Psikolog: Penerapan New Normal Picu Orang Mengalami Stres

Agung Sandy Lesmana

Senin, 25 Mei 2020 | 17:59 WIB
Psikolog: Penerapan New Normal Picu Orang Mengalami Stres
Ilustrasi konsep new normal (Shutterstock)

Suara.com - Psikolog klinis Dian Selaras Layanan Psikologi Bali, Ida Ayu Saraswati Indraharsani mengatakan bahwa proses beradaptasi seseorang dalam penerapan new normal dapat mempengaruhi kesehatan mental.

Dia pun memperkirakan banyak warga yang akan mengalami stres saat mencoba beradaptasi dengan kebiasan-kebiasan baru.

"Dalam menghadapi era new normal itu, banyak tantangan yang harus dihadapi masyarakat salah satunya adalah beradaptasi dengan kebiasaan baru. Ketika mereka tidak terbiasa dengan kondisi baru yang harus dihadapi, itu dapat menimbulkan stres karena penolakan terhadap kondisi itu. Dalam proses penerimaan new normal itu memungkinkan seseorang untuk menolak beradaptasi, yang akhirnya akan jadi stres," kata Saraswati seperti diwartakan Antara, Senin (25/5/2020).

Ia menjelaskan bahwa dalam beradaptasi pasti tidak mudah, karena ada beberapa proses penolakan terhadap kebiasaan - kebiasaan baru yang harus dijalani. Salah satunya muncul ketidaksenangan untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan baru itu, sampai akhirnya pada tahap menerima kondisi dan mau menjalankan kebiasaan baru tersebut.

Proses beradaptasi setiap orang berbeda-beda tergantung dari persepsi dan kemampuan individu untuk menerima situasi. Ia mengatakan proses untuk menjadikan suatu perilaku agar menjadi kebiasaan itu butuh waktu, ada yang mudah beradaptasi dan ada juga yang lebih lambat.

Saraswati yang juga psikolog di Lembaga Pelindungan Perempuan dan Anak, Kabupaten Badung, menjelaskan kesehatan mental adalah kondisi yang baik tentang pikiran, perasaan, dan perilaku sehingga seseorang mampu untuk menjalani suatu situasi dan mengoptimalkan kapasitas diri yang dimiliki.

Dalam proses penerimaan new normal memungkinkan seseorang untuk menolak beradaptasi, yang akhirnya akan jadi stres. Selain itu, kesehatan mental bukan sekedar kejiwaannya normal atau tidak, tapi kesehatan mental itu tentang kemampuan berpikir yang rasional, untuk mengekspresikan emosi yang dirasa dan berperilaku tepat dengan kondisi yang hadapi.

"Tidak mudah melihat definisi kesehatan mental karena kasat mata, engga kayak kesehatan fisik yang bisa terlihat langsung, tapi sama kayak orang sakit fisik yang butuh waktu untuk sembuh, gitu jg kesehatan mental,"katanya.

Sementara itu, terkait dengan penerapan new normal sudah banyak pihak yang membahas, hanya saja penerapannya masih belum digambarkan secara jelas. New normal yang diterapkan saat ini masih berpusat untuk pencegahan penyebaran pandemi.

baca juga

"Dengan adanya new normal ini lama-lama bisa menjadi gaya hidup, misalnya pergi kemanapun harus kalau ada di kerumunan orang, kita akan pakai masker, sehabis pergi atau menyentuh barang-barang di publik area, kita akan selalu cuci tangan, atau langsung mandi sebelum kumpul sama keluarga,"ucap Saraswati.

Selain itu, akan ada serapan tekonolgi yang membuat semakin kreatif berinovasi untuk teknologi-teknologi baru yang bisa diterapkan, karena di dunia ini diciptakan ada hal yang baik dan buruk, new normal ini pun punya dua sisi itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebaran Hari Kedua, 1.648 Orang di Jakarta Sembuh dari Virus Corona

Lebaran Hari Kedua, 1.648 Orang di Jakarta Sembuh dari Virus Corona

News | Senin, 25 Mei 2020 | 17:52 WIB

Pertama Kalinya Sejak Pandemi, Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di China

Pertama Kalinya Sejak Pandemi, Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di China

Health | Senin, 25 Mei 2020 | 17:21 WIB

Anies: PSBB Jilid 3 Adalah Penentuan, Bisa Diulang dari Nol

Anies: PSBB Jilid 3 Adalah Penentuan, Bisa Diulang dari Nol

Jabar | Senin, 25 Mei 2020 | 17:19 WIB

Update Kasus Corona RI di H+2 Lebaran: 5.642 Sembuh, 1.391 Pasien Meninggal

Update Kasus Corona RI di H+2 Lebaran: 5.642 Sembuh, 1.391 Pasien Meninggal

News | Senin, 25 Mei 2020 | 16:54 WIB

Bongkar Istilah New Normal, Amien Rais: Jangan Pakai Lagi, Sesat!

Bongkar Istilah New Normal, Amien Rais: Jangan Pakai Lagi, Sesat!

News | Senin, 25 Mei 2020 | 17:05 WIB

Ancaman Gelombang Baru Corona, Anies: Pemudik Jangan Kembali ke Jakarta

Ancaman Gelombang Baru Corona, Anies: Pemudik Jangan Kembali ke Jakarta

News | Senin, 25 Mei 2020 | 16:44 WIB

Lebaran Kedua, Pasien Sembuh COVID-19 Tambah 475, Jadi 5.642 Orang

Lebaran Kedua, Pasien Sembuh COVID-19 Tambah 475, Jadi 5.642 Orang

News | Senin, 25 Mei 2020 | 16:29 WIB

Lebaran Kedua, Pasien Positif Corona RI Terus Melonjak Sampai 22.750 Orang

Lebaran Kedua, Pasien Positif Corona RI Terus Melonjak Sampai 22.750 Orang

News | Senin, 25 Mei 2020 | 16:05 WIB

Sekolah Dikabarkan Buka Bulan Juli, Ini Panduan New Normal Hadapi Corona

Sekolah Dikabarkan Buka Bulan Juli, Ini Panduan New Normal Hadapi Corona

News | Senin, 25 Mei 2020 | 16:19 WIB

Ternyata, Ini Loh Daftar Vitamin yang Bantu Tubuh Melawan Corona Covid-19

Ternyata, Ini Loh Daftar Vitamin yang Bantu Tubuh Melawan Corona Covid-19

Health | Senin, 25 Mei 2020 | 16:30 WIB

Terkini

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:53 WIB

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:48 WIB

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 07:15 WIB

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:45 WIB

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 06:30 WIB

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 06:25 WIB

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

News | Minggu, 08 November 2026 | 06:24 WIB

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:15 WIB

Tak Siapkan Pidato, Penyanyi Cilik Etenia Croft Sukses Sabet Trofi AMI Awards 2026

Tak Siapkan Pidato, Penyanyi Cilik Etenia Croft Sukses Sabet Trofi AMI Awards 2026

Entertainment | Minggu, 08 November 2026 | 06:05 WIB

Dari Dapur hingga Bengkel Pelosok: 12 Inovasi Nyata Anak Bangsa Selamatkan Masa Depan Bumi

Dari Dapur hingga Bengkel Pelosok: 12 Inovasi Nyata Anak Bangsa Selamatkan Masa Depan Bumi

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 05:55 WIB

×