Selain Merawat Pasien Covid-19, Perawat di Dunia juga Hadapi Masalah Lain

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 01 Juli 2020 | 10:43 WIB
Selain Merawat Pasien Covid-19, Perawat di Dunia juga Hadapi Masalah Lain
Seorang staf medis dengan pakaian pelindung terlihat di depan seorang pasien dengan penyakit virus Corona Covid-19 di dalam sebuah unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit San Raffaele, Milan, Italia, Jumat (27/3/2020). [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]

Suara.com - Para pekerja medis di dunia saat ini bukan hanya sedang berjuang merawat pasien Covid-19, namun juga menghadapi masalah kekerasan, pelecehan, dan penolakan.

Menyadur South China Morning Post pada Rabu (1/7/2020), para pekerja medis juga menghadapi kekerasan dan pelecehan, yang justru dilakukan oleh pasien yang mereka coba bantu.

Contoh pertama datang di kota Wuhan di China, pusat penyebaran awal virus corona.

Media setempat melaporkan adanya dokter yang dipukuli dan diancam oleh seseorang karena tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit yang penuh sesak.

Ketika virus menyebar, laporan serangan terhadap petugas medis muncul di negara lain, beberapa terkait dengan informasi yang salah di media sosial.

Komite Palang Merah Internasional mengatakan bahwa mereka mendapatkan 208 laporan terkait insiden terhadap tenaga kesehatan profesional di berbagai negara antara akhir Februari hingga April.

Kebanyakan laporan tersebut adalah kasus pelecehan dan kekerasan, serta stigmatisasi untuk mengobati penyakit.

Selain ancaman fisik, Organisasi Kesehatan Dunia secara terpisah melaporkan lonjakan serangan cyber terkait pandemi.

Ilustrasi perawat (Pexels/skeeze)
Ilustrasi perawat (Pexels/skeeze)

"Apa yang telah ditunjukkan oleh krisis ini adalah bahwa kita menghadapi masalah semacam ini, sayangnya, di semua negara dan semua keadaan," kata Maciej Polkowski, kepala inisiatif Perawatan Kesehatan dalam Bahaya di Komite Internasional Palang Merah.

Polkowski juga menjelaskan bahwa kekerasan dilakukan oleh orang-orang atau keluarga pasien yang dipicu karena menunggu terlalu lama di rumah sakit dan penolakan untuk mematuhi langkah-langkah pengendalian infeksi, kata

Selain laporan dari Tiongkok, seorang pria di Inggris dipenjara selama enam bulan karena menendang dan meludahi perawat saat dirawat di rumah sakit.

Setelah serangkaian insiden pada tenaga medis, negara bagian New South Wales di Australia memperkenalkan denda on-the-spot sebesar 5.000 dolar (Rp 49 juta) bagi orang-orang yang batuk atau meludahi petugas medis.

"Itu perilaku yang sangat mengerikan dan saya sangat sedih bahwa pemerintah kita harus merespons dengan cara ini," kata Brad Hazzard, Menteri Kesehatan dan Penelitian Medis New South Wales pada 8 April.

Kasus-kasus lain yang melibatkan ancaman atau perlakuan sewenang-wenang terhadap petugas kesehatan adalah orang-orang yang menolak untuk dikarantina karena mereka tidak percaya akan kebijakan tersebut, atau karena mereka tidak ingin kehilangan pekerjaan, kata Polkowski.

Dewan Perawat Internasional mengatakan bahwa rata-rata, 7 persen dari kasus Covid-19 di seluruh dunia adalah menyerang petugas kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Covid-19, Airbus PHK 15 Ribu Karyawannya

Akibat Covid-19, Airbus PHK 15 Ribu Karyawannya

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2020 | 08:04 WIB

Covaxin, Kandidat Vaksin Covid-19 dari India yang Memasuki Tahap Uji Klinis

Covaxin, Kandidat Vaksin Covid-19 dari India yang Memasuki Tahap Uji Klinis

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 07:45 WIB

Jakarta Fashion Week Gelar Audisi Model Secara Virtual

Jakarta Fashion Week Gelar Audisi Model Secara Virtual

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2020 | 07:35 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB