Usain Bolt, Serena Williams dan Simone Biles: Memang Terlahir Hebat?

BBC | Suara.com

Selasa, 16 Juni 2020 | 07:20 WIB
Usain Bolt, Serena Williams dan Simone Biles: Memang Terlahir Hebat?
[BBC].

Suara.com - Apa yang membuat para atlet seperti Simone Biles, Serena Williams, Usain Bolt atau ilmuwan Marie Curie begitu istimewa?

Apakah mereka terlahir dengan bakat, atau mereka meraihnya lewat latihan? Inilah penelitian para pakar.

Simone Biles selalu tampil hebat seolah bisa "mengakali gravitasi" dalam setiap latihan senamnya.

Michael Phelps meraih 23 medali emas Olimpiade.

Usain Bolt memiliki banyak rekor dunia dan Serena Williams memenangi Grand Slam pertamanya pada usia 17.

Para atlet terkenal ini membuat sebagian dari kita bertanya-tanya apakah mereka dianugerahi bakat sejak lahir atau memperolehnya lewat latihan. Mengapa beberapa orang bisa begitu luar biasa?

Tapi apa yang diungkap sains? Mungkinkah bakat yang dibawa sejak lahir hanya mitos?

Tak satupun orang terlahir dengan keterampilan tertentu

Beberapa peneliti berpendapat bahwa tak ada satupun manusia atau orang terlahir misalnya sebagai ahli bedah otak, pemain cello atau juara dalam salah satu bidang olahraga.

Untuk bisa masuk ke salah satu liga ternama, Anda harus bekerja keras dan berlatih.

Penelitian di berbagai bidang menunjukkan bahwa banyak orang tidak hanya gagal untuk menjadi luar biasa hebat dalam sesuatu, mereka bahkan kerap tidak bisa menunjukkan yang terbaik saat baru merintis sesuatu.

"Jika Anda ingin mulai bermain tenis misalnya, Anda mendapatkan beberapa instruksi dan pada akhirnya Anda sampai pada titik di mana orang mau bermain-main dengan Anda. Dan pada saat itu, tampaknya mereka menjadi kurang sadar akan apa yang mereka lakukan," kata Anders Ericsson, guru besar psikologi.

Ia meyakini, setelah itu kebanyakan orang akhirnya mempertahankan kemampuan mereka tanpa memperbaikinya.

Latihan yang sistematis dan terarah

Jika ini masalahnya, pencapaian luar biasa itu dilewati dengan cara lain.

Dalam bukunya yang berjudul Peak, Anders Ericsson dan Robert Pool menggambarkan konsep baru yang menjelaskan prestasi orang-orang terkemuka.

Mereka menyebutnya sebagai deliberate practice, sebuah jenis latihan yang sistematis dan terarah.

Latihan ini membutuhkan perhatian yang terfokus dan dilakukan dengan tujuan khusus untuk meningkatkan kinerja.

Perbedaan penting

Ada beberapa hal yang membuat deliberate practice ini berbeda dengan dengan latihan biasa.

Latihan ini terbatas pada bidang-bidang di mana sudah ada akumulasi pengetahuan tentang kegiatan pelatihan yang efektif.

Latihan ini juga melibatkan seorang pengajar atau pelatih yang membutuhkan masukan sesegera mungkin untuk kemudian ditindaklanjuti.

Ericsson mengatakan, "Sangat berbeda dari gagasan praktik naif di mana Anda mencoba melakukan yang terbaik dengan keterampilan yang Anda miliki. Anda benar-benar mengidentifikasi sesuatu yang jauh di luar dari apa yang saat ini dapat Anda lakukan. Dan untuk melakukan itu, Anda benar-benar harus mendorong diri sendiri secara maksimal sehingga Anda dapat secara bertahap mengembangkan tujuan penguasaan yang baru ini. "

Jadi, ini bukan tentang jumlah latihan yang Anda lakukan tetapi cara Anda melakukannya.

Yang berarti siapa pun yang berlatih dengan cara yang benar dapat mencapai hasil tingkat tinggi.

Jadi mengapa tidak banyak orang melakukan ini?

Namun latihan jenis deliberate practice itu sulit.

Latihan ini dilakukan secara berkesinambungan dan sangat membosankan. Jadi, tidak banyak yang mau melewatinya. Sebagian besar dari kita akhirnya mengambil cara yang mudah dan menyerah.

Kekuatan otak

Persepsi umum lainnya adalah masih banyak yang berpikir bahwa pencapaian besar membutuhkan kemampuan atau bakat alami seperti IQ tinggi atau ingatan manusia super.

Untuk sebagian besar abad ke-20 diyakini bahwa kemampuan Anda untuk mengingat informasi yang diberikan dengan cepat terbatas pada sekitar tujuh bagian atau potongan dan tidak dapat ditingkatkan dengan pelatihan.

Pada tahun 1975, profesor Anders Ericsson melakukan penelitian yang membantah klaim tersebut.

Seorang mahasiswa biasa meningkatkan kemampuannya untuk mengingat urutan angka acak dari sekitar tujuh angka menjadi lebih dari 80.

Dia memperoleh pelatihan selama beberapa ratus jam, yang terbagi selama beberapa tahun.

Prestasi mahasiswa tersebut signifikan karena, meskipun dia telah belajar 82 angka dalam urutan pada saat eksperimen berakhir, tidak ada yang menunjukkan bahwa dia telah mencapai batas dalam meningkatkan keterampilan ingatannya dengan latihan.

Mengembangkan metode sendiri

"Yang paling menarik, kami menemukan bahwa cara dia membuat kode dan mengingat angka-angka berubah secara mendasar dengan latihan. Alih-alih hanya melatih mereka - mengatakannya berulang-ulang - sampai Anda mengingatnya, dia mampu mengubahnya menjadi kode yang bermakna dan menghubungkannya dengan pengetahuan," kata Ericsson.

Dengan mengadaptasi rutinitas hariannya, mahasiswa dapat belajar urutan yang jauh lebih lama daripada kebanyakan orang.

"Dalam kasusnya dia adala pelari, jadi dia menganggap kelompok tiga digit sebagai waktu lari untuk berbagai jenis balapan. Jadi itu menunjukkan bahwa faktor pembatas memori bisa ditingkatkan. "

Faktor-faktor yang membatasi

Adakah yang bisa menghambat prestasi yang luar biasa?

Ericsson dan Pool berpendapat bahwa, dengan pengecualian tinggi dan ukuran tubuh, gagasan bahwa kita dibatasi oleh faktor genetik tidak lebih dari mitos yang membahayakan.

Mereka mengatakan bahwa kondisi bawaan, fisik, mental dan kesehatan bersama dengan penyakit atau gangguan adalah beberapa kendala yang jelas.

Dan bahkan jika Anda berada dalam puncak kesehatan fisik, aspek fisik lain seperti tinggi badan, atau ukuran tubuh juga berkontribusi pada kemampuan Anda untuk melakukan tugas.

Jika Anda terlahir dengan suara sopran, misalnya, itu akan menjadi tantangan bernyanyi bass.

Anak yang 'memiliki keajaiban'

Dalam bukunya yang berjudul Blueprint, Robert Plomin mengajukan hipotesis bahwa bakat dipengaruhi oleh DNA.

Plomin berpendapat bahwa faktor genetik dapat memengaruhi kemampuan untuk menjadi seorang juara.

Ini menimbulkan pertanyaan: peran apa yang dimainkan gen?

"Orang bertanya-tanya bagaimana [komposer] Mozart dan [pegolf] Tiger Woods bisa berprestasi di tingkat dunia dalam usianya yang masih sangat muda. Mustahil jika mereka hanya berlatih biasa. Jika kita melihat lebih cermat, kita akan menemukan bahwa dalam semua kasus luar biasa ini, orang tua membantu anak, kerap dimulai sekitar dua atau tiga tahun," kata Ericsson.

Jadi, menurutnya, di balik kisah sukses fenomenal terletak kerja keras orang tua yang cukup terampil untuk membantu anak.

"Anak-anak ajaib ini, jelas merupakan hasil dari didikan yang sangat diawasi, membantu mereka mencapai jenis keterampilan yang kemudian diperlihatkan pada usia yang sangat muda," kata Ericsson.

"Jadi, jika kita benar-benar melihat apa yang bisa dimainkan oleh Mozart sebagai seorang anak, kita sekarang dapat menemukan bahwa dengan jenis pelatihan rata-rata, anak-anak benar-benar dapat memperoleh kemampuan bermain bukan hanya jenis-jenis karya yang dimainkan Mozart, tetapi bahkan karya-karya yang lebih kompleks. "

Apa pun yang Anda yakini, harga untuk performa elite jelas sangat tinggi dan mereka yang mencapai tingkat kinerja manusia super seringkali adalah orang-orang yang bersedia mengorbankan segalanya untuk membayarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Upaya Mendeteksi Minat pada Anak sejak Dini dalam Buku Bimbingan Karier

Upaya Mendeteksi Minat pada Anak sejak Dini dalam Buku Bimbingan Karier

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 12:55 WIB

Review Good Boy: Aksi Brutal Mantan Atlet Jadi Polisi yang Bikin Tegang

Review Good Boy: Aksi Brutal Mantan Atlet Jadi Polisi yang Bikin Tegang

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:25 WIB

Musuh Terbesar Atlet Wanita Bukan Lawan di Lapangan, Tapi Stigma dan Body Shaming!

Musuh Terbesar Atlet Wanita Bukan Lawan di Lapangan, Tapi Stigma dan Body Shaming!

Your Say | Senin, 16 Maret 2026 | 17:09 WIB

Simpul Maut Hiroshima: Satir Ilmuwan Bom Atom dalam Buaian Kucing

Simpul Maut Hiroshima: Satir Ilmuwan Bom Atom dalam Buaian Kucing

Your Say | Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:30 WIB

Dulu Lokasi Perang Dunia II, Menhan Bakal Sulap Morotai Jadi Pusat Latihan Militer Kelas Dunia

Dulu Lokasi Perang Dunia II, Menhan Bakal Sulap Morotai Jadi Pusat Latihan Militer Kelas Dunia

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:11 WIB

Skandal Kickboxing Jatim: Atlet Putri Bongkar Dugaan Pelecehan, Menpora Erick Thohir Murka

Skandal Kickboxing Jatim: Atlet Putri Bongkar Dugaan Pelecehan, Menpora Erick Thohir Murka

Sport | Rabu, 11 Maret 2026 | 22:21 WIB

Asah Insting Tempur, TNI AL Gelar Simulasi Halau Serangan Udara di Perbatasan Tarakan

Asah Insting Tempur, TNI AL Gelar Simulasi Halau Serangan Udara di Perbatasan Tarakan

News | Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:15 WIB

Jerat Relasi Kuasa di Balik Prestasi: Mengapa Pelecehan Seksual Bisa Terjadi di Pelatnas?

Jerat Relasi Kuasa di Balik Prestasi: Mengapa Pelecehan Seksual Bisa Terjadi di Pelatnas?

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:10 WIB

Yira Sor Pemain Nigeria Lebih Ngebut dari Manusia Tercepat di Dunia Usain Bolt

Yira Sor Pemain Nigeria Lebih Ngebut dari Manusia Tercepat di Dunia Usain Bolt

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:00 WIB

Inter Milan Kirim Pemandu Bakat Saat Sassuolo Kalahkan Atalanta, Jay Idzes Dipantau?

Inter Milan Kirim Pemandu Bakat Saat Sassuolo Kalahkan Atalanta, Jay Idzes Dipantau?

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 07:05 WIB

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 23:10 WIB

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:44 WIB

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:32 WIB

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:13 WIB

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:00 WIB

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:30 WIB

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB