PBB: Bencana Generasi, Satu Miliar Anak Sekolah Terdampak Pandemi

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Minggu, 09 Agustus 2020 | 17:13 WIB
PBB: Bencana Generasi, Satu Miliar Anak Sekolah Terdampak Pandemi
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, menyatakan bahwa pandemi virus corona telah menyebabkan gangguan pada dunia pendidikan terbesar dalam sejarah. Hal ini membuat sekolah di 160 negara terpaksa harus ditutup. 

Lebih dari satu miliar anak-anak di dunia tidak bisa masuk sekolah. Sementara 40 juta anak-anak ketinggalan pendidikan di masa-masa penting prasekolah. 

"Ini bencana generasi yang dapat menyia-nyiakan potensi manusia yang tak terhitung, merusak kemajuan pendidikan selama puluhan tahun dan memperburuk ketidaksetaraan yang mengakar," kaat Guterres seperti yang dikutip dari Time. 

"Bahkan sebelum pandemi, dunia sudah menghadapi krisis pembelajaran karena lebih dari 250 juta anak putus sekolah," tambahnya.  Menurut Guterres, seperempat anak sekolah menengah di negara berkembang hanya lulus sekolah dasar. 

Menurut penelitian global badan pendidikan PBB UNESCO dan organisasi mitra di 180 negara menyatakan bahwa sekitar 23,8 juta anak dan remaja berisiko putus sekolah atau tidak memiliki akses ke pendidikan tahun depan karena dampak ekonomi pandemi.

“Kami berada pada momen yang menentukan bagi anak-anak dan remaja di dunia,” kata Guterres. 

Ilustrasi anak-anak (getty images/christopher futcher)
Ilustrasi anak-anak (getty images/christopher futcher)

“Keputusan yang diambil pemerintah saat ini akan berdampak jangka panjang pada ratusan juta anak dan pada prospek pembangunan negara selama beberapa dekade mendatang,” tambahnya. 

Melansir dari Times, Asisten Direktur Jenderal Pendidikan UNESCO, Stefania Giannini menekankan bahwa sekolah tidak hanya untuk belajar tetapi memberikan perlindungan sosial dan gizi, terutama bagi anak yang rentan.

"Krisis virus corona telah memperkuat ketidaksetaraan digital, sosial dan gender," kata Giannini. 

baca juga

Menurutnya, anak perempuan, pengungsi, penyandang cacat, anak terlantar, dan anak di daerah pedesaan menjadi yang paling rentan. Mereka hanya akan memiliki kesempatan kecil untuk melanjutkan belajar mereka. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cirebon Alami Lonjakan Kasus Virus Corona saat Transisi New Normal

Cirebon Alami Lonjakan Kasus Virus Corona saat Transisi New Normal

Jabar | Minggu, 09 Agustus 2020 | 16:37 WIB

Pedagang Meninggal Positif Covid, Pasar Jaya Tutup 1 Kios di Pasar Mayestik

Pedagang Meninggal Positif Covid, Pasar Jaya Tutup 1 Kios di Pasar Mayestik

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 16:15 WIB

Ribuan Jiwa Melayang, Kematian Akibat Corona di Brasil Kian Dianggap Normal

Ribuan Jiwa Melayang, Kematian Akibat Corona di Brasil Kian Dianggap Normal

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 15:38 WIB

Terkini

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Bosan dengan Olahan Sosis yang Itu-Itu Saja? Coba Kreasi Ini Buat Menu Makin Bervariasi

Bosan dengan Olahan Sosis yang Itu-Itu Saja? Coba Kreasi Ini Buat Menu Makin Bervariasi

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Gibran Sayangkan Denny Indrayana Cabut Gugatan: Kami Sudah Siap Buka-bukaan

Gibran Sayangkan Denny Indrayana Cabut Gugatan: Kami Sudah Siap Buka-bukaan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki

Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:06 WIB

3 Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Lebih Hemat Bebas PPN 11 Persen!

3 Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Lebih Hemat Bebas PPN 11 Persen!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Gratiskan Ongkos Transportasi Pencari Kerja di Jakarta Mulai 2027, Pramono: Ingat Masa Susah

Gratiskan Ongkos Transportasi Pencari Kerja di Jakarta Mulai 2027, Pramono: Ingat Masa Susah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan

Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan

Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:00 WIB

×