Twitter Bolehkan Cuitan Ayatollah Khamenei soal Penghancuran Israel

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 31 Juli 2020 | 19:00 WIB
Twitter Bolehkan Cuitan Ayatollah Khamenei soal Penghancuran Israel
Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei. [HO/Khamanei.ir/AFP]

Suara.com - Berbeda dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, "kicauan" Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mengenai penghancuran Israel dianggap tidak melanggar kebijakan Twitter.

Menyadur Times Of Israel, Twitter mengatakan saat pertemuan dengan Komite Knesset untuk Urusan Keimigrasian, Penyerapan dan Diaspora bahwa cuitan pemimpin Iran tidak melanggar kebijakannya.

"Kami memiliki pendekatan terhadap para pemimpin yang mengatakan bahwa interaksi langsung dengan sesama tokoh publik, komentar tentang isu-isu politik saat itu, atau keributan kebijakan luar negeri pada masalah ekonomi-militer umumnya tidak melanggar aturan kami," jelas Ylwa Pettersson, kepala kebijakan Twitter untuk negara-negara Nordik dan Israel.

Pettersson menanggapi pertanyaan dari aktivis pro-Israel Arsen Ostrovsky, yang bertanya mengapa Twitter memasang label khusus pada tweet Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa itu melanggar aturan perusahaan.

Sementara itu, banyak tweet dari pemimpin Iran tentang keinginannya menghancurkan Israel justru dianggap tidak melanggar kebijakan Twitter.

Cuitan Khamenei yang dianggap tidak melanggar aturan Twitter.[Twitter]
Cuitan Khamenei yang dianggap tidak melanggar aturan Twitter.[Twitter]

Pada 29 Mei, Twitter untuk pertama kalinya memasang label peringatan di cuitan Trump tentang kerusuhan saat aksi protes kematian George Floyd.

"Saya hanya ingin menyelaraskan pertanyaan [Ostrovsky]: menyebutkan genosida di Twitter tidak apa-apa, tetapi mengomentari situasi politik di negara-negara tertentu tidak oke?" tanya MK Michal Cotler-Wunsh, pimpinan pertemuan online tersebut.

"Jika seorang pemimpin dunia melanggar aturan kami, tetapi ada minat yang jelas untuk mempertahankannya, kami dapat menempatkannya di belakang pemberitahuan yang memberikan lebih banyak konteks tentang pelanggaran dan memungkinkan orang untuk mengklik jika mereka ingin melihat konten," jawab Pettersson.

"Itulah yang terjadi pada tweet Trump, tweet itu melanggar kebijakan kami mengenai mendukung kekerasan berdasarkan konteks historis pada baris terakhir tweet tersebut dan risiko bahwa itu mungkin dapat menginspirasi kerusuhan dan tindakan serupa." jelas Pettersson.

baca juga

Tweet Trump 29 Mei berakhir dengan kata-kata: "Kesulitan apa pun dan kami akan mengambil kendali tetapi, ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai. Terima kasih!"

Selain label peringatan, Twitter juga menonaktifkan fitur "like" untuk postingan tersebut, tetapi memutuskan untuk tidak menghapus postingan tersebut.

Pettersson tidak berkomentar secara khusus tentang tweet yang menghasut yang dituliskan oleh pemimpin Iran.

Setelah pertemuan online tersebut, Cotler-Wunsh berkicau mengenai kebijakan Twitter yang seolah menerapkan standar ganda.

"Wow. Twitter baru saja mengakui bahwa tweet yang menyerukan genosida terhadap orang Yahudi oleh para pemimpin Iran tidak melanggar kebijakannya! Ini standar ganda. Ini antisemitisme." tulis Cotler-Wunsh.

Ayatollah Khamenei berkicau di Twitter yang menyebutkan untuk melawan Israel dengan senjata namun tidak diberi tanda khusus oleh Twitter.

"Penghapusan rezim Zionis tidak berarti pembantaian Yahudi. Orang-orang Palestina harus mengadakan referendum. Sistem politik apa pun yang mereka pilih harus memerintah di seluruh Palestina. Satu-satunya obat pemecatan rezim Zionis adalah perlawanan bersenjata yang tegas." tulisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantan Capres A S dari Partai Donald Trump Meninggal Dunia karena Covid-19

Mantan Capres A S dari Partai Donald Trump Meninggal Dunia karena Covid-19

News | Jum'at, 31 Juli 2020 | 09:17 WIB

Heboh Isreal Ubah Masjid Jadi Sinagoge, Berikut Kontroversinya

Heboh Isreal Ubah Masjid Jadi Sinagoge, Berikut Kontroversinya

News | Kamis, 30 Juli 2020 | 14:18 WIB

Donald Trump Tunjuk Tokoh Sensasional sebagai Dubes AS Baru di Berlin

Donald Trump Tunjuk Tokoh Sensasional sebagai Dubes AS Baru di Berlin

News | Kamis, 30 Juli 2020 | 13:51 WIB

Terkini

Penjualan Naik 1.000%, AMMN Ubah Rugi Jadi Laba USD428,83 Juta di Semester I-2026

Penjualan Naik 1.000%, AMMN Ubah Rugi Jadi Laba USD428,83 Juta di Semester I-2026

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:06 WIB

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 15:05 WIB

Rentetan Kasus Keracunan Jadi Sorotan, Program MBG Tuai Penolakan di Sejumlah Daerah

Rentetan Kasus Keracunan Jadi Sorotan, Program MBG Tuai Penolakan di Sejumlah Daerah

Video | Senin, 21 September 2026 | 15:04 WIB

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

Review Film The Wrong Girls: Petualangan Telekinesis Dua Sahabat yang Rusuh

Review Film The Wrong Girls: Petualangan Telekinesis Dua Sahabat yang Rusuh

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

6 Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup Tanpa Bikin Geser dan Oily, Wajah Tetap Fresh

6 Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup Tanpa Bikin Geser dan Oily, Wajah Tetap Fresh

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

Daftar Shio Paling Pantang Menyerah Saat Bisnis Bangkrut, Semangat Sulit Padam

Daftar Shio Paling Pantang Menyerah Saat Bisnis Bangkrut, Semangat Sulit Padam

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 14:59 WIB

Dana PSR Rp1,9 Triliun Disalurkan untuk Puluhan Ribu Petani Sawit di Riau

Dana PSR Rp1,9 Triliun Disalurkan untuk Puluhan Ribu Petani Sawit di Riau

Riau | Senin, 21 September 2026 | 14:59 WIB

Kasus Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI di Tangerang Berakhir Damai

Kasus Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI di Tangerang Berakhir Damai

News | Senin, 21 September 2026 | 14:58 WIB

Blak-blakan Eks Pimpinan KPK di DPR: Percuma Ada UU Perampasan Aset Kalau Aparatnya 'Rusak'

Blak-blakan Eks Pimpinan KPK di DPR: Percuma Ada UU Perampasan Aset Kalau Aparatnya 'Rusak'

News | Senin, 21 September 2026 | 14:56 WIB

×