Obat dan Jamu Covid-19 Marak Beredar, YLKI Singgung Lemahnya Literasi Warga

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 10 Agustus 2020 | 14:22 WIB
Obat dan Jamu Covid-19 Marak Beredar, YLKI Singgung Lemahnya Literasi Warga
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Banyaknya produk jamu atau herbal di masyarakat dan diklaim untuk Covid-19 tanpa ada pengujian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membuktikan lemahnya literasi masyarakat terhadap obat tradisional.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi terkait maraknya peredaran produk jamu dan herbal di masyarakat yang diklaim menjadi 'obat Corona.'

Tulus menjelaskan bahwa penjualan jamu dan obat tradisional melalui sosial media sebenarnya sudah marak sebelum adanya pandemi Covid-19.

Promosi produk pun kian gencar saat Covid-19 merebak dengan melabeli sebagai obat penyembuh virus tersebut. 

Akan tetapi menurutnya, masyarakat selaku konsumen masih lemah dalam membaca produk-produk tersebut. 

"Lemahnya literasi konsumen terhadap jamu dan herbal. Antara menyembukan, meringankan, mengobati, dan lain sebagianya ada aturan teknis dalam peraturan obat-obatan," jelas Tulus dalam sebuah diskusi virtual, Senin (10/8/2020). 

Lemahnya tingkat membaca masyarakat tersebut mendukung peredaran produk jamu atau obat yang gencar dipromosikan melalui media sosial tanpa izin edar dari BPOM.

Bahkan Tulus sempat mengalami ditawari sebuah produk namun tidak jelas izin edarnya. 

"Pernah bertemu dengan endorsement saya tanyakan mereka entah pura-pura tidak tanu, tapi mereka enggak tahu harus ada BPOM, saya bilang anda enggak bisa alasan tidak tahu, sebagai endorsement artis harusnya tahu produk yang sah," ujarnya. 

baca juga

Menurut Tulus, hal semacam itu bisa diseret ke jalur hukum.

Namun, ia menyinggung soal hukumannya yang tersedia masih dalam kategori ringan sehingga tak membuat kapok para pembuat jamu, herbal atau obat yang kandungannya tidak jelas. 

Dengan begitu, ia meminta ada adanya sinergitas antara penegak hukum, BPOM hingga ke tingkat pengadilan agar peredaran jamu, herbal ataupun obat yang tidak aman bisa diawasi lebih baik.

Selain itu Tulus juga mendorong BPOM, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pihak terkait lainnya untuk bisa meningkatkan literasi masyarakat terhadap obat tradisional dan jamu herbal. 

"Sehingga masyarakat ngerti apa yang diiklanan bohong tidak bisa menyembuhkan apa yang kita butuhkan," tuturnya. 

"Kita khawatir mereka sembuh dengan obat itu yang sering terjadi obat-obat itu karena belum teregistrasi BPOM dicampur dengan obat kimia, kemudian yang membuat sembuh itu bukan karena herbalnya, karena dicampur obat kimia. Ini yang berbahaya dari segi kesehatan," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manajemen Penanganan Wabah Buruk, Klaim Obat Covid-19 Pun Bermunculan

Manajemen Penanganan Wabah Buruk, Klaim Obat Covid-19 Pun Bermunculan

Health | Senin, 10 Agustus 2020 | 13:14 WIB

Sambangi Polda, Anji Siap Diperiksa Kasus Video Temuan Obat Corona

Sambangi Polda, Anji Siap Diperiksa Kasus Video Temuan Obat Corona

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2020 | 10:40 WIB

Soal Klaim Obat Corona Hadi Pranoto, DPR Minta Polisi Beri Hukuman ke Anji

Soal Klaim Obat Corona Hadi Pranoto, DPR Minta Polisi Beri Hukuman ke Anji

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:47 WIB

Terkini

MengealSonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

MengealSonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Bali | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

News | Senin, 02 November 2026 | 11:32 WIB

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

News | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

7 Kandungan Skincare yang Perlu Dikenali untuk Membantu Mengatasi Flek Hitam

7 Kandungan Skincare yang Perlu Dikenali untuk Membantu Mengatasi Flek Hitam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 11:29 WIB

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Sentuh 0,22%, Cabai Merah Jadi Biang Kerok

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Sentuh 0,22%, Cabai Merah Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:28 WIB

×