Ilmuwan Mengembangkan Inhaler Virus Corona setelah Gejala Pertama Muncul

Dythia Novianty

Rabu, 27 Mei 2020 | 09:00 WIB
Ilmuwan Mengembangkan Inhaler Virus Corona setelah Gejala Pertama Muncul
Ilustrasi inhaler (Freepik)

Suara.com - Para ilmuwan Inggris telah mengembangkan inhaler virus corona (Covid-19) yang dapat membantu memerangi virus segera setelah gejala awal muncul.

Para peneliti dari University of Southampton telah mengirim 120 inhaler ke pasien Covid-19 untuk uji coba.

Teknologi baru yang menjanjikan menggunakan obat eksperimental yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang memiliki kode SNG001. Ini mengandung protein bernama interferon beta, yang diproduksi tubuh setiap kali terkena infeksi virus.

Inhaler sudah digunakan dalam pengobatan multiple sclerosis, dan sebelumnya telah menunjukkan hasil positif dalam mengurangi gejala Covid-19 dalam uji coba Hong Kong ketika dikombinasikan dengan obat lain, dilansir laman The Sun mengutip ABC, Rabu (27/5/2020).

Ketika obat ini dihirup, ia dapat dikirim langsung ke paru-paru dan membantu menekan efek virus.

Para ilmuwan sekarang berharap ini akan mencegah pasien memasuki "fase mematikan" dari Covid-19 yang cenderung muncul pada hari ke sepuluh setelah pertama kali menunjukkan gejala.

Jika percobaan berhasil, perusahaan yang berbasis di Southampton Synairgen, berharap meluncurkan "jutaan dosis" akhir tahun ini yang dapat melawan pandemi.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Sementara tim di belakang inhaler akan segera menyelesaikan uji coba rumah sakit yang melibatkan 100 pasien, dengan hasil yang akan diterbitkan pada Juli mendatang. Mereka berpendapat bahwa tes baru adalah kunci untuk menentukan efisiensi perawatan.

"Kami membutuhkan pengobatan Covid-19 yang dapat diberikan kepada pasien pada awal perjalanan penyakit untuk mencegah perkembangan menjadi gejala parah," ujar Pemimpin studi Profesor Nick Francis kutip The Sun dari Daily Mail.

baca juga

Para pasien yang memiliki kasus Covid-19 yang parah cenderung mengembangkan gejala serius, seperti masalah pernapasan dan pneumonia pada minggu kedua setelah tertular virus.

Richard Marsden, kepala Synairgen, menambahkan inhaler bisa mencegah virus memasuki fatal minggu kedua ini.

"Kita bisa menghentikan orang dari mengalami minggu kedua yang buruk. Boris Johnson memiliki masalah itu pada minggu kedua ketika dia berada di rumah sakit. Itu tampaknya menjadi polanya, sekitar sepuluh hari ketika orang-orang mengalami masalah besar. Mereka beralih dari gejala mirip flu menjadi sangat terengah-engah dan mengalami radang paru-paru," ujarnya.

Suasana Inggris diterpa pandemi virus corona. [Tolga AKMEN / AFP]
Suasana Inggris diterpa pandemi virus corona. [Tolga AKMEN / AFP]

Sebagai bagian dari percobaan baru, pasien akan dikirim kit pengujian penuh dalam waktu 72 jam, setelah mengembangkan masalah pernapasan dan gejala lainnya.

Mereka akan mengambil satu isapan inhaler sekali sehari, dan mencatat perubahan saturasi dan suhu oksigen.

Dokter kemudian akan memantau status mereka setelah 14 hari, untuk memastikan mereka tidak kambuh.

Uji coba mencakup usia lebih dari 65-an atau mereka yang berusia 50 dan lebih dengan kondisi mendasar. Mereka yang menjalani uji klinis sebelumnya di rumah sakit telah melaporkan hasil positif.

Jika percobaan ini berhasil, maka perlu dilisensikan oleh regulator obat. Tetapi para peneliti berharap bahwa hasil yang baik akan mempercepat proses.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Para Ahli Peringatkan Krisis Iklim Telah Membunuh Banyak Orang

Para Ahli Peringatkan Krisis Iklim Telah Membunuh Banyak Orang

Tekno | Selasa, 26 Mei 2020 | 10:35 WIB

Waspada Efek Samping, WHO Hentikan Uji Coba Hydroxychloroquine

Waspada Efek Samping, WHO Hentikan Uji Coba Hydroxychloroquine

Tekno | Selasa, 26 Mei 2020 | 08:30 WIB

Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan

Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:00 WIB

Peneliti Ini Mengklaim Virus Corona Tak Berasal dari Pasar Wuhan

Peneliti Ini Mengklaim Virus Corona Tak Berasal dari Pasar Wuhan

News | Minggu, 17 Mei 2020 | 11:33 WIB

Ilmuwan Inggris akan Menguji Obat untuk Pasien Covid-19 Usia 50 ke Atas

Ilmuwan Inggris akan Menguji Obat untuk Pasien Covid-19 Usia 50 ke Atas

Health | Rabu, 13 Mei 2020 | 19:30 WIB

Studi Terbaru: Virus Corona Perpendek Umur Pasien Hingga 10 Tahun

Studi Terbaru: Virus Corona Perpendek Umur Pasien Hingga 10 Tahun

News | Senin, 11 Mei 2020 | 11:07 WIB

Terkini

BRI Andalkan Fundamental Kuat untuk Topang Pertumbuhan Jangka Panjang dan Buyback Saham

BRI Andalkan Fundamental Kuat untuk Topang Pertumbuhan Jangka Panjang dan Buyback Saham

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:23 WIB

KPK Usul Harta Pejabat Tak Lapor LHKPN Dirampas Negara, Sahroni Ingatkan Soal HAM

KPK Usul Harta Pejabat Tak Lapor LHKPN Dirampas Negara, Sahroni Ingatkan Soal HAM

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Demi Listrik 4 Gigawatt, Singapura Pasang Panel Surya di Tembok Gedung Hingga Parkiran

Demi Listrik 4 Gigawatt, Singapura Pasang Panel Surya di Tembok Gedung Hingga Parkiran

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Perselisihan di Hotel Diduga Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Perselisihan di Hotel Diduga Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi HP realme 3 Jutaan untuk Gaming Harian: Baterai Jumbo dan Performa Anti Lag

5 Rekomendasi HP realme 3 Jutaan untuk Gaming Harian: Baterai Jumbo dan Performa Anti Lag

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Kenapa Sering Mimpi Buruk Jam 3 Pagi Menurut Medis dan Psikologi?

Kenapa Sering Mimpi Buruk Jam 3 Pagi Menurut Medis dan Psikologi?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Gandung Pardiman Meninggal Dunia di RS Panti Rapih, Dimakamkan di Ponjong

Gandung Pardiman Meninggal Dunia di RS Panti Rapih, Dimakamkan di Ponjong

Jogja | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham

Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham

Malang | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Saluran Air Banyak Tersumbat? Pemkot Makassar Jajal Senjata Baru dari Jepang

Saluran Air Banyak Tersumbat? Pemkot Makassar Jajal Senjata Baru dari Jepang

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Bukan Sekadar Kencang, Honor Win 2 Hadir dengan Pendingin Ganda dan Layar 2K

Bukan Sekadar Kencang, Honor Win 2 Hadir dengan Pendingin Ganda dan Layar 2K

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×