Reaksi DPR Terkait Pernyataan Mahfud MD Soal Korban Corona

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah
Reaksi DPR Terkait Pernyataan Mahfud MD Soal Korban Corona
Mahfud MD dalam acara halal bihalal virtual yang diadakan UNS (YouTube).

Pernyataan Mahfud MD terkait korban virus corona di Indonesia menuai banyak reaksi dari sejumlah kalangan, termasuk anggota DPR RI

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR, Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengatakan pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD yang membandingkan korban jiwa akibat kecelakaan dengan pasien meninggal akibat Covid-19 kurang bijak dan tidak tepat.

Ia lantas menyindir Mahfud kenapa tidak sekalian membandingkan jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 dengan total korban jiwa yang disebabkan perang.

"Sebab apa pun alasannya, keselamatan diri dan jiwa warga negara adalah tanggung jawab negara. Lagi pula, kenapa perbandingannya kecelakaan lalu lintas dan beberapa penyakit katostropik? Kenapa tidak sekalian dibandingkan dengan kematian akibat perang dunia II? Kematian akibat perang dunia pasti jauh lebih banyak," ujar Saleh dalam keterangannya, Kamis (28/5/2020).

Saleh memandang pernyataan Mahfud tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah Indonesia terkesan sudah tidak mampu melawan penyebaran Covid-19. Padahal, lanjut dia, pemerintah sudah melakukan banyak upaya namun ujungnya tetap tidak mampu mengontrol laju pesebaran.

Hal itu karena pemerintah meminta masyarakat untuk tidak takut berlebihan. Salah satu caranya seperti perbandingan korban jiwa yang disampaikan Mahfud.

"Kalau Pak Mahfud meminta agar masyarakat tidak takut berlebihan, lalu kenapa sejak awal ini ditetapkan sebagai bencana nasional? Bukankah suatu bencana, apalagi itu statusnya bencana nasional, sangat wajar ditakuti dan dikhawatirkan?” tandasnya.

Sebelumnya, Mahfud MD meminta agar masyarakat tak perlu takut berlebihan dengan virus corona. Ia menyebut korban jiwa yang tewas akibat kecelakaan sembilan kali lebih banyak dari virus corona. 

"Angka kecelakaan mati karena kecelakaan lalu lintas itu 9 kali lebih banyak dari corona," kata Mahfud MD dalam acara halal bihalal virtual yang diadakan oleh Universitas Sebelas Maret, yang tayang di YouTube, Senin (25/5/2020).

Dalam kesempatan itu, Mahfud menjelaskan bahwa angka kematian rata-rata per hari di Indonesia mencapai 4 ribu jiwa. Namun, dari sekian banyak itu, yang mati karena corona per hari hanya 17 orang.

Politisi kelahiran Madura itu lantas membandingkan angka kematian kasus corona dengan penyakit lain seperti AIDS, diare, dan kanker. Hasilnya, jumlah kematian karena corona berada jauh di bawah tiga penyakit lainnya.

"Berkali-kali lebih banyak orang mati karena AIDS dan karena diare. Kalau di dunia itu, yang mati karena diare selama 131 hari itu 560 ribu. Yang mati karena corona cuma 280 ribu, itu di seluruh dunia. Yang mati karena kanker itu 3 juta orang," katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS