Belajar Menghargai Sesama Manusia dari Mahatma Gandhi, Yuk Setop Bullying

M. Reza Sulaiman
Belajar Menghargai Sesama Manusia dari Mahatma Gandhi, Yuk Setop Bullying
Anggita Septia Pradipta, Corporate Communication Manager QNET Indonesia, memimpin kegiatan edukasi dan sosialisasi anti bullying kepada anak-anak Yayasan Sahabat Anak. (Dok. QNET Indonesia)

Dari Mahatma Gandhi, kita bisa belajar untuk menghargai manusia lain, meskipun ia berbeda dari kita.

Suara.com - Belajar Menghargai Sesama Manusia dari Mahatma Gandhi, Yuk Setop Bullying

Mahatma Gandhi merupakan salah satu tokoh sosial yang paling terkenal di dunia. Aksinya melawan penjajahan tanpa kekerasan merupakan cikal bakal gerakan serupa di dunia.

Dari Mahatma Gandhi, kita bisa belajar untuk menghargai manusia lain, meskipun ia berbeda dari kita. Prinsip ini sejatinya bisa diaplikasikan secara luas, termasuk dalam pendidikan anak alias parenting.

Terinspirasi dari kehidupan dan teladan dari Mahatma Gandhi, QNET meletakkan dasar bagi filosofi bisnisnya, yaitu RYTHM (Raise Yourself To Help Mankind), yang peduli, membantu dan meringankan beban sesama serta berkomitmen mensejahterakan sesama. Gagasan untuk memberdayakan orang lain agar berhasil agar sukses terletak pada inti bisnis QNET.

Dalam rangka memperingati kelahiran Mahatma Gandhi ke-150 tahun, QNET melalui program Staff Social Responsibility (SSR) mengadakan kegiatan yang bertema kasih saya terhadap sesama manusia dalam bentuk sosialisasi anti bullying kepada anak-anak Yayasan Sahabat Anak di Jakarta. Aksi bullying yang dilakukan anak-anak di sekolah atau di tempat bermain bisa mempengaruhi mental, dapat menimbulkan sikap anti sosial yang ujung-ujungnya menghancurkan cita-cita dan masa depan anak-anak.

"Anak-anak masih perlu arahan dalam setiap langkahnya. Mereka masih belum terlalu paham bagaimana bersikap dan berteman di lingkungan mereka. Kita sebagai orang orang dewasa mempunyai kewajiban memberikan teladan bagi anak-anak, memberikan pengetahuan tentang hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Aksi bullying kadang dianggap mereka sebagai bahan candaan atas dasar pertemanan, tetapi justru itu adalah awal retaknya pertemanan dan munculnya perselisihan antar teman. Bullying itu akan menghancurkan mental mereka," kata Anggita Septia Pradipta, Corporate Communication Manager QNET Indonesia saat kegiatan edukasi dan sosialisasi anti bullying kepada anak-anak Yayasan Sahabat Anak, beberapa hari lalu di Jakarta.

Anggita mengajak anak-anak untuk selalu berteman, saling menghargai sesama teman dan yang pasti mengajak untuk tidak melakukan aksi bullying karena akan merugikan semuanya. Pertemanan akan retak, tidak bisa belajar dengan nyaman yang ujungnya akan musuhan.Sebaliknya, anak-anaklah yang harus selalu bekerja sama, saling membantu, saling menghormati untuk menjaga pertemanan.

Mahatma Gandhi. (Shutterstock)
Mahatma Gandhi. (Shutterstock)

Sementara itu, Kak Cerdik salah satu pengurus Yayasan Sahabat Anak mengatakan bahwa memang aksi bullying ini sangat meresahkan akhir-akhir ini. Semua pihak harus terlibat dalam memerangi bullying, tentunya bisa dilakukan dengan edukasi yang dilakukan oleh QNET ini. Edukasi yang menghibur, ceria, penuh makna dan tidak menghakimi itu sangat disenangi oleh anak-anak.

"Kami memberikan apresiasi terhadap QNET yang sudah memberikan edukasi mengenai anti bullying, serta memberikan buku-buku bacaan yang akan menjadi tenaga tambahan bagi pengetahuan dan mental mereka", tambah Kak Cerdik.

QNET adalah salah satu perusahaan penjualan langsung terkemuka di Asia yang menawarkan berbagai macam produk kesehatan, kebugaran, dan gaya hidup yang memungkinkan orang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Model bisnis QNET telah membantu memberdayakan jutaan wirausaha di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS