Sekolah SPK Menjaga Nilai-Nilai Budaya Indonesia

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 28 Juli 2020 | 14:27 WIB
Sekolah SPK Menjaga Nilai-Nilai Budaya Indonesia
Ilustrasi Anak Belajar Online di Rumah. (Shutterstock)

Keharusan sekolah SPK untuk memperhatikan nilai budaya dan selalu menjaga nilai ke-Indonesiaan diamini oleh Imam Husnan Nugroho. Kepala sekolah SMA Kharisma Bangsa, Banten, ini mengatakan, pada hari-hari besar nasional, SPK Kharisma Bangsa selalu berusaha merayakannya bersama dengan siswa-siswinya.

Upacara-upacara Hari Pendidikan Nasional, Hari Sumpah Pemuda, Hari Kartini, dan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, selalu menjadi bagian dari kehidupan pembelajaran SPK Kharisma Bangsa setiap tahun. Tak lupa di Hari Kartini, mereka pun diwajibkan memakai pakaian daerah Indonesia.

Upaya menjaga nilai-nilai ke-Indonesiaan ini juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan sosial, yang merupakan wujud kepedulian Kharisma Bangsa bagi sesama.

“Di saat hari raya Idul Adha, kami biasa melakukan pemotongan hewan kurban. Kegiatan ini dilakukan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang telah dilimpahkan-Nya dan untuk meningkatkan rasa sayang terhadap sesame, dengan berbagi rezeki berupa daging kurban," kata Imam.

Selain berkurban, SPK Kharisma Bangsa juga memberikan paket bagi anak-anak yatim saat Maulid Nabi. Untuk tujuan tersebut, Kharisma Bangsa melakukan pengumpulan dana dan pembagian paket atau bingkisan pendidikan bagi anak-anak yatim dari lingkungan sekitar sekolah.

Tak lupa di saat Ramadan, sekolah ini juga melakukan serangkaian kegiatan, seperti buka puasa bersama anak yatim, pembagian paket buka puasa dan sembako untuk fakir miskin dan masyarakat sekitar.

Di samping kegiatan-kegiatan sosial dalam bidang keagamaan, Kharisma Bangsa juga memiliki empat jenis beasiswa yang diberikan kepada anak didik dan masyarakat pada umumnya. Keempat beasiswa tersebut adalah beasiswa prestasi olimpiade sains, beasiswa olahraga, beasiswa tahfiz Quran, dan beasiswa yatim dan lingkungan.

"Beasiswa keempat, yaitu bagi yatim dan lingkungan, diberikan khusus bagi mereka yang tak mampu," tegas Imam. Nilai-nilai budaya dan ke-Indonesiaan tentu mutlak dijaga. Kualitas pendidikan akademis harus berjalan beriringan dengan rasa peduli pada sesama.

Nilai Keislaman Mutiara Harapan Islamic School
SPK Mutiara Harapan Islamic School (MHIS) pun menyatakan punya cara untuk menjaga nilai-nilai keislaman anak-anak didiknya. SPK yang terletak di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, ini memiliki tujuan untuk melahirkan lulusan yang berdaya saing, baik secara nasional maupun internasional melalui program-program unggulan.

baca juga

"Kami ingin menumbuhkan potensi siswa secara maksimal dalam aspek nilai-nilai Keislaman dan memiliki profil lulusan yang berdaya saing baik nasional maupun internasional melalui program-program unggulan," ujar Kepala SD dan SMP Mutiara Harapan Islamic School, Jamaludin.

Salah satu keunggulan yang patut dibanggakan MHIS saat ini adalah sejumlah kompetisi bertaraf nasional dan internasional yang berhasil diikuti para siswa, yaitu ICAS, English speech contest, dan English spelling Bee, telah dimenangkan para murid MHIS.

Jamaludin menambahkan, sekolah yang ia pimpin tersebut merupakan satu-satunya Sekolah Islam SPK yang terakreditasi A pada tahun 2020 angkatan pertama.

Selain nilai keislaman, Jamaludin menilai, fasilitas sekolah, sarana dan prasarana juga merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar. Menurutnya, penggunaan fasilitas harus mengacu pada tujuan pembelajaran, metode, dan penilaian siswa.

MHIS sendiri memiliki fasilitas pendukung pembelajaran, antara lain lapangan olahraga, laboratorium IPA, ruang multimedia, ruang sumber belajar, area seni, perpustakaan, mushala, mini theatre, ruang bimbingan dan konseling, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), area bermain, panggung siswa, dan kantin.

"Selain fasilitas fisik, sekolah juga memiliki dedicated internet. Selama home learning, kami menjalankan Students and Parents Support, yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendidikan dan kondisi psikologis siswa dan orangtua selama home learning," tambahnya.

Jamaludin menyebut, MHIS memiliki beberapa target dalam mencetak generasi unggul melalui program-program yang disediakan, termasuk melaksanakan pendekatan yang lebih inovatif dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas mutu pembelajaran daring (Online Learning) dengan memaksimal fungsi Learning Management System (LMS) sekolah sebagai upaya digitalisasi pendidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kreatif, Handy Talky Jadi Alternatif Pengganti Kelas Online

Kreatif, Handy Talky Jadi Alternatif Pengganti Kelas Online

Tekno | Selasa, 28 Juli 2020 | 08:00 WIB

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI, Selasa 28 Juli 2020: Bilangan Bulat

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI, Selasa 28 Juli 2020: Bilangan Bulat

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 06:30 WIB

Ortu Protes, Materi Belajar di Rumah Terlalu Banyak dan Sulit Diserap Anak

Ortu Protes, Materi Belajar di Rumah Terlalu Banyak dan Sulit Diserap Anak

Health | Senin, 27 Juli 2020 | 19:18 WIB

Keberhasilan Anak Belajar di Rumah Sangat Tergantung pada Peran Orangtua

Keberhasilan Anak Belajar di Rumah Sangat Tergantung pada Peran Orangtua

Health | Senin, 27 Juli 2020 | 17:20 WIB

Tak Butuh Internet, Siswa Sikka Belajar di Rumah Pakai Radio

Tak Butuh Internet, Siswa Sikka Belajar di Rumah Pakai Radio

News | Senin, 27 Juli 2020 | 11:33 WIB

Tips Antibosan Belajar di Rumah Selama Pandemi

Tips Antibosan Belajar di Rumah Selama Pandemi

Your Say | Senin, 27 Juli 2020 | 09:26 WIB

Terkini

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

×