Patung Mahatma Gandhi Dirusak Saat Demo George Floyd, Dubes AS Minta Maaf

Syaiful Rachman, Arief Apriadi

Kamis, 04 Juni 2020 | 21:31 WIB
Patung Mahatma Gandhi Dirusak Saat Demo George Floyd, Dubes AS Minta Maaf
Patung Mahatma Gandhi di depan Kedutaan Besar India di Washington D.C, Amerika Serikat. (Dok. AFP)

Suara.com - Duta besar (Dubes) Amerika Serikat untuk India, Kenneth Juster meminta maaf atas insiden perusakan patung Mahatma Gandhi di Washington D.C. Diberitakan oleh Telegraph India, patung yang terletak di depan gedung kedutaan India di AS itu dijadikan kanvas aksi corat-coret .

Perusakan properti itu diduga dilakukan pengunjuk rasa ketika menggelar aksi protes kematian George Floyd, pada Selasa (2/6/2020) malam waktu setempat.

Kedutaan India telah memberitahu Departemen Luar Negeri AS dan mendaftarkan pengaduan ke lembaga penegak hukum setempat.

Merespon kejadian tersebut, Kenneth Juster lewat Twitter meminta maaf atas aksi vandalisme terhadap patung dari tokoh simbol perdamaian India dan dunia tersebut.

Duta besar AS untuk India Kenneth Juster meminta maaf atas aksi vandalisme terhadap patung Mahatma Gandhi di Washington DC. [Tangkapan layar Twitter @USAmbindia]
Duta besar AS untuk India Kenneth Juster meminta maaf atas aksi vandalisme terhadap patung Mahatma Gandhi di Washington DC. [Tangkapan layar Twitter @USAmbindia]

"Sangat menyesal melihat penodaan terjadi pada patung Gandhi di Washington D.C. Mohon terima permintaan maaf kami yang tulus," tulis Juster di Twitter, Kamis (4/6/2020).

"Terkejut juga oleh kematian mengerikan George Floyd dan kekerasan mengerikan serta pengrusakan. Kami menentang prasangka dan diskriminasi jenis apa pun. Kami akan pulih dan menjadi lebih baik."

Telegraph India melaporkan bahwa Gandhi menjadi satu dari beberapa patung pemimpin dunia yang berada di tanah federal Washington D.C.

Patung tersebut dipersembahkan Perdana Menteri Atal Bihari Vajpayee kepada Presiden AS Bill Clinton pada 16 September 2000.

Menurut situs Kedutaan Besar India, patung Mahatma Gandhi terbuat dari perunggu setinggi 8 kaki 8 inci.

Patung tersebut didesain oleh Gautam Pal. Alas untuk patung Mahatma Gandhi terbuat dari satu blok Imperial Red yang juga dikenal sebagai Ruby Red.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Patung Syamsul Bahri Kekasih Siti Nurbaya Dipakaikan Masker

Patung Syamsul Bahri Kekasih Siti Nurbaya Dipakaikan Masker

Foto | Minggu, 31 Mei 2020 | 15:14 WIB

Terungkap! Ini Alasan Wanita Pasang Patung Nyi Roro Kidul

Terungkap! Ini Alasan Wanita Pasang Patung Nyi Roro Kidul

News | Rabu, 27 Mei 2020 | 11:00 WIB

Belajar Menghargai Sesama Manusia dari Mahatma Gandhi, Yuk Setop Bullying

Belajar Menghargai Sesama Manusia dari Mahatma Gandhi, Yuk Setop Bullying

Press Release | Minggu, 27 Oktober 2019 | 20:26 WIB

Terkini

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:26 WIB

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 11:21 WIB

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:11 WIB

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 11:10 WIB

Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?

Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:04 WIB

Undertale Genap 10 Tahun, Dunia Game Legendaris Ini Kembali Hidup Lewat Orkestra

Undertale Genap 10 Tahun, Dunia Game Legendaris Ini Kembali Hidup Lewat Orkestra

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:03 WIB

×