Eks Tapol Papua Curhat Dipalak Napi Rutan Salemba, Begini Respons Yasonna

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Senin, 13 Juli 2020 | 14:35 WIB
Eks Tapol Papua Curhat Dipalak Napi Rutan Salemba, Begini Respons Yasonna
Surya Anta Ginting, aktivis Front Rakyat Indonesia untuk West Papua yang dijadikan tersangka kasus pengibaran bendera Bintang Kejora di depan Istana Negara, saat dijenguk keluarga dan kawannya. [dokumentasi]

Suara.com - Eks tahanan politik (tapol) Papua, Surya Anta Ginting mengungkapkan adanya aksi pemalakan yang dilakukan narapina yang sudah lama mendekam di Rumah Tahanan Salemba.

Dia mengaku, aksi pungutan liar itu terjadi ketika dirinya dipindahkan ke Rutan Salemba dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Cerita itu diungkap Surya Anta melalui akun Twitter pribadinya, @SuryaAnta.

Menurutnya, kisaran uang pungli yang diminta narapidana lama itu berbeda-beda mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta. Namun, Surya Anta mengaku tak sampai harus membayar uang sebanyak itu ketika para tahanan lain mengetahui bahwa dia dan tapol Papua lainnya merupakan aktivis.

"Saat hari pertama masuk penampingan di OT-IN (dimintain uang) oleh tahanan lama. Saya diminta 1 juta di lapak Palembang. @dano_tabuni diminta 3 juta di lapak Lampung. Akhirnya kamu berlima bayar 500 ribu karena setelah para tahanan lain tahu kalau kami ini aktivis bukan anak pejabat,” kata Surya dikutip Suara.com, Senin (13/7/2020).

Selain soal pemalakan, Surya membeberkan soal kebobrokan lain yang ada di Rutan Salemba seperti kapasitas ruangan yang melebihi kapasitas sehingga para napi harus tidur secara berdesakan. 

Dia juga mengatakan, bahwa hidup sebagai tahanan tak berarti ada jaminan kehidupan dari negara. Sebab untuk jatah makan dengan nasi dan lauk seadanya saja tidak mencukupi untuk semua narapidana.

Karena tidak mencukupi, mereka para narpidana terkadang masih harus membeli semua kebutuhannya sendiri mulai dari nasi, lauk pauk hingga peralatan untuk mandi cuci kaktus (MCK).

Tak jarang kondisi itu membuat mereka bertindak kriminal kepada sesama narapidana atau menjalankan bisnis di dalam penjara semisal menjual narkoba.

baca juga

"Karena biaya hidup di penjara mahal. Survival napi macem-macem. Ada yang nyopet. Ada yang nyiletin kantong temannya. servis elektronik. Pijat. Jadi tamping (tahanan pendamping) yang juga ada beberapa yang mesti bayar. Jualan nasi. Jualan narkoba. Atau jadi BNN (bagian nagih-magih) alias tukang pukul," kata Surya.

Bagi Surya, semua kehidupan di penjara bak hidup di hutan rimba di mana yamg kuat yang bisa bertahan. Dari balik penjara, Surya juga melihat di mana ada kelas-kelas sosial antara narapidana. Ada narapidana yang berpakaian necis dan memiliki sel khusus yang berbayar, sebaliknya ada juga narapidana yang kondisinya memprihatinkan.

"Jadi kelas sosial di penjara itu nyata banget. Napi kaya, koruptor misalnya, bisa beli kamar di Blok O seharga 50-70 juta. Belum uang mingguannya. Gak perlu masuk penampungan atau mapenaling dulu kayak kami selama 1 bulan. Bahkan Napi dari blok lain gak bisa main-main ke Blok O ini," tutur Surya.

Dalam cuitannya Surya turut mengunggah beberapa foto keadaan selama ia dan tapol lainnya berada di Rutan Salemba. Surya turut menjelaskan mengapa dirinya memiliki dokumentasi selama di sel.

"Oh ya, kenapa bisa ada dokumentasi ini bisa ada. Karena di penjara jual beli & servis HP ada. Bisnis narkoba lancar. Bisnis transfer & terima uang kiriman juga lancar. Warung makanan ada. Petugas tahu itu Jual beli farfum ada. Yg gak ada prostitusi, sblm 2016 kata para Napi lama ada," ujar Surya.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly angkat bicara terkait cerita Tapol Papua yang membeberkan kebobrokan Rutan Salemba. 

Terkait hal itu, Yasonna mengklaim telah memerintahkan Dirjen PAS untuk menyelidiki atau menginvestigasi Rutan Salemba seiring adanya pengakuan Surya tersebut.

Namun, Yasonna masih enggan memastikan apakah kondisi Rutan Salemba seperti pengakuan Surya atau tidak.

"Ya kan harus diperiksa dulu dong, benar atau tidaknya, gimana sih. Sekarang kan ada tim, dari dulukan sudah harus kita periksa kalau ada yang bersalah harus ditindak," ujar Yasonna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kongres Diundur, Yasonna Tegaskan PDIP Masih Solid: Mana Ada Beda-beda Sikap, Solid!

Kongres Diundur, Yasonna Tegaskan PDIP Masih Solid: Mana Ada Beda-beda Sikap, Solid!

News | Kamis, 17 April 2025 | 12:56 WIB

Di DPR, Natalius Pigai Ungkap Wacana Prabowo Beri Amnesti ke Tapol Papua: Bukan buat Mereka yang Bersenjata!

Di DPR, Natalius Pigai Ungkap Wacana Prabowo Beri Amnesti ke Tapol Papua: Bukan buat Mereka yang Bersenjata!

News | Rabu, 05 Februari 2025 | 12:21 WIB

Prabowo Berencana Beri Amnesti Tapol Papua, Legislator PKB: Pendekatan Baru Ciptakan Perdamaian

Prabowo Berencana Beri Amnesti Tapol Papua, Legislator PKB: Pendekatan Baru Ciptakan Perdamaian

News | Rabu, 29 Januari 2025 | 12:40 WIB

Ronny Sompie Buka Suara Soal Pencopotan Jabatan Terkait Harun Masiku, Yasonna Laoly Lebih Paham?

Ronny Sompie Buka Suara Soal Pencopotan Jabatan Terkait Harun Masiku, Yasonna Laoly Lebih Paham?

News | Jum'at, 03 Januari 2025 | 17:11 WIB

PDIP Beberkan 3 Skenario Pemecatan Yasonna Laoly oleh Jokowi Jelang Akhir Masa Jabatan

PDIP Beberkan 3 Skenario Pemecatan Yasonna Laoly oleh Jokowi Jelang Akhir Masa Jabatan

Video | Rabu, 21 Agustus 2024 | 21:30 WIB

Profil Supratman Andi Agtas Menkumham Pengganti Yasonna Laoly, Pernah Dicopot dari Ketua Baleg DPR RI

Profil Supratman Andi Agtas Menkumham Pengganti Yasonna Laoly, Pernah Dicopot dari Ketua Baleg DPR RI

News | Senin, 19 Agustus 2024 | 12:11 WIB

Resmi Gantikan Politisi PDIP, Menkumham Baru Supratman Andi Agtas Punya Harta Rp18,4 Miliar

Resmi Gantikan Politisi PDIP, Menkumham Baru Supratman Andi Agtas Punya Harta Rp18,4 Miliar

News | Senin, 19 Agustus 2024 | 10:34 WIB

Copot Yasonna Laoly, Jokowi Resmi Lantik Supratman Andi Atgas jadi Menkumham Baru

Copot Yasonna Laoly, Jokowi Resmi Lantik Supratman Andi Atgas jadi Menkumham Baru

News | Senin, 19 Agustus 2024 | 10:07 WIB

Soal Kabar Yasonna dan Bintang Puspayoga Bakal Kena Reshuffle, Elite PDIP: Selama Ini Cuma Isu!

Soal Kabar Yasonna dan Bintang Puspayoga Bakal Kena Reshuffle, Elite PDIP: Selama Ini Cuma Isu!

News | Selasa, 13 Agustus 2024 | 16:27 WIB

Tanya Menkumham, Megawati: Jadi Menteri Ngapain Lho, Anak Buah Kita Ditarget Melulu

Tanya Menkumham, Megawati: Jadi Menteri Ngapain Lho, Anak Buah Kita Ditarget Melulu

News | Jum'at, 05 Juli 2024 | 17:12 WIB

Terkini

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:23 WIB

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:51 WIB

Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan

Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:38 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:19 WIB

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB