New Normal Belum akan Diterapkan di Jateng dalam Waktu Dekat

Fabiola Febrinastri

Kamis, 28 Mei 2020 | 17:45 WIB
New Normal Belum akan Diterapkan di Jateng dalam Waktu Dekat
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [Suara.com/Ari Purnomo]

Suara.com - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) belum akan menerapkan new normal atau normal baru dalam waktu dekat, namun saat ini, sejumlah pelatihan terus dilakukan. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, kebijakan itu tidak akan diambil dalam waktu pendek.

"Belum (penerapan new normal), kita lagi latihan. New normal itu bukan bendera finish yang dikibarkan, terus ini disebut new normal. Maka harus diawali dulu dengan latihan-latihan," katanya, ditemui di rumah dinasnya di Jateng, Kamis (28/5/2020). 

Meski tidak diambil dalam waktu dekat, namun persiapan menuju itu terus digenjot. Sejumlah kantor pemerintahan, layanan publik, perbankkan, pasar, industri, tempat ibadah hingga sekolah, lanjut Ganjar, harus siap dengan sarana prasarana pendukung, seperti tempat cuci tangan, mengukur suhu serta pengaturan flow saat mereka bergerak harus tuntas.

"Sekarang sedang kami coba siapkan, mereka mengatur itu, agar masyarakat siap. Kemarin setelah ada keputusan Menteri Kesehatan sebagai pedoman, kami perintahkan semua untuk mengatur," ucapnya.

Masih Menunggu Perkembangan
Disinggung kapan kemungkinan kebijakan new normal diambil, Ganjar masih menunggu perkembangan. Menurutnya, kebijakan itu harus mempertimbangkan banyak faktor, khususnya penurunan kurva kasus positif covid-19.

"Kapan dilakukan, ya kalau kurvanya turun drastis. Kan itu sudah ada petunjuknya dari gugus tugas, sehingga semua harus mengacu ke sana," terangnya.

Meski begitu, penerapan new normal bisa saja dilakukan di kabupaten/kota yang nol kasus Covid-19. 

"Untuk Jateng tidak dalam waktu pendek, kecuali kabupaten/kota yang sudah rendah. Rembang kemarin sempat nol kasus, tapi ini infonya, ada tiga pasien dari daerah lain, maka tunda dulu. Tegal kemungkinan bisa, tapi hati-hati karena berhubungan dengan daerah sekitarnya. Jadi semua harus diatur dan disiapkan," tegasnya.

Terkait mekanisme new normal, Ganjar mengatakan, tidak ada penunjukan dari pusat atau pengajuan dari daerah. Hasil rapat beberapa waktu lalu, diputuskan bahwa itu dilakukan sukarela.

baca juga

Ia menyatakan, lebih suka menata dan menyiapkan. Bahkan jauh sebelum ini dilakukan, Ganjar menegaskan sudah datang ke pabrik rokok di Kudus dan mereka sudah mengatur, pabrik tekstil sudah berjalan, pasar berjalan dan lainnya.

"Kemarin saya cek mal sudah mengatur bagus, perkantoran, tempat ibadah, sekolah semua sudah menyiapkan. Intinya saya sudah siapkan, nanti kalau kurvanya sudah turun sampai ke bawah dan di bawah 50 persen baru bisa. Kalau masih di atas 50 persen, ya jangan," tukasnya.

Rapid Tes Massal Sudah Berjalan
Di sisi lain, Ganjar juga menerangkan bahwa pelaksanaan rapid test massal sudah mulai berjalan di berbagai daerah di Jateng. Beberapa daerah bahkan sudah menggelar rapid test massal sejak beberapa hari lalu.

"Kota Semarang misalnya, langsung menggelar rapid test di Pasar Kobong, beberapa supermarket, mal dan tempat ibadah. Tadi pagi, saya dapat laporan, di Purbalingga pasar-pasar sudah dites, Wonosobo juga sudah melakukan," terangnya.

Meski begitu, sampai saat ini, laporan pelaksanaan rapid test secara lengkap belum disampaikan. Ganjar berharap, pelaksanaan rapid test segera dilakukan di seluruh daerah di Jateng.

"Kalau yang kami berikan sebanyak 11.400 rapid test, itu bisa dilakukan, khususnya di daerah yang banyak kerumunan, maka bisa baik. Asumsinya, kalau satu orang dua kali rapid test, maka sekitar separuhnya bisa terdeteksi, itu target kami," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Arsitek Muda Jateng Ikut Sayembara Desain Masjid Agung Jawa Tengah

3 Arsitek Muda Jateng Ikut Sayembara Desain Masjid Agung Jawa Tengah

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:33 WIB

Mau Terapkan New Normal, Pemerintah Diminta Terbuka Soal Infomarsi Covid-19

Mau Terapkan New Normal, Pemerintah Diminta Terbuka Soal Infomarsi Covid-19

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:00 WIB

Sekolah & Perusahaan Segera Buka, Bagaimana Tips Hadapi New Normal?

Sekolah & Perusahaan Segera Buka, Bagaimana Tips Hadapi New Normal?

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:14 WIB

Penjelasan Lengkap New Normal dan Daerah yang Siap Jalani New Normal

Penjelasan Lengkap New Normal dan Daerah yang Siap Jalani New Normal

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 16:23 WIB

Persiapan New Normal, Disdikpora Bantul Akan Latih Guru dan Orang Tua Siswa

Persiapan New Normal, Disdikpora Bantul Akan Latih Guru dan Orang Tua Siswa

Jogja | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:15 WIB

DIY Berlakukan SOP New Normal Juli 2020, Ini Sanksi Tegas Bagi Pelanggar

DIY Berlakukan SOP New Normal Juli 2020, Ini Sanksi Tegas Bagi Pelanggar

Jogja | Kamis, 28 Mei 2020 | 16:55 WIB

Terkini

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

×