Dengan HEPA System, Kemenhub Pastikan Sirkulasi Kabin Pesawat Bebas Virus

Fabiola Febrinastri

Selasa, 02 Maret 2021 | 13:00 WIB
Dengan HEPA System, Kemenhub Pastikan Sirkulasi Kabin Pesawat Bebas Virus
Denny Sumargo, pebasket nasional mewawancara Kasubdit DKPPU, Sokhib Al Rokhman, SIT, ST, MT, tentang kualitas udara di kabin pesawat. (Dok : PUPR)

Suara.com - Di masa pandemi Covid-19, pemerintah menerima banyak pertanyaan dari masyarakat soal keamanan dalam penerbangan. Bagaimana sistem sirkulasi udara dalam kabin pesawat, amankah jika masyarakat menggunakan moda transportasi ini dalam maraknya Virus Corona?

Berusaha menjawab pertanyaan tersebut, Denny Sumargo, yang merupakan pemain basket kenamaan Indonesia, mewawancarai Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kunjungannya kali ini diterima oleh Kasubdit Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Sokhib Al Rokhman, SIT, ST, MT.

Pada kesempatan itu, Denny langsung bertanya pada poin utama, amankah masyarakat melakukan perjalanan melalui transportasi udara di saat pandemi?

"Kami mengatur sedemikian rupa dengan sangat cermat, agar tak ada penularan Covid-19 di transportasi udara," jawab Sokhib.

Sebelum menjawab pernyataan ini, Sokhib mengutip sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh Doktor David Powell. Powel menyebut, selama ini, tidak ada satupun penularan Covid-19 yang terjadi antara penumpang satu dengan penumpang lainnya.

“Dengan kata lain, tidak pernah ditemukan adanya kasus penularan Covid-19 di dalam transportasi udara,” katanya.

Kesimpulan ini didapatkan Powell, setelah melakukan penelitian terkait kemungkinan penularan Covid-19 dari penumpang ke penumpang kepada 14 airlines besar di seluruh dunia. Hasil akhir menyebutkan, kemungkinan penularan sama sekali tidak ada, alias 0 persen.

HEPA System, Kabin Bebas Virus
Soal kebersihan udara di dalam kabin pesawat, Denny melanjutkan pertanyaannya. “Bagaimana masyarakat yakin bahwa udara di dalam kabin pesawat bersih, sementara kita semua (penumpang) duduk dengan mengeluarkan udara dari napas masing-masing?”

Sokhib menjelaskan, semua armada transportasi udara di Indonesia telah dilengkapi dengan HEPA System. HEPA merupakan singkatan dari High Efficiency Particulate Arrestance, yaitu filter udara dengan particulate efisiensi yang sangat tinggi.

baca juga

Untuk mengetahui lebih jelas soal sistem HEPA, Denny diajak tim DKPPU menuju ke Garuda Maintance Fasilities (GMF). Mereka menuju salah satu pesawat, agar Denny dapat memperoleh informasi yang jelas soal HEPA System.

Setelah sampai ke dalam kabin pesawat, Denny diinformasikan bahwa seluruh udara yang ada di dalam kabin dipastikan memiliki sistem sirkulasi yang baik dan sehat.

Sebelum pesawat mendarat dan terbang pun, tim DKPPU akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh ruangan kabin, demi mencegah Covid-19.

"HEPA berfungsi sebagai teknologi sirkulasi udara di dalam kabin, sekaligus air contiditionong system, dimana udara dari luar akan masuk ke dalam dan secara gravitasi akan ditarik turun melalui saluran-saluran udara di dalam kabin. Udara yang telah masuk filter HEPA dan masuk ke dalam kabin akan bertahan selama 2-3 menit di dalam kabin dan akan dikeluarkan kembali," jelas Sokhib, yang didampingi tim maintanance.

Menurut penelitian, HEPA System mampu membunuh 99,9 persen virus dan bakteri di dalam ruangan.

Setelah yakin dengan kualitas udara di dalam kabin pesawat, Denny diajak ke bagian lain pesawat, dimana sistem HEPA dipasang. Sistem ini dipasang di bagian bawah pesawat, yang mana setiap pesawat memiliki dua sistem HEPA.

"Setelah bertahan 2-3 menit di dalam kabin, udara akan disedot masuk ke dalam HEPA kedua. Di sini, udara akan kembali difilterisasi. Sebanyak 50 persen udara akan dibuang dan 50 persen lainnya akan mengalami proses sirkulasi untuk kedua kalinya dan masuk lagi ke dalam kabin dalam kondisi sangat bersih. Begitu seterusnya," tambah Sokhib.

"Jadi udara di dalam kabin memang benar-benar aman dan steril, ya?" tanya Denny, yang langsung disetujui Sokhib.

Sokhib menambahkan, filter atau HEPA ini akan selalu dicek sebelum diterbangkan. "Setiap filter yang sudah mengalami 7000 jam terbang akan diganti," katanya.

Pun bila ada penumpang yang dicurigai sebagai suspect Covid-19. Saat pesawat mendarat, maka kedua filter pesawat yang ditumpangi suspect akan langsung diganti.

Setelah mendapat informasi ini, Denny mengatakan bahwa masyarakat kini bisa merasa yakin bahwa perjalanan dengan transportasi udara bisa dilakukan, karena semua protokol kesehatan telah dilakukan dengan maksimal. "Berarti masyarakat bisa terbang dengan aman, nyaman dan sehat," ujarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Denny Sumargo saat Remaja, Diusir Orangtua hingga Korek-korek Sampah

Kisah Denny Sumargo saat Remaja, Diusir Orangtua hingga Korek-korek Sampah

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2020 | 14:17 WIB

Denny Sumargo Kenang Masa Remaja Pernah Kelaparan dan Jadi Kenek Angkot

Denny Sumargo Kenang Masa Remaja Pernah Kelaparan dan Jadi Kenek Angkot

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2020 | 06:15 WIB

Lika-liku Denny Sumargo, Pernah Beternak Ayam Sebelum Jadi Artis

Lika-liku Denny Sumargo, Pernah Beternak Ayam Sebelum Jadi Artis

Sport | Senin, 27 Juli 2020 | 12:26 WIB

Cerita Denny Sumargo Bangkrut Berternak Ayam Hingga Jadi Artis

Cerita Denny Sumargo Bangkrut Berternak Ayam Hingga Jadi Artis

Entertainment | Minggu, 26 Juli 2020 | 20:45 WIB

Sedang Masak Rendang, Denny Sumargo Klaim Lihat Tulisan Illahi di Daging

Sedang Masak Rendang, Denny Sumargo Klaim Lihat Tulisan Illahi di Daging

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2020 | 09:06 WIB

Ikut Berduka, Denny Sumargo Sebut Kobe Bryant Sosok Inspirasi

Ikut Berduka, Denny Sumargo Sebut Kobe Bryant Sosok Inspirasi

Entertainment | Senin, 27 Januari 2020 | 10:09 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×