PBB: Krisis Kesehatan Mental Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 14 Mei 2020 | 14:31 WIB
PBB: Krisis Kesehatan Mental Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Shutterstock)

Suara.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memberikan sebuah peringatan tentang krisis lain yang terjadi di tengah pandemi Covid-19. PBB mengatakan krisis kesehatan mental cenderung meningkat akibat adanya pandemi virus corona.

Menyadur Reuters, pakar kesehatan PBB mengatakan sebuah krisis kesehatan mental naik ketika jutaan orang di seluruh dunia dikelilingi oleh kematian, penyakit, dan dipaksa untuk terisolasi, oleh pandemi Covid-19.

"Isolasi, ketakutan, ketidakpastian, kekacauan ekonomi, itu semua menyebabkan atau dapat menyebabkan tekanan psikologis," kata Devora Kestel, direktur departemen kesehatan mental Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dikutip dari Reuters.

Dalam pemaparan laporan PBB dan Pedoman Kebijakan tentang Covid-19 dan kesehatan mental, Devora Kestel mengatakan peningkatan jumlah dan tingkat keparahan penyakit mental mungkin terjadi, dan pemerintah harus menempatkan isu tersebut di "depan dan tengah" dari respons mereka.

"Kesehatan mental dan kesejahteraan seluruh masyarakat sangat dipengaruhi oleh krisis ini dan merupakan prioritas yang harus segera diatasi," katanya kepada wartawan dalam sebuah konferensi.

Ilustrasi depresi
Ilustrasi depresi.[Shutterstock]

Laporan tersebut menyoroti beberapa wilayah dan bagian masyarakat yang rentan terhadap tekanan mental. Mereka adalah anak-anak yang terisolasi dari sekolah dan petugas kesehatan yang melihat ribuan pasien terinfeksi dan meninggal akibat virus corona.

Para psikolog mengatakan anak-anak cemas dan peningkatan kasus depresi dan kecemasan telah ditemukan di beberapa negara. Kekerasan dalam rumah tangga juga meningkat, dan petugas kesehatan melaporkan peningkatan kebutuhan akan dukungan psikologis.

Menurut laporan Reuters dari wawancara dengan dokter dan perawat di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka atau kolega mereka mengalami panik, kecemasan, kesedihan, mati rasa, cepat marah, susah tidur, dan mimpi buruk.

Di luar sektor kesehatan, laporan WHO mengatakan banyak orang yang tertekan oleh dampak kesehatan dan konsekuensi dari isolasi, sementara yang lain takut akan infeksi dan kehilangan anggota keluarga.

baca juga

Jutaan orang lainnya menghadapi ekonomi yang kacau, kehilangan pendapatan dan mata pencaharian mereka. Dan sering salah informasi tentang pandemi dan ketidakpastian mendalam tentang berapa lama ini akan bertahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pentingnya Seimbangkan Produktivitas dan Kesehatan Mental Selama WFH

Pentingnya Seimbangkan Produktivitas dan Kesehatan Mental Selama WFH

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:00 WIB

Bisa Disebabkan Isolasi, Psikosis Disebut Tingkatkan Risiko Covid-19

Bisa Disebabkan Isolasi, Psikosis Disebut Tingkatkan Risiko Covid-19

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:44 WIB

Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil Listrik di Eropa Meningkat

Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil Listrik di Eropa Meningkat

Otomotif | Kamis, 14 Mei 2020 | 11:05 WIB

Terkini

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:03 WIB

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:58 WIB

×