Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

Bimo Aria Fundrika

Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB
Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut
Ilustrasi Sonor: Pantau Gambut

Suara.com - Bagi sebagian masyarakat di Sumatra Selatan, api punya peran dalam menjaga keberlangsungan hidup. Melalui praktik sonor, warga memanfaatkan api untuk membuka lahan pertanian, terutama ketika musim kemarau membuat rawa mengering.

Cara ini telah lama menjadi bagian dari pengetahuan lokal dalam mengelola lahan gambut.

Namun, praktik tersebut menghadapi persoalan ketika berhadapan dengan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kebijakan konservasi yang membatasi penggunaan api.

Penelitian yang terbit dalam jurnal Human Ecology pada 2025 mengkaji praktik sonor dan pengetahuan pengelolaan api masyarakat di tiga desa penyangga Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sumatra Selatan. Ketiga desa tersebut adalah Sebokor, Tanah Lembak, dan Suka Pindah.

Sonor dilakukan dengan membakar lapisan permukaan gambut yang telah mengering sebelum benih padi ditanam. Praktik ini umumnya berlangsung saat kemarau panjang, ketika permukaan air rawa surut dan lahan bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

Bagi warga, sonor menjadi pilihan karena membutuhkan biaya relatif rendah dan perawatan yang tidak terlalu intensif. Setelah menanam benih, petani biasanya kembali sekitar enam bulan kemudian untuk memanen padi.

Pengetahuan lokal dalam mengendalikan api

Penggunaan api dalam sonor tidak terlepas dari pengetahuan masyarakat mengenai kondisi lahan dan cara mengendalikan pembakaran. Penelitian tersebut menemukan sejumlah teknik pengendalian api yang dikenal warga, yakni Rompokan, Api Jalan, Lawang Api, dan Galuh Api.

Frekuensi penggunaan sonor juga berbeda di setiap desa. Suka Pindah tercatat sebagai desa dengan praktik sonor paling sering ditemukan. Usia, jenis kelamin, dan kepemilikan lahan turut memengaruhi keterlibatan warga dalam praktik tersebut. Laki-laki dan penduduk berusia lebih tua cenderung lebih aktif.

baca juga

Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan api memiliki dimensi sosial dan ekonomi. Praktik tersebut berkaitan dengan cara warga mengakses lahan, memenuhi kebutuhan pangan, serta mewariskan pengetahuan antargenerasi.

Meski demikian, teknik pengendalian tradisional tidak serta-merta menghilangkan risiko kebakaran. Sumatra Selatan memiliki sekitar 1,48 juta hektare lahan gambut dan menjadi salah satu wilayah dengan kerentanan karhutla di Sumatra.

Penelitian di Kabupaten Ogan Komering Ilir juga menemukan kebakaran pada periode 2016–2018, termasuk ketika fenomena El Niño tidak terjadi. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas manusia perlu menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan kebakaran.

Ketika tradisi berhadapan dengan konservasi

Sejak 2015, pembatasan penggunaan api semakin ketat. Dalam kajian lain, peneliti dari KITLV menyoroti bagaimana praktik pembakaran tradisional kerap dipandang sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab, bahkan dikaitkan dengan kriminalitas.

Padahal, perubahan lanskap turut memengaruhi kerentanan gambut terhadap kebakaran. Eksploitasi kayu sejak awal 1970-an dan pengeringan gambut untuk pembukaan lahan pertanian telah mengubah kondisi ekologis kawasan tersebut.

Persoalan juga muncul ketika wilayah yang selama ini dimanfaatkan warga masuk dalam batas kawasan konservasi. Penelitian lapangan di Air Sugihan mencatat kesaksian warga mengenai lahan sonor yang kemudian berada di dalam wilayah usulan suaka margasatwa. Warga mengaku tidak memperoleh sosialisasi yang memadai mengenai perubahan batas tersebut.

Situasi ini memperlihatkan tantangan dalam pengelolaan kawasan konservasi. Pembatasan penggunaan api perlu mempertimbangkan kondisi ekologis sekaligus kehidupan masyarakat yang bergantung pada lahan.

Para peneliti mendorong agar pengetahuan lokal mengenai pengelolaan api dipertimbangkan dalam strategi konservasi di Padang Sugihan. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kebakaran, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus mempertahankan pengetahuan ekologis masyarakat.

Tantangannya adalah menemukan cara mengelola risiko kebakaran tanpa mengabaikan sejarah, kebutuhan hidup, dan pengetahuan warga yang telah lama berinteraksi dengan lahan gambut.

Penulis: Inesai Dian
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

News | Senin, 02 November 2026 | 11:32 WIB

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

News | Senin, 02 November 2026 | 11:02 WIB

Karhutla Papua Selatan Mulai Menyusut, BNPB Catat 253 Hektare Lahan Masih Terbakar

Karhutla Papua Selatan Mulai Menyusut, BNPB Catat 253 Hektare Lahan Masih Terbakar

News | Senin, 02 November 2026 | 10:38 WIB

Terkini

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Bali | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

News | Senin, 02 November 2026 | 11:32 WIB

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

News | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

7 Kandungan Skincare yang Perlu Dikenali untuk Membantu Mengatasi Flek Hitam

7 Kandungan Skincare yang Perlu Dikenali untuk Membantu Mengatasi Flek Hitam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 11:29 WIB

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Sentuh 0,22%, Cabai Merah Jadi Biang Kerok

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Sentuh 0,22%, Cabai Merah Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:28 WIB

×