Korban Tewas Corona di AS Tembus 100.000 Lebih, Lampaui Kapasitas GBK

Bangun Santoso

Kamis, 28 Mei 2020 | 10:58 WIB
Korban Tewas Corona di AS Tembus 100.000 Lebih, Lampaui Kapasitas GBK
Korban virus corona dikubur secara massal di New York. (Foto: Reuters / via BBC)

Suara.com - Jumlah korban meninggal dunia karena infeksi virus corona di Amerika, pada Rabu (27/05) telah melebihi 100.000 orang, menurut perhitungan Johns Hopkins Coronavirus Resource Center.

Jika ingin membayangkan sebanyak apa orang yang kehilangan hidup itu, coba ingat-ingat lagi pertandingan atau gelaran apapun di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sendainya seluruh kursi penonton terisi, berarti ada 77.193 orang di sana. Jumlah mereka yang tewas karena corona di Amerika, jauh melebihi itu.

Selain menjadi negara dengan jumlah korban tewas karena corona terbanyak di dunia, Amerika juga mencatatkan diri sebagai negara dengan kasus positif terbanyak.

Terhitung ada lebih 1,6 juta positif corona di AS, berdasarkan Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, Rabu (27/05). AS menjadi satu-satunya negara dengan kasus positif lebih satu juta.

‘Kehilangan Empati’

Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (8/8).
Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (8/8).

Dari sudut pandang Amerika, angka kematian 100.000 itu mengingatkan pada berbagai momen kelam masa lampau.

Jumlahnya setara dengan korban pandemi flu yang mengguncang Amerika pada 1968, dan terus mendekati angka 116.000: jumlah korban tewas karena pandemi flu satu dekade sebelumnya.

Pandemi corona di Amerika juga telah menjadi bencana kesehatan terburuk sejak Pandemi Flu 1918, yang menewaskan 675.000 warga Amerika.

baca juga

Selain itu, angka 100.000 mendekati jumlah yang tewas di pihak Amerika pada Perang Dunia I (lebih 115.000 kematian). Sementara total tentara Amerika yang meninggal dunia karena Perang Korea dan Vietnam mencapai lebih 94.000 orang.

Psikolog dari Hope College, Michigan, Daryl Van Tongeren, kepada kantor berita Associated Press menilai banyak warga Amerika saat ini, tidak begitu memahami betapa masifnya jumlah kematian 100.000 itu.

“Karena terlalu sering mendengar kematian, otak kita jadi tak sanggup lagi memaknainya. Bahkan jadi bebal. Empati kita bahkan perlahan lenyap,” kata Van Tongeren.

Mulai Dibuka?

Meskipun jumlah kematian tinggi, sejumlah wilayah di Amerika mulai kembali dibuka. Misalnya ibukota Amerika, Washington DC yang mencabut kebijakan ‘di rumah aja’ pada Jumat (29/05) ini.

Dengan masuk fase 1 pembukaan: restoran, salon dan berbagai aktivitas sudah mulai bisa dilaksanakan, walau dengan berbagai syarat dan jauh dari kata ‘normal’ – restoran hanya boleh melayani pengunjung di luar, dengan jarak meja minimal dua meter.

Selain itu, pusat hiburan anak Walt Disney World di Florida, salah satu jantung wisata paling populer di Amerika, akan dibuka secara terbatas mulai pertengahan Juli.

‘Telatnya’ pemerintah Amerika menerapkan kebijakan ‘di rumah aja’, kerap dituding sebagai penyebab tingginya kasus dan kematian karena corona di Amerika.

Sumber: VOA Indonesia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Status PDP Corona, Ibu Muda dan Bayinya yang Baru Hidup 1 Hari Meninggal

Status PDP Corona, Ibu Muda dan Bayinya yang Baru Hidup 1 Hari Meninggal

Jabar | Kamis, 28 Mei 2020 | 10:46 WIB

Media Asing Sebut Bali Bagaikan Kota Hantu Akibat Pandemi Covid-19

Media Asing Sebut Bali Bagaikan Kota Hantu Akibat Pandemi Covid-19

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 10:26 WIB

Teman Diisolasi, Wanita di Tanjungpinang Pilih Kabur, Ogah Tes Corona

Teman Diisolasi, Wanita di Tanjungpinang Pilih Kabur, Ogah Tes Corona

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 10:13 WIB

Ingin Menikah saat New Normal, Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan

Ingin Menikah saat New Normal, Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2020 | 10:02 WIB

Bayi Positif Corona di Batam Meninggal, Sempat Kejang-kejang hingga Mencret

Bayi Positif Corona di Batam Meninggal, Sempat Kejang-kejang hingga Mencret

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 09:44 WIB

Analogikan Corona Bak Istri, Pernyataan Mahfud Dinilai Tunjukkan Kegagalan

Analogikan Corona Bak Istri, Pernyataan Mahfud Dinilai Tunjukkan Kegagalan

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 09:22 WIB

Tembus 100 Ribu, Kematian Akibat Corona di AS Setara dengan Korban Perang

Tembus 100 Ribu, Kematian Akibat Corona di AS Setara dengan Korban Perang

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 09:30 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×