Makin Memanas, Korea Utara Siap Balas Selebaran yang Dikirim dari Korsel

Dany Garjito, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 20 Juni 2020 | 20:01 WIB
Makin Memanas, Korea Utara Siap Balas Selebaran yang Dikirim dari Korsel
Korea Utara. (Pexels/Simon Rosengren)

Suara.com - Korea Utara bersiap untuk mengirim selebaran propaganda di perbatasan sebagai balasan dari aksi yang sering dirikim pembelot Korut.

Menyadur The Star pada Sabtu (20/6/2020), rencana Korut tersebut sebagai bentuk kecaman kepada pembelot yang sering mengirimkan selebaran dari Korea Selatan ketika ketegangan bilateral meningkat.

"Orang-orang di Korea Utara secara aktif telah melakukan persiapan untuk meluncurkan distribusi selebaran skala besar," kata kantor berita negara KCNA.

"Setiap tindakan harus ditanggapi dengan reaksi yang tepat dan hanya ketika seseorang mengalaminya sendiri, seseorang dapat merasakan betapa tersinggungnya," tambah KCNA.

Korea Utara telah menyalahkan para pembelot yang berada di Korea Selatan karena meluncurkan selebaran di seberang perbatasan dan mengancam aksi militer.

Pada hari Selasa, (16/6/2020), Pyongyang meledakkan kantor penghubung antar-Korea untuk menunjukkan ketidaksenangannya terhadap para pembelot dan Korea Selatan karena tidak menghentikan mereka meluncurkan selebaran.

Satu kelompok yang dipimpin oleh pembelot Korea Utara mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah membatalkan rencana untuk mengirim ratusan botol plastik yang diisi dengan beras, obat-obatan dan masker ke Korea Utara dengan melemparkannya ke laut dekat perbatasan.

Korea Utara dan Selatan hingga kini masih terus berseteru dengan melakukan kampanye selebaran selama beberapa dekade.

Militer Korea Selatan pernah meluncurkan selebaran anti-Utara melintasi zona demiliterisasi, namun kegiatan tersebut telah berakhir pada 2010.

Beberapa kelompok yang dipimpin oleh pembelot secara teratur mengirim selebaran bersama dengan makanan, uang kertas 1 dolar, radio mini, dan USB yang berisi drama dan berita Korea Selatan. Pengiriman tersebut biasanya menggunakan balon melewati perbatasan atau dalam botol melalui sungai.

Pyongyang juga menggunakan balon untuk mengirim selebaran anti-Selatan. Warga Korea Selatan sebelumnya diberi hadiah alat tulis jika mereka melaporkan selebaran yang dikirim oleh Korut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Menarik It's Okay to Not Be Okay

5 Fakta Menarik It's Okay to Not Be Okay

Video | Jum'at, 19 Juni 2020 | 18:47 WIB

Authoritarian Leadership Style: Gaya Kepemimpinan yang Dipakai Kim Jong-un

Authoritarian Leadership Style: Gaya Kepemimpinan yang Dipakai Kim Jong-un

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2020 | 12:19 WIB

Ini Penjelasan PSSI Mengapa TC Timnas Harus Dilakukan di Indonesia

Ini Penjelasan PSSI Mengapa TC Timnas Harus Dilakukan di Indonesia

Bola | Jum'at, 19 Juni 2020 | 11:46 WIB

Terkini

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:17 WIB

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:15 WIB

Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar

Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:54 WIB

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Masuk 10 Besar Pelestari Budaya di Festival Piala Presiden

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Masuk 10 Besar Pelestari Budaya di Festival Piala Presiden

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:29 WIB

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:54 WIB

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:49 WIB

Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:33 WIB

Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik

Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:28 WIB

Jakarta Core: Ketika Anak Muda Belajar Jatuh Cinta pada Kotanya Sendiri

Jakarta Core: Ketika Anak Muda Belajar Jatuh Cinta pada Kotanya Sendiri

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:26 WIB

Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan

Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:11 WIB