Prajurit TNI Hadang Tank Israel di Lebanon, Komandan PMPP: Sudah Sesuai SOP

Dwi Bowo Raharjo
Prajurit TNI Hadang Tank Israel di Lebanon, Komandan PMPP: Sudah Sesuai SOP
Prajurit perempuan Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengikuti patroli di sepanjang perbatasan Lebanon dan Israel pada 23 April 2020. (UN/Pasqual Gorriz/Antara)

Pasukan TNI kemudian menempatkan diri di antara pasukan IDF dan LAF dengan mengibarkan bendera United Nation.

Suara.com - Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang menegaskan langkah prajurit TNI menghadang tank Israel di Lebanon sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Mengingat mereka merupakan pasukan perdamaian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Itu semuanya prosedurnya sesuai dengan SOP yang dikeluarkan oleh PBB. Itu yang kita latihkan di PMPP TNI," kata Victor kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Aksi prajurit TNI di bawah bendera PBB itu terekam dalam video yang disiarkan Lebanese Army berdurasi satu menit, memperlihatkan sejumlah prajurit TNI dengan tenang menghadang Tank Merkava Israel yang menerobos pagar pembatas kedua negara di "Blue Line", yakni batas netral kedua negara yang terletak di wilayah Adisa, bagian selatan Lebanon

Menurut Victor, para anggota TNI yang akan ditugaskan sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB sudah diberikan pelatihan khusus sebelum menjalankan misi, termasuk di Lebanon.

"Jadi, selama lebih kurang 30 hari sebelum mereka berangkat misi, kita latihkan bagaimana bertindak di 'Blue Line', bagaimana bertindak di 'homebase', semua kita latihkan kepada mereka sesuai dengan SOP yang dikeluarkan PBB," tegasnya.

Ia menyebutkan anggota TNI yang termasuk dalam Kontingen Garuda saat ini berjumlah 1.254 personel, sementara yang bertugas di "Blue Line" Lebanon-Israel sebanyak satu kompi.

Kawasan "Blue Line" Lebanon-Israel memiliki panjang sekitar 400 kilometer yang dijaga pasukan perdamaian PBB dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Jadi, itu dibagi-bagi. Ada yang dari Spanyol, negara lain juga, untuk mengamankan 'Blue Line' itu," kata Victor.

Kebetulan, ketegangan pasukan dua negara yang berujung pada penghadangan dan pengusiran tank Israel itu terjadi di wilayah "Blue Line" yang dijaga pasukan perdamaian PBB dari Indonesia.

Kronologisnya, Victor menceritakan bahwa ketegangan itu diawali masuknya Tank Merkava milik Israel Defence Forces (IDF) di wilayah "Blue Line" yang terpantau pasukan Lebanese Armed Forces (LAF) yang melakukan patroli.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS