Jokowi Minta Jajarannya Fokus Turunkan Angka Stunting di 10 Provinsi

Bangun Santoso, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 05 Agustus 2020 | 12:27 WIB
Jokowi Minta Jajarannya Fokus Turunkan Angka Stunting di 10 Provinsi
Presiden Joko Widido atau Jokowi (Twitter @wirahadikus_)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menteri terkait untuk fokus menurunkan angka stunting di 10 provinsi.

"Kita fokus saja menurunkan angka stunting di 10 provinsi yang memiliki prevalensi stunting tertinggi," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas Percepatan Penurunan Stunting, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

10 Provinsi yang prevalensi stuntingnya tertinggi yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

"10 provinsi itu adalah NTT, Sulawesi Barat, NTB, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah," ucap dia.

Karenanya, mantan Wali Kota Solo itu meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan kepada 10 kepala daerah tersebut untuk fokus menurunkan stunting di daerah masing-masing.

"Saya juga ingin meminta para gubernur, nanti Mendagri juga bisa menyampaikan gubernur, bupati, wali kota sampai ke kepala desa terutama agar 10 provinsi tersebut agar betul-betul fokus dan konsentrasi untuk penurunan stunting," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan terjadi penurunan stunting dalam kurun waktu enam tahun terakhir di Indonesia.

Kata Jokowi, berdasarkan data yang ia dapat, ada perbaikan prevalensi stunting dari 37 persen menjadi 27,6 persen di tahun 2019.

"Dari data yang saya miliki ada perbaikan dari prevalensi stunting dari 37 persen di 2013 menjadi 27,6 persen di 2019, ini ada penurunan cukup lumayan," ucap Jokowi.

baca juga

Meski demikian, kata Jokowi angka tersebut harus diturunkan lagi.

"Tapi saya kira ini tidak cukup kita harus menurunkan lebih cepat lagi," ucap dia.

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberi target kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk menurunkan angka stunting di Indonesia yakni 14 persen pada tahun 2024.

"Target kita seperti yang saya sampaikan ke menteri kesehatan di 2024 kita harus bisa turun menjadi 14 persen," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kahiyang Ayu Melahirkan Anak Kedua, Ini Foto Kehamilannya

Kahiyang Ayu Melahirkan Anak Kedua, Ini Foto Kehamilannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2020 | 11:57 WIB

Beri Target Menkes, Jokowi: 2024 Angka Stunting Harus Turun Jadi 14 Persen

Beri Target Menkes, Jokowi: 2024 Angka Stunting Harus Turun Jadi 14 Persen

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 11:57 WIB

Jokowi: Pilkada Jangan Malah Menimbulkan Klaster Baru Covid-19!

Jokowi: Pilkada Jangan Malah Menimbulkan Klaster Baru Covid-19!

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 11:07 WIB

Ngadu ke Jokowi, 173 Petani Deli Serdang Tiba di Serang, Longmarch 41 Hari

Ngadu ke Jokowi, 173 Petani Deli Serdang Tiba di Serang, Longmarch 41 Hari

Banten | Rabu, 05 Agustus 2020 | 11:04 WIB

Ajak Sedah Mirah, Jokowi dan Iriana Jenguk Cucu Keempatnya di Rumah Sakit

Ajak Sedah Mirah, Jokowi dan Iriana Jenguk Cucu Keempatnya di Rumah Sakit

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 23:50 WIB

Bobby Masih Rahasiakan Nama Cucu Keempat Presiden Jokowi

Bobby Masih Rahasiakan Nama Cucu Keempat Presiden Jokowi

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 21:11 WIB

Cucu Keempat Jokowi Lahir, Sedah Mirah Punya Adik

Cucu Keempat Jokowi Lahir, Sedah Mirah Punya Adik

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 19:46 WIB

Terkini

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

×