Reklamasi Ancol, KIARA Sindir Pembicara ILC: Jangan Religius sama Seseorang

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 15 Juli 2020 | 10:54 WIB
Reklamasi Ancol, KIARA Sindir Pembicara ILC: Jangan Religius sama Seseorang
Sekretaris Jenderal Kiara, Susan Herawati (tengah). (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Sekjen Koalisi Rakyat untuk Perikanan (KIARA) Susan Herawati memberikan sindiran menohok untuk para pembicara dalam acara Indonesian Lawyers Club (ILC) TVOne yang mengupas tentang reklamasi Ancol, Jakarta. Ia menyebut agar siapapun tidak perlu religius terhadap seseorang.

Dalam ILC TVOne bertajuk 'Reklamasi Ancol: Anies Ingkar Janji?' pada Selasa (14/7/2020) malam, ada sejumlah narasumber yang hadir. Beberapa narasumber memberikan dukungan terhadap reklamasi Ancol seperti Sekda DKI Jakarta Saefullah, Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Geisz Chalifah, Ketua II PA 212 Haikal Hassan.

Susan mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari forum diskusi yang didatanginya malam itu. Ia memberikan sindiran menohok bagi para narasumber yang mendukung reklamasi Ancol.

"Saya belajar banyak dari forum ini, saya menarik kesimpulan kita sebagai manusia tidak terlalu religius terhadap seseorang," kata Susan seperti dikutip Suara.com, Rabu (15/7/2020).

Pernyataan Susan tersebut sontak menjadi sorotan. Budayawan Ridwan Saidi langsung menanyakan maksud dari Susan tersebut.

"Bisa dijelaskan nggak 'nggak boleh religius terhadap seseorang'?" tanya Ridwan.

Susan menjelaskan maksud dari pernyataannya itu. Ia menegaskan setiap orang harus berkata jujur mengenai suatu kebenaran atau kesalahan dan tidak menutupi kebenaran demi suatu kepentingan.

"Artinya gini, jika ada yang salah dan benar harus jujur mengatakan itu benar atau salah. Bukan karena ada kepentingan tertentu mengatakan ini benar," tegasnya.

Susan juga meminta agar isu sumber daya alam tidak dijadikan sebagai komoditas politik untuk meraih dukungan. Susan juga mencontohkan kasus reklamasi di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

baca juga

Pemerintah berencana membangun masjid apung di lokasi reklamasi Pantai Losari. Namun, proyek tersebut menjadi gagal karena menjadikan agama sebagai alat legitimasi untuk proyek reklamasi.

"Mungkin kita bisa belajar dari Pantai Losari yang gagal membangun Masjid Apung," ungkapnya.

Reklamasi Ahok vs Anies

Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Geisz Chalifah membandingkan reklamasi laut di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta terdahulu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Gubernur DKI Jakarta kini Anies Rasyid Baswedan. Menurutnya, reklamasi di era Anies lebih bermanfaat untuk rakyat.

"Warga Negara Indonesia, warga Jakarta tidak punya kedaulatan terhadap pulau itu, nggak bisa masuk, diawasi ketat, kita nggak bisa masuk daerah di tanah air sendiri. Sekarang ini lebih bermanfaat bagi rakyat, jelas fakta tidak ada orang yng diusir dari sana," ungkap Geisz.

Pernyataan Geisz Chalifah tersebut langsung dibantah oleh Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Susan Herawati. Susan menegaskan reklamasi tidak ada kaitannya dengan periode kepemimpinan gubernur, karena siapapun pemimpinnya reklamasi tetaplah reklamasi.

"Kalau ngomongin reklamasi bukan urusan sebelum atau sekarang, bagi kami reklamasi tetap reklamasi, peruntukan ruangnya untuk siapa itu yang menjadi masalah," tegas Susan.

Susan juga menegaskan, KIARA sejak awal selalu konsisten untuk menentang reklamasi. Tak hanya di era kepemimpinan Anies, reklamasi di era Ahok juga tak luput dari penolakan keras.

"Kalau dalam konteks reklamasi merampas ruang hidup bahari maka itu wajib ditolak. Jadi tidak ada urusan antara Ahok dan Anies. Kami sejak awal konsisten melawan keduanya," tutur Susan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Anies Ingkar Janji Reklamasi Ancol, Haikal Hassan: Itu Ulah Buzzer

Bantah Anies Ingkar Janji Reklamasi Ancol, Haikal Hassan: Itu Ulah Buzzer

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 07:35 WIB

KIARA: Anies Mainkan Isu Agama untuk Bungkam Kritik Reklamasi Ancol

KIARA: Anies Mainkan Isu Agama untuk Bungkam Kritik Reklamasi Ancol

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 13:40 WIB

Reklamasi Ancol, Guntur Romli: Anies Lagi Jilat Ludahnya Sendiri

Reklamasi Ancol, Guntur Romli: Anies Lagi Jilat Ludahnya Sendiri

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 08:10 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×