Paket Benih Misterius dari China Coba Ditanam Warga AS, Seperti Ini Jadinya

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:00 WIB
Paket Benih Misterius dari China Coba Ditanam Warga AS, Seperti Ini Jadinya
Ilustrasi biji misterius.[Pexels/Miguel Á. Padriñán]

Suara.com - Seorang warga Arkansas, Amerika Serikat yang menerima salah satu paket benih misterius dari China mencoba untuk menanamnya dan hasilnya seperti ini.

"Kami ... menanam benih hanya untuk melihat apa yang akan terjadi," kata Doyle Crenshawn kepada afiliasi lokal CBS-TV KSFM disadur dari New York Times, Rabu (4/8/2020).

Paket misterius yang berisi sejumlah benih tersebut 'menyerbu' warga Amerika Serikat akhir bulan Juli lalu. Di dalam paket tersebut terdapat sejumlah biji yang tidak diketahui dari tanaman apa.

Segenggam benih disimpan di kantong plastik bening tertutup rapat dan diselipkan dalam amplop abu-abu muda atau krem ukuran standar

Setelah Crenshwn menanam benih misterius tersebut, kemudna ini menghasilkan tanaman yang memiliki buah putih besar dari bunga yang menyerupai buah jeruk.

Paket benih misterius dari China coba ditanam oleh seorang warga di AS.[YouTube/5NEWS]
Paket benih misterius dari China coba ditanam oleh seorang warga di AS.[YouTube/5NEWS]

"Setiap dua minggu saya datang dan meletakkan Miracle-Gro di atasnya, dan mereka mulai tumbuh seperti orang gila," kata Crenshwn.

Warga Arkansas tersebut menanam benih sebelum pejabat pertanian AS mengeluarkan peringatan kepada penerima agar tidak menanamnya.

"Kekhawatiran kami adalah dari aspek hama invasif: Benih ini dapat memperkenalkan gulma invasif atau serangga hama invasif atau penyakit tanaman," kata Scott Bray dari Departemen Pertanian Arkansas.

Bukan hanya warga Amerika Serikat, penduduk di Jepang juga mendapat paket yang dilaporkan sama dengan benih yang ada di AS.

Dikutip dari Japan Times, pihak berwenang Jepang juga memperingatkan adanya potensi penipuan dan mendesak masyarakat untuk tidak menanam benih yang belum diketahui jenisnya itu.

Pemerintah Jepang khawatir benih itu bisa berisi virus, bakteri, atau tanaman invasif.

"Paket-paket itu mungkin penipuan untuk mengelabui penerima agar membayar produk tersebut," kata seorang pejabat Pusat Urusan Konsumen Nasional.

Paket benih misterius berbuah seperti labu siam namun besar.[YouTube/5NEWS]
Paket benih misterius berbuah seperti labu siam namun besar.[YouTube/5NEWS]

"Atau ini merupakan 'penipuan menyikat' di mana penjual berperan sebagai penerima dan memposting ulasan pelanggan palsu secara online untuk meningkatkan peringkat produk."

Seorang pejabat dari Stasiun Perlindungan Tanaman di Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mengatakan penerima tidak boleh menanam benih karena mereka mungkin memiliki virus, kuman atau hama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Besok Mulai Dilakukan Simulasi Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac di Bandung

Besok Mulai Dilakukan Simulasi Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac di Bandung

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2020 | 13:45 WIB

Patroli Terlama, Jet Tempur China Terbang 10 Jam di Atas Laut China Selatan

Patroli Terlama, Jet Tempur China Terbang 10 Jam di Atas Laut China Selatan

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 13:00 WIB

Update Covid-19 Global: AS Kirim 2 Juta Hidroksiklorokuin ke Brasil

Update Covid-19 Global: AS Kirim 2 Juta Hidroksiklorokuin ke Brasil

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:48 WIB

Terkini

Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob

Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:05 WIB

Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel

Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:02 WIB

Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?

Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:53 WIB

Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat

Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:45 WIB

China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel

China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:39 WIB

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB