Soroti Kasus Covid-19, Ahli Kesehatan: Indonesia Tak Berupaya Sedari Awal

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 20 Juni 2020 | 14:44 WIB
Soroti Kasus Covid-19, Ahli Kesehatan: Indonesia Tak Berupaya Sedari Awal
Abidinsyah Siregar

Suara.com - Ahli kesehatan Abidinsyah Siregar menganggap Indonesia tidak menyelesaikan adanya pandemi virus Corona (Covid-19) sejak pertama kali datang di awal tahun 2020.

Seharusnya menurut ia, pemerintah Indonesia bisa gerak cepat ketika pemerintah China mulai memberlangsungkan lockdown di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Abidinsyah prihatin ketika mengingat Indonesia sempat menghilangkan kesempatan pada dua bulan tanpa gerakan pencegahan. Bermula ketika pemerintah China mulai mengeluarkan kebijakan kepada seluruh para pendatang untuk meninggalkan kota Wuhan di Januari 2020.

Hingga ratusan ribu pendatang pun kembali ke negaranya masing-masing hingga akhirnya virus itu pun dibawa menyebar termasuk ke Indonesia. Kala itu, Pemerintah Malaysia sempat mengumumkan ada wisatawan terkena Covid-19 setelah melancong di tanah air.

"Indonesia tidak bikin apa-apa, (bilang) enggak ada, enggak ada, sampai Maret setelah ada kasus baru nyadar," kata Abidinsyah dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (20/6/2020).

Setelah muncul kasus pertama di Indonesia, Abidinsyah mengungkapkan kalau mesti diakui kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pun tidak optimal. Beragam pendapat, pandangan hingga pembentukan gugus tugas pun dilakukan dengan kondisi berubah-ubah.

"Nah, apa yang terjadi sekarang ini adalah masyarakat menjadi enggak percaya, kepercayaan mereka menurun terhadap apa saja yang dinyatakan oleh pemerintah," ujarnya.

Apalagi ia berpendapat bahwa saat ini Indonesia tengah menghadapi situasi kritis dilihat dari sisi kesehatan. Sebab, saat ini penambahan jumlah kasus Covid-19 bisa mencapai angka 10 ribu dalam kurun waktu 10 hari.

Padahal beberapa bulan yang lalu, penambahan jumlah kasus Covid-19 untuk angka 10 ribu itu bisa terjadi dalam kurun waktu 50 hari.

Dengan adanya kondisi tersebut, Abidinsyah menganggap kalau pemerintah itu tidak 'gerak cepat' dalam menyelesaikan pandemi Covid-19 sedari awal.

Ia kembali membawa kepada ingatan saat kasus-kasus baru yang muncul di Indonesia. Juru bicara pemerintah saat itu menyebut ada imported cases, namun tidak ditelusuri lebih lanjut.

"Sama seperti kita juga bahwa kita tidak menyelesaikannya sejak dari awal. ini kan ada tiga penyebarannya, local transmission ketika masih di Wuhan, imported cases ketika orang-orang terbang pulang ke negara masing-masing, harusnya yang pulang itu dicegat semua. Dipastikan dulu," ujarnya.

"Bapak Prsiden dalam satu rapat terbatas mengatakan itu ada hampir satu jutaan pelintas batas WNA dan WNI masuk Indonesia ada business man, ada pelajar, tapi ada juga pekerja yang dipulangkan. Nah 1 juta itu kan harus ditemukan pada waktu itu tapi tidak dilakukan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Kesehatan Tantang Menkeu Purbaya Buka Dialog Soal Kebijakan Cukai Rokok

Ahli Kesehatan Tantang Menkeu Purbaya Buka Dialog Soal Kebijakan Cukai Rokok

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 13:20 WIB

Pakar: Belum Ada Bukti bahwa Kemasan Makanan Berbahan Polikarbonat Bahayakan Kesehatan

Pakar: Belum Ada Bukti bahwa Kemasan Makanan Berbahan Polikarbonat Bahayakan Kesehatan

Press Release | Selasa, 22 November 2022 | 16:15 WIB

5 Fakta dari Ahli Kesehatan yang Harus Anda Ketahui tentang Larangan Aborsi

5 Fakta dari Ahli Kesehatan yang Harus Anda Ketahui tentang Larangan Aborsi

Your Say | Selasa, 05 Juli 2022 | 17:20 WIB

Terkini

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB

Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!

Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:00 WIB

Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman

Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:21 WIB

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:06 WIB

Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:53 WIB

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:43 WIB

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:30 WIB

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:25 WIB

Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC

Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:02 WIB

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB