Array

Ahok Dianggap Gagal, Analis: Apakah akan Gentlemen Mundur?

Siswanto Suara.Com
Rabu, 26 Agustus 2020 | 17:06 WIB
Ahok Dianggap Gagal, Analis: Apakah akan Gentlemen Mundur?
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Komisaris Utama PT. Pertamina (persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai sudah gagal membawa Pertamina ke puncak.

Ketika harga minyak dunia anjlok, harga BBM di Indonesia tak mengalami penurunan, terutama premium dan Pertalite. Padahal premium paling banyak dikonsumsi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Ditambah lagi, pada semester pertama tahun 2020 ini, perusahaan pelat merah itu mengalami kerugian yang nilainya fantastis: sekitar Rp11 triliun.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie ketika dihubungi Suara.com, Rabu (26/8/2020).

"Minyak anjlok 0 dollar harusnya BBM ikut turun. Di Cina saja Sinopec justru labanya naik dari 14,76 miliar yuan jadi 19,78 miliar yuan. Begitu pun di negeri Kincir Angin Belanda yakni Shell labanya memang turun dari US$3,5 miliar, namun mereka masih untung US$2,9 miliar. Bahkan Petronas, juga masih mencetak laba US$4,5 miliar, walau turun dari laba US$14,2," kata Jery.

Sebelumnya, mantan menteri perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli, sudah mengingatkan bahwa Ahok kurang tepat dan kurang kompeten duduk di Pertamina. Tetapi, kata Jerry, peringatan itu tak dihiraukan dan buntutnya sekarang perusahaan tersebut dinilai Jerry buntung, bukan untung.

Ahok, menurut Jerry, telah mencatatkan sejarah kelam, dimana dalam 10 tahun terakhir perusahaan pelat merah itu rugi besar.

"Tapi apakah dia akan gentlemen mundur? Kalau saya jadi dia saya bakal mundur. Persoalannya di bangsa ini jarang ada pejabat gagal lantas mengundurkan diri," kata Jerry.

Pada bulan Februari lalu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan heran kenapa ada yang mendesak Ahok mundur dari Pertamina, padahal menurut penilaian Luhut kinerja Ahok bagus.

"Saya kira Ahok harus bertanggung jawab atas kerugian Pertamina. Kalau bukan dia siapa lagi yang paling bertanggung jawab," kata Jerry.

Baca Juga: Pertamina Merugi, Roy Suryo Komentari Ahok

Beberapa waktu yang lalu, Fortune mengumumkan lagi daftar 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia atau Fortune Global 500 tahun ini.

Di antara 500 nama perusahaan itu, tidak ada lagi nama Pertamina. Padahal, pada tahun lalu, perusahaan milik negara ini berada di peringkat 175. Perusahaan ini ketika itu menjadi satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang masuk daftar Fortune.

Terdepaknya Pertamina dari daftar Fortune juga dinilai menjadi indikator Ahok kurang berprestasi.

"Lebih parah lagi terdepak dari 500 peringkat majalah Fortune. Apalagi yang perlu dibanggakan lagi dengan Pertamina. Jadi saya mau bilang Ahok gagal nahkodai Pertamina," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI