alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Benarkah Bansos Pemerintah Hanya 1 Liter Beras dan 2 Mie Instan?

Dany Garjito | Farah Nabilla
CEK FAKTA: Benarkah Bansos Pemerintah Hanya 1 Liter Beras dan 2 Mie Instan?
Video ibu-ibu mengeluhkan bantuan 1 liter beras dan 2 mie instan. (Turnbackhoax.id)

Seorang ibu mengeluhkan bantuan tersebut melalui sebuah video yang viral di media sosial.

Suara.com - Beredar di media sosial video seorang ibu yang mengeluhkan bantuan yang diterima dari pemerintah hanya berupa satu liter beras, dua bungkus mie instan, dan sebutir telur.

Video ini salah satunya diunggah sebuah akun Facebook Tengok VIDEO dengan narasi:

"VIRAL Ibu ini cuma dapat bantuan beras 1 liter dan mie instan 2 bungkus. mending dapat daripada tidak dapat apa2 cuma dapat janji doang." 

Sementara dalam video tersebut, seorang ibu mengatakan,

Baca Juga: Bupati Wonogiri Kritik Kebijakan Menhub: Pelonggaran Transportasi Lucu

"Berarti ini yang dikasih selama 3 bulan. Mie dua, beras seliter, terus telur sebutir. Kalau ini masak besok saya sakit karena besok saya enggak makan karena cuma ini yang dikasih.

Sementara di sini warganya banyak yang dikasih empat orang. Nunggu sekian lama empat bulan.

Pak Gubernur bilang setiap KK wajib mendapatkan beras 10 liter mau pengontrak maupun pendatang. Saya pengontrak di sini.

Ini kampungnya kampung Gang Cibone RT 2 RW 7 Cimone Jaya Rajawali Tangerang Kota. Ini dapatnya beras satu liter indomi dua.

Kalau hari ini saya masak sakit saya karena besok enggak bisa makan. Apa saya bikin bubur? Sehari?

Baca Juga: Ikuti Doa Kebangsaan, Jokowi: Kita Tidak Boleh Pesimis dan Putus Asa

Mudik enggak boleh, saya enggak kerja suami saya enggak kerja. Bagimana pak?

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar