FSGI: Buka Sekolah Zona Kuning Tutupi Kegagalan Negara Fasilitasi PJJ

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Minggu, 09 Agustus 2020 | 17:30 WIB
FSGI: Buka Sekolah Zona Kuning Tutupi Kegagalan Negara Fasilitasi PJJ
Sekolah Boleh Buka Pembelajaran Tatap Muka, Khusus di Zona Kuning dan Hijau.(Shutterstock)

Suara.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyayangkan keputusan pemerintah memperbolehkan sekolah di zona kuning covid-19 dibuka untuk kegiatan belajar mengajar tatap muka.

FSGI menyebut pandemi covid-19 belum mereda dan bisa mengancam keselamatan siswa dan guru.

Wasekjen FSGI Satriwan Salim mengatakan pembukaan sekolah di zona kuning berpotensi menambah klaster baru pandemi virus corona covid-19.

"Ketika sekolah dibuka di zona kuning, maka bagi FSGI sekolah itu berpotensi klaster baru, karena zona kuning itu masih ada yang tertular covid," kata Satriwan kepada Suara.com, Minggu (9/8/2020).

Satriwan juga menyebut keputusan pemerintah salah, sebab dalam satu bulan pembukaan sekolah di zona hijau saja tercatat ada 79 daerah yang melanggar protokol kesehatan di sekolah, tanpa sanksi yang tegas bagi para pelanggar.

"Kami khawatir ketika kemarin saja ada SKB 4 menteri yang lalu ada 79 daerah yang melanggar, kami sayangkan tidak ada sanksi untuk yang melanggar. Sekarang kan juga sama zona hijau kuning dibuka tetapi kemungkinan terjadi pelanggaran bisa terjadi, bisa saja oranye merah dibuka," ucapnya.

Menurut Satriwan, pemerintah harusnya menyelesaikan masalah Pembelajaran Jarak Jauh yang didominasi kendala teknis seperti fasilitas internet dan gawai dengan menyediakan fasilitas itu, bukan dengan membuka sekolah di zona kuning.

"Persoalan PJJ fase 1 dan 2 ini sama, belum ada sentuhan atau intervensi dari baik pusat maupun daerah atau negara, Kemendikbud dalam hal ini lemah dalam leading sektor kepemimpinanya Mas Menteri (Nadiem Makarim), alih-alih mereka tidak sukses memberikan pelayanan PJJ akhirnya zona diaktifkan kembali walaupun masih zona berbahaya zona kuning," tegasnya.

Oleh sebab itu, FSGI meminta seluruh pihak yang berada di zona kuning dan hijau untuk benar-benar menjaga kesehatan anak. Para orang tua, guru, kepala sekolah, dan satgas covid-19 setempat harus memikirkan hal ini sebelum membuka sekolah.

baca juga

"Ketertinggalan satu atau dua semester itu bisa dikejar ketimbang keselamatan nyawa mereka yang tidak bisa dikejar," pungkas Satriwan.

Sebelumnya Pemerintah secara resmi memperbolehkan daerah yang termasuk dalam zona kuning dan hijau untuk membuka pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa pandemi virus corona covid-19.

Keputusan ini diambil setelah pemerintah merevisi Surat Keputusan Bersama 4 Menteri; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19 per tanggal 3 Agustus 2020 di zona kuning dan hijau berjumlah 276 kabupaten/kota dan terdapat 43 persen peserta didik di dalamnya.

Nadiem menegaskan keputusan pembukaan sekolah harus melalui izin dan pengawasan yang ketat dari Pemerintah Daerah dan Satgas Covid-19 setempat, dan yang paling penting persetujuan dari orang tua untuk mengembalikan pendidikan anaknya ke sekolah.

Nadiem memaparkan kebijakan ini ditujukan untuk Sekolah Dasar (SD/MI/SLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas (SMA/MK/SMK/MAK).

Sementara untuk Pendidikan Anak Usia Dini Formal (PAUD/TK/RA/TLKB/BA), dan non-formal (KB/TPA/SPS) baru bisa dimulai 2 bulan setelah sekolah-sekolah jenjang di atasnya membuka sekolah.

Kemudian untuk pembukaan sekolah madrasah berasrama di zona hijau dan zona kuning akan dilakukan secara bertahap yakni, pada bulan pertama hanya memasukkan sebagian siswa dan baru bisa 100 persen pada bulan selanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah 472 Kasus, Positif Covid-19 di Jakarta Jadi 25.714 Orang

Tambah 472 Kasus, Positif Covid-19 di Jakarta Jadi 25.714 Orang

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 17:24 WIB

Disebut 10 Karyawannya Positif Covid-19, RS Azra Bogor: Mereka Negatif

Disebut 10 Karyawannya Positif Covid-19, RS Azra Bogor: Mereka Negatif

Health | Minggu, 09 Agustus 2020 | 17:15 WIB

Terjadi Lagi, Fasilitas Covid-19 di India Terbakar, 10 Orang Tewas

Terjadi Lagi, Fasilitas Covid-19 di India Terbakar, 10 Orang Tewas

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 17:14 WIB

PBB: Bencana Generasi, Satu Miliar Anak Sekolah Terdampak Pandemi

PBB: Bencana Generasi, Satu Miliar Anak Sekolah Terdampak Pandemi

Health | Minggu, 09 Agustus 2020 | 17:13 WIB

Pedagang Meninggal Positif Covid, Pasar Jaya Tutup 1 Kios di Pasar Mayestik

Pedagang Meninggal Positif Covid, Pasar Jaya Tutup 1 Kios di Pasar Mayestik

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 16:15 WIB

Terkini

Jokowi Pamer KTA PSI, Andreas PDIP Berkelakar: Tunjukin Juga Dong Ijazahnya

Jokowi Pamer KTA PSI, Andreas PDIP Berkelakar: Tunjukin Juga Dong Ijazahnya

News | Senin, 28 September 2026 | 15:50 WIB

Sinopsis MR: Iyaku Joho Tantosha, Drama Jepang Dibintangi Mukai Osamu

Sinopsis MR: Iyaku Joho Tantosha, Drama Jepang Dibintangi Mukai Osamu

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:50 WIB

BRI Peduli Temani Langkah Mahesa, dari Jalan Kaki Terjebak Banjir Rob Kini Pakai Sepeda

BRI Peduli Temani Langkah Mahesa, dari Jalan Kaki Terjebak Banjir Rob Kini Pakai Sepeda

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 15:49 WIB

Anaknya Dikaitkan Dugaan Bullying di Sekolah ICM, Dahnil Anzar: Sekarang Hoaks Banyak Sekali

Anaknya Dikaitkan Dugaan Bullying di Sekolah ICM, Dahnil Anzar: Sekarang Hoaks Banyak Sekali

News | Senin, 28 September 2026 | 15:48 WIB

1.000 Hari Pertama, Ketika Otak Anak Terus Bangun Koneksi: Apa yang Perlu Dilakukan Orangtua?

1.000 Hari Pertama, Ketika Otak Anak Terus Bangun Koneksi: Apa yang Perlu Dilakukan Orangtua?

Health | Senin, 28 September 2026 | 15:47 WIB

3 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tuberose, Beri Kesan Elegan dan Mewah

3 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tuberose, Beri Kesan Elegan dan Mewah

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 15:46 WIB

Geely Auto Indonesia Rangkul Ratusan Konsumen Lewat Gelaran Geely Owners

Geely Auto Indonesia Rangkul Ratusan Konsumen Lewat Gelaran Geely Owners

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 15:45 WIB

BRI Peduli Hadirkan Sepeda Bagi Mahesa yang Bersekolah di Pesisir Semarang: Makin Semangat Belajar

BRI Peduli Hadirkan Sepeda Bagi Mahesa yang Bersekolah di Pesisir Semarang: Makin Semangat Belajar

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 15:44 WIB

Kurir Sabu 1,1 Kilogram Dibekuk Polres Malang, Ekstasi dan Cartridge Etomidate Ikut Disita

Kurir Sabu 1,1 Kilogram Dibekuk Polres Malang, Ekstasi dan Cartridge Etomidate Ikut Disita

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 15:42 WIB

Review 'Lucky Strike': Saat Taktik Pura-Pura Mati Jadi Satu-Satunya Jalan Selamat dari Pasukan SS

Review 'Lucky Strike': Saat Taktik Pura-Pura Mati Jadi Satu-Satunya Jalan Selamat dari Pasukan SS

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:41 WIB

×