Lawan Perintah Komandan, Polisi Aksi Tiarap Dukung Demonstran Anti Rasis

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 09 Juni 2020 | 21:19 WIB
Lawan Perintah Komandan, Polisi Aksi Tiarap Dukung Demonstran Anti Rasis
Aksi damai demonstran yang didukung oleh polisi dengan aksi tiarap. (Twitter.@agreenphotog)

Suara.com - Seorang Kepala Polisi di Webster, Massachusetts melakukan aksi tiarap selama 8 menit sebagai dukungannya pada demonstran. Menyadur Telegram pada Selasa (09/06/2020), aksi polisi bernama Michael D Shaw ini menuai kontroversi.

"Pimpinan kita berani mengatakan 'cukup sudah' dan semua orang di negara kita harus melakukan yang lebih baik," tulis kepala EMS kota, Gary Millard Jr tentang aksi Shaw dalam sebuah surat dukungan.

Shaw juga menerima surat serupa dari kepala pemadam kebakaran dan serikat polisi tempatnya bekerja.

Aksi Shaw menjadi sorotan publik sejak videonya beredar di media sosial. Ia tiarap selama 8 menit dengan tangan di belakang untuk mengenang detik-detik kematian George Floyd dan hingga kini, videonya sudah ditonton jutaan kali di Twitter.

Video yang diambil oleh fotografer Telegram, Ashley Green ini diunggah oleh beberapa media internasional seperti Fox News, Breitbart dan situs Rusia RT.

Aksi damai demonstran yang didukung oleh polisi dengan aksi tiarap. (Twitter.@agreenphotog)
Aksi damai demonstran yang didukung oleh polisi dengan aksi tiarap. (Twitter.@agreenphotog)

Dari kolom komentar di akun Twitter Ashley, diketahui jika tak semua orang mendukung aksi tiarap Shaw. Beberapa diantara mereka ada yang mengecam bahkan menuntut Shaw mundur dari pekerjaannya karena dianggap memalukan.

Melalui surat, Shaw mengungkap aksinya adalah bentuk dukungan unjuk rasa damai, namun ia tetap mendukung penegakan hukum.

Salah satu polisi yang mendukung Shaw berkata aksinya tidak mempermalukan profesi. Sebaliknya, polisi bernama Wheeler ini memuji Shaw yang menunjukkan belas kasih dalam menjaga kedamaian.

Aksi damai demonstran yang didukung oleh polisi dengan aksi tiarap. (Twitter.@agreenphotog)
Aksi damai demonstran yang didukung oleh polisi dengan aksi tiarap. (Twitter.@agreenphotog)

Sementara itu James Machado dari direktur eksekutif Asosiasi Kepolisian Massachusetts, mengatakan reaksi petugas beragam dari kecewa hingga marah. Ia juga mengatakan, aksi Shaw bisa jadi bumerang dan membuatnya sulit naik pangkat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unjuk Rasa Kematian George Floyd, PSK Terekam Merayu Polisi

Unjuk Rasa Kematian George Floyd, PSK Terekam Merayu Polisi

News | Jum'at, 05 Juni 2020 | 09:17 WIB

Sambil Berlutut, Putra George Floyd Berdoa di Tempat Ayahnya Meninggal

Sambil Berlutut, Putra George Floyd Berdoa di Tempat Ayahnya Meninggal

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 10:27 WIB

Salut! Ratusan Warga dan Polisi di Santa Cruz Berlutut Kenang George Floyd

Salut! Ratusan Warga dan Polisi di Santa Cruz Berlutut Kenang George Floyd

News | Minggu, 31 Mei 2020 | 19:54 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×