhusheka), ini berarti orang-orang dipanggil untuk mengubur baik pada hari yang sama atau hari berikutnya dan hanya dengan mereka yang hadir pada saat lewat," katanya kepada BBC.

Upacara penyucian

Kerajaan AmaMpondomise membentang di empat kota, Qumbu, Tsolo, Ugie dan Maclear, dan desa-desa di sekitarnya.

"Dengan dihidupkannya kembali praktik kuno ini, ini berarti hanya anggota keluarga dekat yang bisa menguburkan seseorang. Setelah upacara pemakaman, keluarga masih dapat mengadakan upacara penyucian secara tertutup saat mereka kembali dari dari pemakaman," jelas Ranuga .

Upacara ini dilakukan melalui persembahan ritual untuk menyucikan keluarga dari "awan kematian yang gelap".

Mereka biasanya menggelar acara ini secara tertutup hanya dengan kerabat dekat.

Selain mengurangi risiko penyebaran virus corona, beberapa kalangan mendukung dihidupkannya kembali ritual ukuqhusheka karena biaya yang dikeluarkan, khususnya saat ini kondisi keuangan yang sulit.

"Banyak keluarga yang berhutang dalam jumlah yang tak sedikit untuk membayar pemakaman saat ini," kata Nosebenzile Ntlantsana, seorang pemimpin komunitas.

"Sebagai pemimpin tradisional, kita seringkali harus turun tangan dalam menyelesaikan perselisihan antar keluarga dan penyedia layanan ketika keluarga tidak mampu membayar. Sangat menyedihkan melihat betapa banyak tekanan yang ada untuk mengadakan pemakaman besar akhir-akhir ini - mungkin praktik ini akan membantu keluarga terutama dalam komunitas kami," katanya.

Ritual perkabungan telah berubah dari yang awalnya digelar sepanjang hari kini dipersingkat menjadi satu jam saja dengan jumlah pelayat yang masuk ke dalam rumah sebanyak 50 orang, lantas menyusut menjadi 25 orang saat ke pemakaman.

Ritual membantu saya mengatasi rasa kehilangan

Tetapi ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan dalam proses pemakaman singkat yang ingin dihidupkan kembali oleh raja, termasuk peluang untuk mengungkap perasaan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Banyak keluarga berbagi dengan kami soal beberapa tantangan yang mereka hadapi diantaranya mereka tidak bisa berduka seperti biasanya di waktu-waktu seperti sekarang ini," kata Siyabulela Jordan, pemilik perusahaan Pemakaman Sinoxolo yang berbasis di Eastern Cape.

"Semua kejayaan khas Afrika dalam urusan pemakaman dibayangi oleh peraturan, yang menjadikan seluruh prosesi pemakaman berubah. Mereka juga tidak bisa melakukan kontak fisik seperti halnya merangkul atau memeluk anggota keluarga karena faktor jaga jarak seperti yang diterapkan saat ini."

Delapan bulan yang lalu, saya kehilangan ibu mertua, seorang perempuan yang sangat saya cintai dan hormati.

Kami merasa sangat berduka, namun banyak orang yang memberi dukungan, bahkan dari orang-orang yang mengenalnya saat dia menjadi petugas medis di usia 30 an. Mereka mendengar berita kematiannya dan harus datang untuk menghibur anak-anaknya.

Dan setiap hari, tenggelam dalam persiapan dan sejumlah pelayat yang keluar masuk rumah, ritual rumit menjadi semacam upaya untuk menerima kenyataan.

'Perlu konseling' setelah pemakaman terbatas

Fikeni mengatakan bahwa bagian penting dari proses berduka ini perlu diperhitungkan dalam pengaturan baru.

"Mungkin dibutuhkan konseling bagi mereka yang terpaksa mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang mereka cintai dengan cara seperti ini."

Namun kebutuhan untuk menemukan cara baru melakukan pemakaman bukan hanya masalah di pedesaan.

Di kawasan perkotaan yang area pemakamannya lebih terbatas, pihak berwenang juga khawatir dengan adanya kemungkinan dilakukannya kuburan massal.

Semua perubahan ini merujuk pada satu hal - bahwa tradisi kaya yang terkait dengan aspek kehidupan dan kematian di Afrika Selatan sudah tidak dilakukan lagi pada saat ini.

Tradisi yang menekankan kebersamaan, satu hal yang saat ini dihindari untuk mencegah penyebaran virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Penyebab Kematian Jayden Adams Masih Gelap, Benarkah Gegara Tenggak Cairan Ini?

Penyebab Kematian Jayden Adams Masih Gelap, Benarkah Gegara Tenggak Cairan Ini?

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 00:59 WIB

Misteri Kematian Jayden Adams, Keluarga Tunggu Hasil Otopsi, Sang Istri Ungkap Fakta Ini

Misteri Kematian Jayden Adams, Keluarga Tunggu Hasil Otopsi, Sang Istri Ungkap Fakta Ini

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 08:12 WIB

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:05 WIB

Siapa Jayden Adams? Ditemukan Tewas Misterius Usai Main di Piala Dunia 2026

Siapa Jayden Adams? Ditemukan Tewas Misterius Usai Main di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 08:41 WIB

Kronologis Pemain Afsel Jayden Adams Ditemukan Tak Bernyawa Usai Main di Piala Dunia 2026

Kronologis Pemain Afsel Jayden Adams Ditemukan Tak Bernyawa Usai Main di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 08:20 WIB

Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius

Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01 WIB

Afrika Selatan Gagal, Kanada Lolos 16 Besar Siap Lawan Belanda atau Maroko?

Afrika Selatan Gagal, Kanada Lolos 16 Besar Siap Lawan Belanda atau Maroko?

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 20:50 WIB

Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!

Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 07:26 WIB

Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada

Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 07:06 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×