Kurangi Limbah, Jepang Terapkan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 02 Juli 2020 | 12:08 WIB
Kurangi Limbah, Jepang Terapkan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar
Pedagang melayani pembeli dengan kantong plastik di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (3/7). Foto sebagai ilustrasi.[Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Jepang mulai mengenakan biaya untuk setiap kantong plastik yang diminta oleh pelanggan. Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi limbah plastik, sesuai dengan janji Pemerintah Jepang.

Menyadur Channel News Asia, Kamis (2/7/2020), para pedagang menerapkan plastik berbayar tersebut mulai Rabu (1/7). Pihak toko dapat memutuskan biayanya sendiri, namun untuk patokan harga sekitar 3 yen (Rp 400) untuk setiap kantong plastik.

Aturan baru tersebut langsung berdampak pada masyarakat yang mulai membawa kantong belanjaan sendiri.

"Saya membeli barang-barang di sebuah toko swalayan setiap pagi. Saya tahu (kantong plastik) mulai dikenakan biaya, jadi saya membawa tas saya sendiri." ujar salah satu toko kepada kantor berita NHK.

Pengunjung di Jepang sering terkejut dengan jumlah kemasan yang digunakan dalam transaksi satu kali transaksi. Bahkan sebagian besar toko-toko membungkus pisang secara terpisah setiap satu sisir.

Menurut data PBB, Jepang dikenal menghasilkan lebih banyak limbah kemasan plastik per kapita daripada negara mana pun selain Amerika Serikat. Para pegiat lingkungan mengkritik Tokyo karena bergerak terlalu lambat dalam mengurangi konsumsi plastik.

"Jepang berjanji untuk mengekang penggunaan plastik yang berlebihan dan mengkaji tentang cara penggunaan dengan bijak" menurut dokumen kebijakan terbaru tersebut.

Menurut pemerintah Jepang biaya yang dikenakan bertujuan untuk mendorong masyarakat agar berpikir dua kali jika akan menggunakan kantong plastik.

Pada tahun 2018, Jepang berjanji akan mengurangi 9,4 juta ton sampah plastik per tahun pada tahun 2030. Dan pertemuan di Osaka tahun lalu, para pemimpin dari negara-negara besar G20 sepakat untuk mengurangi limbah plastik.

baca juga

Jepang memuji sistem pengelolaan limbah dan mengatakan lebih dari 80 persen limbah plastiknya didaur ulang. Namun, proses daur ulang tersebut menghasilkan karbon dioksida dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cyberpunk 2077 Kena Sensor di Jepang, Ini Perubahan yang Terjadi

Cyberpunk 2077 Kena Sensor di Jepang, Ini Perubahan yang Terjadi

Tekno | Rabu, 01 Juli 2020 | 15:50 WIB

Pengunjung Bonbin di Jepang Bantu Diet Gajah, Hasilnya: Turun 200 Kg

Pengunjung Bonbin di Jepang Bantu Diet Gajah, Hasilnya: Turun 200 Kg

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 14:36 WIB

Dilarang Pakai Kantong Plastik di Jakarta Hari Ini, Bisa Didenda Rp 25 Juta

Dilarang Pakai Kantong Plastik di Jakarta Hari Ini, Bisa Didenda Rp 25 Juta

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 11:35 WIB

Terkini

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:17 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:14 WIB

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Sebut Persidangan Akal-akalan

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Sebut Persidangan Akal-akalan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana

Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04 WIB

Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola

Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:59 WIB

Bahlil Lempar Candaan Sebut Polemik Minyak dan Gas: "Hati-hati Bahaya Ini"

Bahlil Lempar Candaan Sebut Polemik Minyak dan Gas: "Hati-hati Bahaya Ini"

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×