alexametrics

Ada Celah Langsung Tembak! Gegara Sandera Jatuh, Perampok Ditembak Mati

Dany Garjito | Hikmawan Muhamad Firdaus
Ada Celah Langsung Tembak! Gegara Sandera Jatuh, Perampok Ditembak Mati
Ilustrasi perampokan. (Shutterstock)

Seorang perampok di Malaysia ditembak mati setelah sanderanya mengalami cedera lutut.

Suara.com - Seorang perampok sebuah bank di Malaysia berhasil ditembak mati setelah wanita yang disanderanya mengalami cedera lutut. Pada saat itu polisi langsung mengambil kesempatan untuk menembak dan berhasil mengenai perampok.

Ratnah Ahab, seorang ibu berusia 56 tahun, mengatakan bahwa sekitar pukul 2 siang waktu setempat, ia dan putranya yang bernama Mardiah Mat Ripi, sedang antre di sebuah bank.

"Tiba-tiba, seorang pria dengan kaus dan muka tertutup memeluk anak saya dari belakang dan mengalungkan sabit di lehernya," ujar Ratnah disadur dari Siakap Keli pada Jumat (19/6/2020).

"Saya terkejut dan pada saat kejadian, saat itu hanya ada 6 pengunjung bank, termasuk saya dan anak saya," lanjutnya.

Baca Juga: Pakai Tas Gucci, Ini Cara Crazy Rich Malaysia Ungkap Jenis Kelamin Anaknya

Ratnah, yang bekerja di Perkebunan Sawit Telok Sengat, memohon kepada perampok untuk membebaskan putranya, dan bertanya tuntutannya.

Perampok tersebut kemudian mengatakan untuk menyerahkan uang sebanyak 20.000 ringgit (sekitar Rp 66 juta). Jika tidak diberikan, sang perampok mengancam akan melukai sanderanya.

Mendengar ancaman tersebut, pejabat dan staf di bank berusaha memasukkan uang ke dalam ransel putih sesuai arahan perampok.

Segera setelah melepaskan Mardiah, perampok menyekap Ratnah tetapi wanita itu jatuh dan tidak bisa bangun karena cedera lutut.

"Pada saat itu, saya mendengar tembakan. Saya melihat perampok itu jatuh ke lantai dan berlumuran darah sementara pelanggan lain membuang sabit dari tangan perampok itu," katanya.

Baca Juga: Malaysia Laporkan 10 Kasus Baru Virus Corona dalam Sehari

Akibat kejadian tersebut, Ratnah mengaku mengalami trauma. Dia dan putranya sudah menjalani pemeriksaan oleh tim medis Rumah Sakit Kota Tinggi.

Komentar