Array

Belajar Menghargai Sesama Manusia dari Mahatma Gandhi, Yuk Setop Bullying

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Minggu, 27 Oktober 2019 | 20:26 WIB
Belajar Menghargai Sesama Manusia dari Mahatma Gandhi, Yuk Setop Bullying
Anggita Septia Pradipta, Corporate Communication Manager QNET Indonesia, memimpin kegiatan edukasi dan sosialisasi anti bullying kepada anak-anak Yayasan Sahabat Anak. (Dok. QNET Indonesia)

Suara.com - Belajar Menghargai Sesama Manusia dari Mahatma Gandhi, Yuk Setop Bullying

Mahatma Gandhi merupakan salah satu tokoh sosial yang paling terkenal di dunia. Aksinya melawan penjajahan tanpa kekerasan merupakan cikal bakal gerakan serupa di dunia.

Dari Mahatma Gandhi, kita bisa belajar untuk menghargai manusia lain, meskipun ia berbeda dari kita. Prinsip ini sejatinya bisa diaplikasikan secara luas, termasuk dalam pendidikan anak alias parenting.

Terinspirasi dari kehidupan dan teladan dari Mahatma Gandhi, QNET meletakkan dasar bagi filosofi bisnisnya, yaitu RYTHM (Raise Yourself To Help Mankind), yang peduli, membantu dan meringankan beban sesama serta berkomitmen mensejahterakan sesama. Gagasan untuk memberdayakan orang lain agar berhasil agar sukses terletak pada inti bisnis QNET.

Dalam rangka memperingati kelahiran Mahatma Gandhi ke-150 tahun, QNET melalui program Staff Social Responsibility (SSR) mengadakan kegiatan yang bertema kasih saya terhadap sesama manusia dalam bentuk sosialisasi anti bullying kepada anak-anak Yayasan Sahabat Anak di Jakarta. Aksi bullying yang dilakukan anak-anak di sekolah atau di tempat bermain bisa mempengaruhi mental, dapat menimbulkan sikap anti sosial yang ujung-ujungnya menghancurkan cita-cita dan masa depan anak-anak.

"Anak-anak masih perlu arahan dalam setiap langkahnya. Mereka masih belum terlalu paham bagaimana bersikap dan berteman di lingkungan mereka. Kita sebagai orang orang dewasa mempunyai kewajiban memberikan teladan bagi anak-anak, memberikan pengetahuan tentang hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Aksi bullying kadang dianggap mereka sebagai bahan candaan atas dasar pertemanan, tetapi justru itu adalah awal retaknya pertemanan dan munculnya perselisihan antar teman. Bullying itu akan menghancurkan mental mereka," kata Anggita Septia Pradipta, Corporate Communication Manager QNET Indonesia saat kegiatan edukasi dan sosialisasi anti bullying kepada anak-anak Yayasan Sahabat Anak, beberapa hari lalu di Jakarta.

Anggita mengajak anak-anak untuk selalu berteman, saling menghargai sesama teman dan yang pasti mengajak untuk tidak melakukan aksi bullying karena akan merugikan semuanya. Pertemanan akan retak, tidak bisa belajar dengan nyaman yang ujungnya akan musuhan.Sebaliknya, anak-anaklah yang harus selalu bekerja sama, saling membantu, saling menghormati untuk menjaga pertemanan.

Mahatma Gandhi. (Shutterstock)
Mahatma Gandhi. (Shutterstock)

Sementara itu, Kak Cerdik salah satu pengurus Yayasan Sahabat Anak mengatakan bahwa memang aksi bullying ini sangat meresahkan akhir-akhir ini. Semua pihak harus terlibat dalam memerangi bullying, tentunya bisa dilakukan dengan edukasi yang dilakukan oleh QNET ini. Edukasi yang menghibur, ceria, penuh makna dan tidak menghakimi itu sangat disenangi oleh anak-anak.

"Kami memberikan apresiasi terhadap QNET yang sudah memberikan edukasi mengenai anti bullying, serta memberikan buku-buku bacaan yang akan menjadi tenaga tambahan bagi pengetahuan dan mental mereka", tambah Kak Cerdik.

Baca Juga: Pernah Jadi Korban Bullying, Victoria Beckham Ajarkan Ini kepada Anaknya

QNET adalah salah satu perusahaan penjualan langsung terkemuka di Asia yang menawarkan berbagai macam produk kesehatan, kebugaran, dan gaya hidup yang memungkinkan orang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Model bisnis QNET telah membantu memberdayakan jutaan wirausaha di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI