Pengalaman Diisolasi Virus Corona di Antartika: Terisolasi dalam Isolasi

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:35 WIB
Pengalaman Diisolasi Virus Corona di Antartika: Terisolasi dalam Isolasi
Antartika (BBC)

Suara.com - Antartika terputus dari seluruh dunia selama berbulan-bulan - dan tidak ada satu pun kasus virus corona. Jadi mengapa tim peneliti di Antartika mengikuti aturan isolasi untuk memerangi Covid-19 padahal virus corona mungkin bahkan tidak ada di benua itu?

"Kasus Covid-19 di sini bisa menjadi bencana. Jadi kita juga mengambil tindakan karantina wilayah. Rasanya seperti kita terisolasi di dalam isolasi. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati," tutur Pradeep Tomar - seorang dokter medis pada misi penelitian ke pangkalan Bharati India, di Antartika.

Lima bulan lagi, dia menyelesaikan satu tahun masa tugasnya di fasilitas itu.

Dan jika Covid-19 mencapai basis penelitian Antartika, itu bisa sangat menghancurkan. Tidak ada tempat lain untuk pergi, fasilitas medis terbatas - dan kemungkinan penyebarannya ke orang lain akan tinggi.

Pengalaman tinggal di kawasan di Antartika yang belum terjangkau virus corona: 'Kami mengisolasi diri di tempat yang sudah terisolir' Perjalanan ke gletser 'hari kiamat', seperti apa mencairnya Antartika? Di tengah pandemi virus corona, tempat ini membuat kita mengajukan pertanyaan terpenting dalam hidup

Dan meskipun berada di satu-satunya benua tanpa ada kasus virus corona, fasilitas itu telah menerapkan karantina wilayah sejak Februari lalu.

Siapa pun yang datang ke Antartika sekarang harus dikarantina selama 14 hari.

Dan jika seseorang mulai menunjukkan gejala Covid-19 di Antartika, mereka harus segera diisolasi, bersama dengan siapa pun yang pernah melakukan kontak dengan mereka.

Saat ini ada 29 negara yang memiliki pangkalan di Antartika.

Sebelum karantina dimulai, akan ada kunjungan rutin ke Bharati dari ekspedisi negara lain.

baca juga

Bendera nasional pengunjung akan dikibarkan untuk menandai kedatangan mereka.

Tim yang berbeda akan merayakan hari-hari nasional yang penting bersama. Dan jika salah satu pangkalan membutuhkan peralatan yang tidak harus mereka tangani, mereka akan meminjamnya dari tetangga mereka.

"Tingkat keharmonisan antar bangsa seperti ini tidak terlihat di dunia nyata," kata Dr Tomar.

Tapi dia belum melihat siapa pun dari fasilitas lain sejak awal Maret, ketika kegiatan bersama dihentikan.

Ketika Tomar tiba di Bharati pada 15 November 2019 untuk mempelajari efek psikologis ekspedisi yang dilakukan di kutub terhadap pada penelitinya, dunia hampir sama seperti sebelumnya.

Kini, katanya, ada kecemasan terus-menerus di situs itu, dipicu oleh kurangnya informasi tentang virus corona - dan kekhawatiran terus-menerus akan kondisi keluarga mereka di rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Etnis Rohingya Positif Corona, Ribuan Orang Terancam

Dua Etnis Rohingya Positif Corona, Ribuan Orang Terancam

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:32 WIB

Jumlah Pasien Positif Corona di Bali Diduga Lebih Banyak dari Data Resmi

Jumlah Pasien Positif Corona di Bali Diduga Lebih Banyak dari Data Resmi

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:14 WIB

300.000 Korban Meninggal Akibat Covid-19 , AS dan Inggris Tertinggi

300.000 Korban Meninggal Akibat Covid-19 , AS dan Inggris Tertinggi

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:01 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×