Marak Peretasan, Ariel Heryanto Ikut Buka Komentar

Dany Garjito | Hernawan | Suara.com

Minggu, 23 Agustus 2020 | 12:19 WIB
Marak Peretasan, Ariel Heryanto Ikut Buka Komentar
Komentar Ariel Heryanto Soal Peretasan (Twitter @ariel_heryanto)

Suara.com - Sejumlah media belakangan memberitakan bahwa laman daringnya telah diretas. Fenomena peretasan ini ikut dikomentari oleh Ariel Heryanto melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu (23/8/2020)

"Akun @ainunnajib sudah. Akun @drpriono sudah. Situs tempo.co sudah. Situs tirto.id sudah. Emangnya ini kerjaan nitizen biasa yang iseng? wkwk." tulisnya.

"Semua akun emang bisa diserang. Tapi ga sembarang orang bisa dan berkepentingan nyerang atau diserang kan." lanjutnya.

Komentar Ariel Heryanto Soal Peretasan (Twitter @ariel_heryanto)
Komentar Ariel Heryanto Soal Peretasan (Twitter @ariel_heryanto)

Komentar Ariel Heryanto tentang peretasan yang terjadi tersebut mengundang tanggapan warganet.

Sejumlah warganet meyakini bahwa peretasan ini bukan dilakukan oleh orang-orang biasa. Mereka menduga bahwa peretasan ini dilakukan oleh orang yang memang memiliki kepentingan tertentu.

Selain itu, publik pun menyayangkan terjadinya peretasan ini. Terlebih lagi apabila peretasan ini dimaksudkan untuk menghilangkan informasi yang semestinya diketahui publik.

"Bentuk pressing seperti ini tak ubahnya seperti masa kolonial ketika pihak penguasa mencoba merepresi suara publik. Pada akhirnya kita kembali ke masa kolonial. Merdeka tapi terjajah." ungkap salah seorang warganet.

"Jangan lupa juga, permainan begini udah lama berjalan. Selain mereka, akun oposisi yang vokal juga udah banyak yang kena." ujar warganet lainnya.

Komentar Ariel Heryanto melalui akun Twitternya tersebut berangkat dari laporan adanya peretasan beberapa akun dan media.

Salah satu media yang melaporkan bahwa lamannya telah diretas adalah tempo.co yakni pada Jumat (21/8/2020)

Situs Berita Tempo.co Diretas, Pemred: Ada Dugaan untuk Membungkam

Pemimpin Redaksi Tempo.co, Setri Yasra, menyebut aksi peretasan yang menimpa laman daring beritanya pada Jumat (21/8/2020) dini hari ada dugaan sebagai upaya untuk membungkam.

"Jadi kami menduga agar ada upaya membuat kami apa tak tahu, ada upaya membungkam lah. 'Oke kalian jangan macam-macam kami bisa lakukan apa saja'," kata Setri dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (22/8/2020).

Setri mengatakan, pihaknya juga menangkap adanya aksi peretasan ini sebagai upaya teror menakut-nakuti agar Tempo.co tak menulis pemberitaan yang kritis.

"Langkah pertama kita ingin sampaikan pesan kita bahwa kita tidak takut, kita akan seperti biasa. Tempo akan tetap memberitakan apa yang ada di lapangan tanpa hambatan apa-apa," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usut Kematian Jurnalis Demas Laira, AMSI Bentuk Tim Pencari Fakta

Usut Kematian Jurnalis Demas Laira, AMSI Bentuk Tim Pencari Fakta

News | Minggu, 23 Agustus 2020 | 11:10 WIB

Situs Berita Tempo.co Diretas, Pemred: Ada Dugaan untuk Membungkam

Situs Berita Tempo.co Diretas, Pemred: Ada Dugaan untuk Membungkam

News | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 13:39 WIB

Pemred Tempo.co Duga Peretasan Terkait Kritik Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Pemred Tempo.co Duga Peretasan Terkait Kritik Omnibus Law RUU Cipta Kerja

News | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 11:09 WIB

Terkini

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:40 WIB

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:18 WIB

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:56 WIB