Soal Mafia di Pemerintahan, Arief Poyuono: Merugikan Negara Siap-Siap Dibui

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Jum'at, 15 Mei 2020 | 10:29 WIB
Soal Mafia di Pemerintahan, Arief Poyuono: Merugikan Negara Siap-Siap Dibui
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. (Antara)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono merespon pernyataan Din Syamsudin ihwal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikelilingi orang-orang memiliki niat buruk. Menurut Arief, justru Jokowi dikelilingi orang baik dan pintar.

Hanya saja, lanjut Arief, pihak-pihak yang kini mengelilingi Jokowi tidak bisa menangkap keinginan orang nomor satu di Indonesia tersebut dalam membuat program untuk rakyat.

"Bukan pihak pihak yang buruk, tapi dikelilingi orang orang yang yang baik-baik dan pintar, namun tidak bisa kompak dan tidak bisa menangkap keinginan-keinginan dan program program Joko Widodo yang sebenar tujuannya baik bagi masyarakat," kata Arief dihubungi Suara.com, Jumat (15/5/2020).

Selanjutnya, Arief menanggapi pernyataan Din mengenai Jokowi yang sempat meminta bantuan dalam mengatasi keberadaan mafia. Menurutnya, setiap era kepemimpinan kepala negara memang tidak terlepas dari kelompok mafia yang ingin memanfaatkan kekuasaan.

"Mafia? Mafia apa ya? Di manapun yang namanya presiden, pasti ada kelompok-kelompok atau grup orang-orang yang diuntungkan secara ekonomi dan bisnis di lingkaran kekuasaannya dengan memanfaatkan kekuasaan di pemerintah dalam bentuk regulasi dan peraturan yang menguntungkan kelompok tersebut. Jadi saya kira wajar-wajar saja ya," ujar Arief.

Ia kemudian menyebutkan, mafia yang bisa saja berada di sejumlah sektor, semisal pengusaha importir seperti importir alutsista, pangan, beras, gula dan migas.

"Pasti lah yang dekat kekuasaan yang menikmati hasilnya. Tapi sepanjang tidak merugikan negara dan masyarakat sah-sah aja. Sekalipun menteri-menteri dan orang dekatnya yang punya usaha di atas. Tapi, kalau merugikan negara ya tinggal tunggu Joko Widodo lengser ya siap-siap dibui," kata Arief.

Untuk diketahui, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, Presiden Jokowi pada dasarnya adalah orang baik, tetapi ia dikelilingi sejumlah pihak yang berniat buruk dan hanya cari untung semata.

Hal tersebut ia sampaikan saat wawancara virtual dengan Refly harun yang tayang di Youtube Refly Harun.

baca juga

Dalam video tersebut, Din menyebut ada beberapa pihak yang secara terang-terangan hanya mencari keuntungan dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Jokowi.

"Ternyata ada juga pihak-pihak yang mencari keuntungan dari posisinya [Jokowi] di negara ini," kata Din Syamsuddin dalam video yang tayang di akun YouTube Refly Harun, Selasa (12/5/2020).

Ia pun mengatakan bahwa pada dasarnya Presiden Jokowi adalah orang baik namun ia dikelilingi oleh sejumlah pihak yang berniat buruk terhadapnya dan hanya ingin cari untung semata.

"Pada hemat saya, Pak Jokowi itu orang baik. Saya tahu, saya sering berinteraksi dengan beliau selama saya jadi utusan khusus setahun lebih, cuma saya bilang, bapak... sebentar, ini terlalu terbuka ya... bapak ini orang baik tapi saya lihat bapak ini tidak mampu mengatasi orang-orang yang berniat buruk di sekitar bapak," ungkap Din Syamsuddin.

Sebelumnya, Din Syamsuddin juga mengungkapkan bahwa Jokowi pernah meminta tolong kepada PP Muhammadiyah untuk membantu pemerintah menghadapi mafia.

"Beliau dulu pernah minta tolong kepada PP Muhammadiyah untuk membantu pemerintah menghadapi dan mengatasi mafia. Disebutkannya, mafia itu dari satu sampai dari mafia beras, mafia gula, mafia garam, mafia daging, sampai mafia pendidikan, itu jumlahnya belasan," kata Din Syamsuddin.

Ia mengiyakan permintaan tersebut namun yang terjadi justru para mafia semakin merajalela. Profesor yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu lantas mengatakan, jika adanya mafia di lingkaran Jokowi bisa merusak tatanan pemerintahan.

"Saya bilang siap, tapi apa yang terjadi? Mafia merajalela, mafia semakin merajalela," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Jokowi Tinjau Bansos Tunai, Kantor Pos Bogor Sepi Antrean

Usai Jokowi Tinjau Bansos Tunai, Kantor Pos Bogor Sepi Antrean

Video | Kamis, 14 Mei 2020 | 18:45 WIB

Sehari Usai Jokowi Tinjau Bansos Tunai, Kantor Pos Bogor Sepi Antrean

Sehari Usai Jokowi Tinjau Bansos Tunai, Kantor Pos Bogor Sepi Antrean

Jabar | Kamis, 14 Mei 2020 | 17:26 WIB

Iuran BPJS Naik Lagi, PA 212: Sungguh Tega, Pemerintah Mati Rasa

Iuran BPJS Naik Lagi, PA 212: Sungguh Tega, Pemerintah Mati Rasa

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 17:25 WIB

Tak Pakai Masker, Jokowi Terima Laporan BPK Semester II di Istana Merdeka

Tak Pakai Masker, Jokowi Terima Laporan BPK Semester II di Istana Merdeka

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 17:21 WIB

Din Syamsuddin: Jokowi Orang Baik tapi Dikelilingi Pihak yang Berniat Buruk

Din Syamsuddin: Jokowi Orang Baik tapi Dikelilingi Pihak yang Berniat Buruk

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 03:35 WIB

Terkini

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

×