Massa Berkerumun di Pasar dan Mal, Psikolog: Efek Lama Terpendam Sejak PSBB

Chandra Iswinarno, Erick Tanjung

Jum'at, 22 Mei 2020 | 21:27 WIB
Massa Berkerumun di Pasar dan Mal, Psikolog: Efek Lama Terpendam Sejak PSBB
Tangkap layar membludaknya orang di Pasar Kebayoran Lama di masa PSBB. (istimewa).

Suara.com - Di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di berbagai daerah diwarnai kerumunan warga. Mereka berbondong bondong ke pasar untuk belanja kebutuhan lebaran.

Namun sayangnya, pusat perbelanjaan yang menjual kebutuhan sekunder seperti pakaian juga ramai diserbu warga. Social distancing atau jaga jarak untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 sudah tak dihiraukan.

Pertanyaannya, kenapa masih banyak warga yang nekat ke pusat perbelanjaan di tengah ancaman penularan virus corona?

Psikolog Bimo Wikantiyoso melihat fenomena itu dalam beberapa pendekatan pola prilaku masyarakat. Pertama, faktor psikis seseorang yang terpendam atau tertahan selama PSBB. Ia mengibaratkan seperti seorang pengendara yang terjebak kemacetan di jalan toll, selepas macet langsung melacu kecepatan kendaraannya.

"Jadi mereka sudah cukup lama di rumah dan nggak bisa ngapa-ngapain. Saat mereka punya uang yang agak lebih banyak, dapat THR, kemudian gajinya selama PSBB ada sisa lebih, sehingga mereka membelanjakan begitu ada kesempatan," kata Bimo kepada Suara.com, Jumat (22/5/2020).

Kondisi itu menunjukkan seolah-olah ada suatu arus massa yang begitu tinggi di pasar dan pusat perbelanjaan. Padahal, fenomena itu hanya suatu dorongan psikis seseorang yang lama terpendam di tengah pandemi, efek terlalu lama di rumah.

Kedua, pendekatan masalah penilian sosial yang dilatari tradisi di masyarakat. Terkadang seseorang melakukan sesuatu karena ingin dinilai baik di lingkungan sosialnya.

Seperti halnya situasi jelang lebaran ini, ketika lingkungan masyarakat sekitar mempersiapkan lebaran seperti biasa beli kue, beli baju, mengirim parsel, bingkisan dan sebagainya. Bila tak melakukan tradisi itu, mereka merasa bersalah.

"Jadi mau nggak mau ada suatu kewajiban harus memenuhi itu (belanja buat lebaran)," ujarnya.

baca juga

Padahal kewajiban warga negara di tengah situasi pandemi saat ini adalah menjaga jarak aman agar terhindar dari penularan wabah ketimbang tradisi membeli baju lebaran. Mayoritas masyarakat yang keluar rumah mempersepsikan PSBB sebagai kebijakan yang tak menguntungkan bagi dirinya.

"Kita berhadapan dengan sekelompok orang yang mematuhi aturan PSBB dan yang tidak patuh PSBB. Yang membedakan tergantung bagaimana orang mempersepsikan keuntungan bagi dirinya lebih besar yang mana," terangnya.

Ketiga, pendekatan kebiasaan prilaku masyarakat. Kebiasaan perilaku masyarakat itu susah untuk diubah. Menurutnya, mengenai kebiasaan masyarakat itu seperti belanja kebutuhan lebaran seperti beli baju seharusnya dikelola dengan baik oleh pemerintah. Namun pemerintah luput terkait hal itu.

"Kalau sudah bicara kebiasaan, kita akan sulit untuk mengubahnya. Misalnya anda biasa naik mobil manual, kemudian diganti ke metik itu perlu penyesuaian. Nah masa transisi antara lebaran yang tidak PSBB dan lebaran di saat PSBB itu gak ada yang mengelola," tuturnya.

"Jadi pengelolaan masa transisi kebiasaan masyarakat ini tidak disentuh sama sekali. Nggak ada mitigasinya sama sekali, itu yang luput dari pemerintah."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jubir Covid-19 Bolehkan Warga Beli Baju Lebaran di Pasar Saat Pandemi

Jubir Covid-19 Bolehkan Warga Beli Baju Lebaran di Pasar Saat Pandemi

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 20:11 WIB

Kumpul di Tempat Gaul Tebet, Para ABG Siap-siap Kena Sanksi Nyapu Jalanan

Kumpul di Tempat Gaul Tebet, Para ABG Siap-siap Kena Sanksi Nyapu Jalanan

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 19:01 WIB

Warga Bogor Serbu Pasar Anyar untuk Berbelanja Kebutuhan Lebaran

Warga Bogor Serbu Pasar Anyar untuk Berbelanja Kebutuhan Lebaran

Foto | Jum'at, 22 Mei 2020 | 18:48 WIB

Ada Patroli, Kawasan Tebet Terpantau Sepi Hari Ini

Ada Patroli, Kawasan Tebet Terpantau Sepi Hari Ini

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 18:41 WIB

Warga yang Masih Nekat Berkeruman di Kawasan Tebet Bakal Dikenai Sanksi

Warga yang Masih Nekat Berkeruman di Kawasan Tebet Bakal Dikenai Sanksi

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 18:19 WIB

Hari Terakhir PSBB Tahap 2, Jalan Tendean Arah Pancoran Sore Ini Macet

Hari Terakhir PSBB Tahap 2, Jalan Tendean Arah Pancoran Sore Ini Macet

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 16:53 WIB

Terkini

BMKG Wanti-wanti Warga Riau, Habis Karhutla 'Terbitlah' Cuaca Ekstrem

BMKG Wanti-wanti Warga Riau, Habis Karhutla 'Terbitlah' Cuaca Ekstrem

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 14:17 WIB

Cara Membersihkan Hair Dryer dengan Mudah, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Cara Membersihkan Hair Dryer dengan Mudah, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 14:15 WIB

Kerja Keras Tak Lagi Cukup: Gen Z Mulai Melihat Kemiskinan secara Sistemik?

Kerja Keras Tak Lagi Cukup: Gen Z Mulai Melihat Kemiskinan secara Sistemik?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:10 WIB

Vakum 8 Tahun, Lee Chang Dong Garap Film Baru Berjudul Possible Love

Vakum 8 Tahun, Lee Chang Dong Garap Film Baru Berjudul Possible Love

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:08 WIB

Tren Mobil Keluarga Bergeser, Kia Carens Tawarkan Fleksibilitas dan Desain Modern

Tren Mobil Keluarga Bergeser, Kia Carens Tawarkan Fleksibilitas dan Desain Modern

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 14:05 WIB

Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB

Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!

Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB

Bukan Tak Tahu Diri, Ini Alasan Lulusan Kabupaten Berhak Ajukan Gaji Tinggi

Bukan Tak Tahu Diri, Ini Alasan Lulusan Kabupaten Berhak Ajukan Gaji Tinggi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:59 WIB

Kolusikan Senior dan Talenta Muda, VM Pictures Siap Lahirkan Standar Baru Film Indonesia

Kolusikan Senior dan Talenta Muda, VM Pictures Siap Lahirkan Standar Baru Film Indonesia

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 13:58 WIB

3 Deodoran Lactic Acid yang Ampu Cerahkan Ketiak Hitam, Lengkap dengan Review Pengguna

3 Deodoran Lactic Acid yang Ampu Cerahkan Ketiak Hitam, Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:57 WIB

×