Diduga Tertekan Tangani Covid-19, Dokter Bunuh Diri

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 14:37 WIB
Diduga Tertekan Tangani Covid-19, Dokter Bunuh Diri
Ilustrasi korban bunuh diri. (Foto: via Riauonline.co.id)

Suara.com - Seorang dokter asal India nekat mengakhiri hidupunya dengan gantung diri di distrik Mysuru di Karnataka. Pira 43 tahun itu diduga tak tahan dengan tekanan kerja selama pandemi virus Corona.

Menyadur India Times, Sabtu (22/8/2020), polisi menemukan jenazah dokter bernama S. R. Nagendra itu tergantung di rumahnya di kawasan Alanahalli.

Nagendra tinggal di rumah itu sendirian. Dia dilaporkan memilih mengasingkan diri lantaran khawatir keluarganya tertular virus Corona darinya.

Beberapa rekannya menuduh ada tekanan kerja yang intens lanaran Dr Nagendra bertugas sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

Pemerintah negara bagian mengatakan penyelidikan telah diperintahkan mengenai kematian sang dokter.

Mereka meminta petugas medis untuk tidak putus asa dalam menjalankan tugasnya.

Menteri Pendidikan Kedokteran negara bagian Karnataka, Dr K Sudhakar, turut menyampaikan belangsungkawa atas kematian tragis itu.

Dalam serangkaian cuitan di Twitter, dia menyarankan para petugas medis untuk tidak menyerah pada tekanan.

Masalah yang muncul, lanjutnya, harus dicarikan solusi dan dibicarakan dengan atasan.

baca juga

Menteri tersebut mengatakan sebagai seorang dokter, dia memahami tekanan di mana para profesional medis bekerja.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan B Sriramulu juga memberikan ucapan duka cita. Dia juga telah mendapat laporan detail perihal peristiwa tragis itu.

"Saya telah memerintahkan penyelidikan atas kasus ini," kata Sriramulu lewat Twitter.

"Siapapun yang terbukti bersalah tidak akan diampuni. Tidak perlu orang panik," tambahnya.

Petugas medis di India sebelumnya sempat mengeluhkan kurangnya dukungan pemerintah dalam menangani pandemi virus Corona.

Pada April lalu, beberapa petugas medis di India bahkan harus menggunakan jas hujan sebagai alat pelindung diri (APD) lantaran kurangnya stok baju hazmat dari pemerintah.

Merujuk data Worldometers.info Sabtu (22/8/2020), India menjadi negara ketiga yang memiliki kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Terkini, negara dengan ibu kota New Delhi itu telah mencatatkan lebih dari 2,9 juta kasus Covid-19, dengan kematian mencapai 55 ribu jiwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Berharap Durasi Pandemi Covid-19 Tak Selama Flu Spanyol

WHO Berharap Durasi Pandemi Covid-19 Tak Selama Flu Spanyol

News | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 11:38 WIB

Update Covid-19 Global: India Teratas di Asia, 6 Menteri Terinfeksi

Update Covid-19 Global: India Teratas di Asia, 6 Menteri Terinfeksi

Health | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 09:52 WIB

Tak Disangka, Dua Hal Ini Disebut Berisiko Tularkan Virus Corona

Tak Disangka, Dua Hal Ini Disebut Berisiko Tularkan Virus Corona

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 09:15 WIB

China Pasok 50 Juta Konsentrat Vaksin Corona Sinavac ke Bio Farma

China Pasok 50 Juta Konsentrat Vaksin Corona Sinavac ke Bio Farma

News | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 22:51 WIB

Terkini

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 08:13 WIB

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 08:12 WIB

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Malang | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:48 WIB

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 07:47 WIB

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

×