Filipina Buat Masker dari Serat Pohon Pisang, Diklaim Lebih Kuat dari N95

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Kamis, 30 Juli 2020 | 13:42 WIB
Filipina Buat Masker dari Serat Pohon Pisang, Diklaim Lebih Kuat dari N95
Ilustrasi seorang perempuan berkacamata mengenakan masker. [Shutterstock]

Suara.com - Filipina menemukan terobosan baru dengan membuat masker dari serat pohon pisang yang diklaim sama kuatnya dan bisa menggantikan plastik.

Menyadur Indian Express, Filipina membuat masker dari serat pohon pisang abaca, salah satu spesies pisang yang merupakan tumbuhan asli Filipina namun tumbuh liar dengan baik di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi Utara.

"Dengan pandemi ini, jika kita semua membeli topeng yang terbuat dari serat sintetis, mereka akan menumpuk di tempat pembuangan karena mereka membutuhkan waktu lama untuk terurai," kata Kepala Badan Serat Filipina Kennedy Costales, dikutip dari Indian Express.

Penjualan masker sekali pakai meningkat lebih dari 200 kali lipat di seluruh dunia tahun ini menjadi 166 miliar dolar, menurut sebuah artikel perdagangan PBB, mengutip konsultasi Grand View Research.

Perusahaan enggan mengganti plastik dengan alternatif yang dapat terbiodegradasi karena khawatir tentang biaya dan apakah bahan tersebut cukup kuat dan efektif untuk penggunaan medis.

Serat pohon pisang abaca dari Filipina.[INTERNATIONAL NATURAL FIBER ORGANIZATION]
Serat pohon pisang abaca dari Filipina.[INTERNATIONAL NATURAL FIBER ORGANIZATION]

Sebuah studi pendahuluan oleh Departemen Sains dan Teknologi Filipina menunjukkan kertas dari serat pohon pisang abaca lebih tahan air daripada masker N-95.

Masker tersebut juga diklaim memiliki ukuran pori yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat yang direkomendasikan untuk menyaring partikel berbahaya.

Costales mengatakan permintaan abaca dapat tumbuh "secara eksponensial" tahun ini, dengan 10 persen dari produksi digunakan untuk keperluan medis, dibandingkan dengan kurang dari 1 persen pada tahun 2019.

"Abaca fiber dengan cepat mendapatkan perhatian dari pemerintah dan produsen di seluruh dunia bergegas untuk menghasilkan pakaian medis yang dapat digunakan kembali dan lebih aman bagi para profesional kesehatan," kata Pratik Gurnani, konsultan senior di Future Market Insights.

Banyaknya Permintaan

Filipina adalah produsen terbesar di dunia, memasok 85 persen serat abaca pada tahun 2017, menurut data terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB. Ptaik Gunarni mengatakan bahwa produksi global diproyeksikan bernilai 100 juta dolar tahun ini.

Serat diambil dari batang pohon pisang abaka, digunakan untuk tali kapal tahan air asin dan amplop Manila pada abad ke-19. Hingga digunakan sebagai bahan pembuatan uang kertas di jepang dan juga dipakai untuk jahitan kabin mobil Mercedes-Benz.

Meskipun serat tanaman lebih mahal untuk diproduksi daripada plastik, produsen alat kesehatan pelindung dari Cina, India dan Vietnam telah memesanannya, menurut salah satu eksportir abaca, Firat Kabasakalli.

"Orang-orang melihat pandemi ini berlangsung selama beberapa waktu, bahkan perusahaan kecil pun mencoba membuat alat pelindung, yang membutuhkan serat kami," kata Kabasakalli, manajer umum Dragon Vision Trading.

"Kami mendapat banyak pertanyaan dari klien baru di luar negeri." ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bentak Satpol PP, Ojol Tak Pakai Masker Mau Disanksi Setelah Polisi Datang

Bentak Satpol PP, Ojol Tak Pakai Masker Mau Disanksi Setelah Polisi Datang

News | Kamis, 30 Juli 2020 | 11:48 WIB

Unggah Video Ojol Ngomel Tak Pakai Masker, Ini Kata Wagub DKI

Unggah Video Ojol Ngomel Tak Pakai Masker, Ini Kata Wagub DKI

News | Kamis, 30 Juli 2020 | 11:14 WIB

Pakai Masker Bisa Kurangi Dosis Virus yang Menginfeksi, Ini Kata Ahli!

Pakai Masker Bisa Kurangi Dosis Virus yang Menginfeksi, Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 30 Juli 2020 | 09:54 WIB

Terkini

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:39 WIB

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:32 WIB

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:26 WIB

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:12 WIB

Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta

Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:30 WIB

Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial

Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:21 WIB

Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi

Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:46 WIB

Pemprov DKI Minta TNI dan PT Temasra Jaya Hentikan Pembongkaran Bangunan di Menteng

Pemprov DKI Minta TNI dan PT Temasra Jaya Hentikan Pembongkaran Bangunan di Menteng

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:05 WIB

Viral Zebra Cross Hilang Disulap Jadi Pac-Man di Tebet, Dinas Bina Marga DKI Buka Suara

Viral Zebra Cross Hilang Disulap Jadi Pac-Man di Tebet, Dinas Bina Marga DKI Buka Suara

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:43 WIB

PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik

PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:32 WIB