Virus Corona di Jawa Timur Naik, Begini Kata Kepala Gugus Tugas

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Rabu, 27 Mei 2020 | 10:14 WIB
Virus Corona di Jawa Timur Naik, Begini Kata Kepala Gugus Tugas
Doni Monardo, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. (Dok.Ist)

Suara.com - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menanggapi tren kenaikkan kasus positif virus corona yang terjadi di Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, kenaikkan tersebut karena pemeriksaan yang jumlahnya juga terus ditingkatkan.

Hal itu dikatakan Doni saat meninjau mobil Lab Bio Safety level 2 untuk penanganan Covid-19 di Jakarta.

"Ya dalam beberapa hari terkahir ini memang terjadi peningkatan ya jumlah kasus. Tapi tidak terlepas dari upaya Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya yang memperbanyak lab untuk pemeriksaan," kata Doni sebagaimana dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (27/5/2020).

Doni mengatakan, untuk mempercepat dan memperbanyak pemeriksaan di Jawa Timur, pemerintah pusat melalui Gugus Tugas sudah mengirimkan bantuan berupa dua unit mobil Lab Bio Safety level 2 ke Surabaya. Nantinya Gugus Tugas bakal mengirimkan tambahan unit untuk wilayah lainnya di Jawa Timur.

"Termasuk juga tiga unit kita upayakan untuk bertambah lagi. Sayu di Lumajang, satu di Surabaya, satu lagi di Sidoarjo. Jadi ada tiga unit lagi yang kita upayakan dikirim ke Jawa Timur dalam rangka membantu pemerintah Provinsi Jawa Timur, Gugus Tugas provinsi," ujar Doni.

Untuk diketahui, tren penambahan pasien virus corona di Jakarta turun. Sementara Jawa Timur terus naik.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan itu berdasarkan peta risiko.

"Jakarta sudah mulai menurun. Namun, pemudik yang balik nanti bila tidak dicegah bisa menimbulkan second wave (gelombang kedua)," kata Wiku dalam jumpa pers secara daring yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia dipantau dari Jakarta, Selasa.

Wiku mengatakan perlu ada partisipasi penuh dari masyarakat untuk terus menurunkan tren kasus COVID-19 di DKI Jakarta dan mencegah peningkatan kasus di Jawa Timur

baca juga

Menurut Wiku, berdasarkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdapat tiga aspek utama untuk menetapkan apakah suatu daerah siap melakukan aktivitas sosial ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

"Indikator kesehatan masyarakat dinilai berdasarkan tiga aspek utama, yaitu gambaran epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan layanan kesehatan," tuturnya.

Wiku menjelaskan aspek epidemiologi suatu daerah disebut baik bila penurunan kasus selama dua minggu setelah puncak terakhir paling sedikit 50 persen, meliputi jumlah kasus positif, jumlah pasien dirawat, jumlah pasien dalam pengawasan, jumlah orang dalam pemantauan, dan jumlah kasus meninggal.

Penurunan gambaran epidemiologi tersebut harus diikuti dengan peningkatan surveilans kesehatan masyarakat, yaitu semakin banyak spesimen yang diperiksa oleh laboratorium.

"Jadi, harus ada semakin banyak yang diperiksa di laboratorium, tetapi yang hasilnya positif harus semakin menurun," katanya.

Sedangkan aspek pelayanan kesehatan meliputi jumlah tempat tidur dan alat pelindung diri yang tersedia dalam menangani pasien COVID-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek COVID-19, Pemkab Bantul Potong Pajak Sejumlah Sektor Hingga 100 Persen

Efek COVID-19, Pemkab Bantul Potong Pajak Sejumlah Sektor Hingga 100 Persen

Jogja | Rabu, 27 Mei 2020 | 10:04 WIB

Serba Online Selama Pandemi, Kejahatan Mengintai di Jagat Maya

Serba Online Selama Pandemi, Kejahatan Mengintai di Jagat Maya

News | Rabu, 27 Mei 2020 | 09:30 WIB

Update Covid-19 Global 27 Mei: Total Kematian di AS Mencapai 100 Ribu

Update Covid-19 Global 27 Mei: Total Kematian di AS Mencapai 100 Ribu

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 09:11 WIB

5 Tenaga Kesehatan di Probolinggo Positif Corona, Total Jadi 21

5 Tenaga Kesehatan di Probolinggo Positif Corona, Total Jadi 21

Jatim | Rabu, 27 Mei 2020 | 09:00 WIB

Orang dengan Riwayat Genetik Demensia Berisiko Terinfeksi Corona Covid-19?

Orang dengan Riwayat Genetik Demensia Berisiko Terinfeksi Corona Covid-19?

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 08:57 WIB

Ilmuwan Mengembangkan Inhaler Virus Corona setelah Gejala Pertama Muncul

Ilmuwan Mengembangkan Inhaler Virus Corona setelah Gejala Pertama Muncul

Tekno | Rabu, 27 Mei 2020 | 09:00 WIB

Persiapan New Normal, Simak 5 Pertimbangan Aman atau Tidak Keluar Rumah

Persiapan New Normal, Simak 5 Pertimbangan Aman atau Tidak Keluar Rumah

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 09:30 WIB

Terkini

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB