Vaksin dari China Diuji Coba, Fadli Zon Lebih Percaya Vaksin Merah Putih

Dany Garjito, Farah Nabilla

Senin, 10 Agustus 2020 | 11:41 WIB
Vaksin dari China Diuji Coba, Fadli Zon Lebih Percaya Vaksin Merah Putih
Ilustrasi Fadli Zon. (Suara.com/Ema Rohima)

Suara.com - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon setuju jika Indonesia menggunakan vaksin Merah Putih buatan dalam negeri dibanding menggunakan vaksin dari negara lain.

Hal ini disampaikan Fadli kala menanggapi kabar tentang perkembangan uji coba vaksin buatan sinovac Biotech asal China di Indonesia.

Politisi Gerindra itu sependapat dengan kritik yang dilontarkan oleh mantan Sekretaris Kabinet era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dipo Alam yang mengatakan bahwa pengujian vaksin dari China membuat Indonesia seolah jadi kelinci percobaan.

Fadli juga menegaskan sudah saatnya masyarakat percaya dengan produk dalam negeri, termasuk untuk urusan vaksin.

"Setuju, harusnya kita percaya produksi dalam negeri yaitu vaksin "Merah Putih", bukan vaksin "Merah"," tulis Fadli yang secara eksplisit menyebutkan vaksin buatan China yang baru-baru ini santer diberitakan akan diimpor ke Indonesia.

Cuitan Fadli Zon menyetujui pengembangan vaksin buatan dalam negeri. (Twitter/@fadlizon)
Cuitan Fadli Zon menyetujui pengembangan vaksin buatan dalam negeri. (Twitter/@fadlizon)

Adapun vaksin Merah Putih sendiri tengah dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang bekerja sama dengan Biofarma, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Badan Intelejen Negara (BIN).

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Profesor Amin Soebandrio menilai bahwa Indonesia harus memiliki kedaulatan vaksin penangkal virus corona covid-19 hasil penelitian sendiri dengan sampel virus dari pasien di tanah air.

"Kita harus memiliki kedaulatan vaksin. Sama seperti kita sebetulnya harus memiliki juga kedaulatan diagnostik dan dan sebagainya," kata Amin dalam Seminar PPRA LX Lemhannas RI di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Amin menjelaskan, jika ingin membuat rakyat Indonesia terlindung dari covid-19 maka dibutuhkan setidaknya 70 persen dari 260 juta jumlah penduduk yang harus divaksin.

baca juga

"Nah 70 persen dari 260 juta itu jumlahnya 170 juta. Kalau satu orang harus divaksinisasi dua kali, kita membutuhkan 350 juta dosis. Kalau kita harus beli (vaksin dari luar negeri), harga vaksin normalnya 1 dolar per dosis, tapi kalau harga pandemi itu jadi 10 dolar," papar Amin.

"Mari kita berhitung 350 juta dikalikan 10 dolar 150.000 lah katakan itu angkanya 52 triliun. jadi sangat fantastis," sambung dia.

Selain itu, jika impor vaksin dari luar negeri pasti akan dijatah per tahun dengen jumlah vaksin tertentu yang berujung penanganan virus makin lama, dan korban makin banyak berjatuhan.

"Nah kalau Indonesia mendapat jatah misalnya satu juta dosis per minggu. maka kita butuh 350 Minggu untuk menyelesaikan vaksinasi. Berarti 7 tahun baru selesai," ucapnya.

Menurut Amin, Indonesia sangat mampu menciptakan vaksin sendiri tanpa memikirkan jatah vaksin per tahun sehingga penanganan pandemi lebih cepat teratasi.

"Jadi yang ingin saya tekankan kita harus mampu punya kapasitas menghasilkan vaksin Sendiri. Sehingga kita punya kedaulatan dan perusahaan di Indonesia sudah mampu menghasilkan 350 juta dosis per tahun," ujarnya lagi.

Terkait vaksin virus corona Covid-19 dari perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac Biotech, yang baru tiba di Indonesia pada Minggu (19/7/2020) kemarin.

Amin menyebut vaksin ini hanya bersifat solusi sementara sembari menunggu vaksin buatan Indonesia selesai diuji dan siap edar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Daftarkan Vaksin Covid-19 Agustus ini, Siap Diluncurkan pada Oktober

Rusia Daftarkan Vaksin Covid-19 Agustus ini, Siap Diluncurkan pada Oktober

Health | Minggu, 09 Agustus 2020 | 17:33 WIB

Alasan Erick Thohir Tolak Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Alasan Erick Thohir Tolak Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Video | Minggu, 09 Agustus 2020 | 13:45 WIB

TKA China Dipanggil ke RI, Fadli Zon: Masihkah Kita Tuan di Negeri Sendiri?

TKA China Dipanggil ke RI, Fadli Zon: Masihkah Kita Tuan di Negeri Sendiri?

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 14:12 WIB

Ini Alasan Erick Thohir Tak Bersedia Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Ini Alasan Erick Thohir Tak Bersedia Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Jogja | Minggu, 09 Agustus 2020 | 10:25 WIB

Catat! Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac Khusus untuk Warga Bandung Raya

Catat! Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac Khusus untuk Warga Bandung Raya

Jabar | Minggu, 09 Agustus 2020 | 10:12 WIB

Erick Thohir Enggan Jadi Relawan Vaksin Covid-19, Ini Klarikasi Kementerian

Erick Thohir Enggan Jadi Relawan Vaksin Covid-19, Ini Klarikasi Kementerian

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 08:51 WIB

Terkini

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

×