Niat Puasa Syawal dan Hukum Puasa Syawal Tidak Berurutan

Dany Garjito | Farah Nabilla
Niat Puasa Syawal dan Hukum Puasa Syawal Tidak Berurutan
Ilustrasi puasa - (Pixabay/surgull01)

Puasa sunah Syawal dianjurkan untuk dilakukan pada tanggal 2-7 Syawal. Ini bacaan niat puasa syawal.

Suara.com - Meski Ramadan tahun 1441 Hijriah telah usai, bukan berarti umat muslim lantas kehilangan kesempatan mengeruk pahala dengan berpuasa. Di bulan Syawal ini kita masih bisa melaksanakan ibadah sunah dengan menjalankan puasa Syawal. Ini bacaan niat puasa syawal.

Menyadur dari NU Online, Puasa Syawal hukumnya sunnah dan idealnya dilakukan selama enam hari persis setelah hari raya Idul Fitri. Lebih tepatnya pada tanggal 2-7 Syawal, mengingat tanggal 1 Syawal adalah haram jika menjalankan puasa.

Begitu besarnya keutamaan bulan Syawal, bagi orang yang berpuasa untuk mengqadha hutang puasa Ramadannya pun tetap mendapat keutamaan puasa Syawal yaitu seakan berpuasa wajib selama setahun penuh.

Adapun niat berpuasa Syawal yang dianjurkan untuk dilafalkan adalah sebagai berikut:

"Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala."
Artinya, aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.

Bagi orang yang mendadak ingin menjalankan puasa Syawal di pagi atau tengah hari, orang tersebut masih bisa melakukannya dengan berniat saat itu juga selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Adapun lafal niatnya adalah sebagai berikut:

"Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala."
Artinya, aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.

Sementara itu, terkait waktu pelaksanaan boleh-tidaknya menjalankan puasa Syawal dengan tidak berurutan, Imam An Nawawi menyebutkan dalam kitab Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab bahwa:

"Para sahabat beliau telah bersepakat tentang kesunahan puasa enam hari pada bulan Syawal. Berdasarkan hadis di atas, mereka berpendapat bahwasannya sunah mustahabbah untuk melakukannya atau menundanya sampai akhir Syawal, ini juga diperbolehkan. Karena masih termasuk makna umum dari hadis tersebut. Dan kami bersepakat atas masalah ini dan ini juga menurut Imam Ahmad dan Abu Dawud."

Sumber: Artikel NU Online berjudul "Lafal Niat Puasa Syawal dan Ketentuan Waktunya" oleh Alhafiz K.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS