Jokowi Minta Gubernur Turunkan Angka Kematian karena Covid-19

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 01 September 2020 | 12:14 WIB
Jokowi Minta Gubernur Turunkan Angka Kematian karena Covid-19
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pengantar RUU APBN tahun anggaran 2021 beserta nota keuangannya pada masa persidangan I DPR tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kasus positif di Indonesia berdasarkan laporan yang diterima pada 31 Agustus mencapai 175 ribu orang.

Jokowi mengatakakn dari 2,2 juta orang yang dilakukan tes Covid-19, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 meningkat. Bahkan angka kesembuhan lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yakni 69 persen.

"Kita ingat bulan April 15 persen, sekarang di bulan agustus 72,1 persen. Jadi ada pergerakan yang lebih baik, lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang 69 persen," ujar Jokowi pada rapat terbatas pengarahan Presiden dalam Menghadapi Pandemik Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2020).

Berdasarkan data itu, Jokowi juga menyebut kasus aktif atau yang masih dalam perawatan juga menurun 77 persen, dibanding pada bulan April lalu.

"Kasus aktif atau masih dalam perawatan juga menurun dari 77 persen di bulan April menjadi sebesar 23,69 di bulan Agustus, ini lebih baik dari rata2 dunia yaitu sebesar 27 persen," tutur dia.

Namun Jokowi mengingatkan kepada 34 gubernur untuk berhati-hati dengan angka kematian kasus Covid-19 di Indonesia meski angka penurunan kematian Covid-19 yakni 4,2 persen pada bulan Agustus.

Karena itu, ia meminta para gubernur untuk menurunkan angka kematian yang masih menjadi PR lantaran angka kematian di Indonesia masih lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yakni 4,2 persen.

Pada bulan April kata Jokowi, angka kematian di Indonesia yaitu 7,83 persen.

"Meskipun mengalami penurunan 7,83 di bulan April jadi 4,2 di bulan ini, kita masih punya PR besar untuk menurunkan lagi karena angka fatality rate di negara kita masih lebih tinggi dibanding fatality rate global yang berada di angka 3,6 persen. Ini pekerjaan besar kita, sekali lagi kita harus waspadai betul, sehingga tidak kehilangan kendali dalam pengendalian covid," tutur Jokowi.

baca juga

Tak hanya itu, Jokowi memaparkan berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 31 Agustus 2020, jumlah kasus aktif di Indonesia ada sebanyak 41.420 kasus atau 23,7 persen masih dibawah rata-rata angka kasus positif dunia sebesar 27 persen.

Selanjutnya, jumlah kasus sembuh mencapai 125.959 kasus atau 72,1 persen yakni masih diatas rata-rata kasus sembuh dunia yang mencapai 69,63 persen.

Kemudian angka meninggal mencapai 7.417 atau 4,2 persen, masih diatas rata-rata kasus meninggal di dunia sebesar 3,36 persen.

Sementara positivity rate kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 13,5 persen, masih dibawah standar WHO yang menetapkan dibawah lima persen.

"Persentase kesembuhan di Maret masih rendah sekali tapi di agustus kesembuhan kita sudah 72,17 persen ini yang patut kita syukuri. Juga positivity rate di 31 Agustus dulu berada di atas kemudian melandai, tapi apapun harus kita tekan terus agar lebih baik," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Kepala Negara meminta para gubernur dan gugus tugas daerah untuk menekan angka kasus Covid-19 baik jumlah kasus, jumlah yang sembuh dan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal.

"Hati-hati yang angkanya masih tinggi, saya minta gubernur betul-betul bekerja keras dengan gugus tugas yang ada agar bisa ditekan angkanya dan kalau memang ada masalah-masalah yang harus pemerintah pusat bantu sampaikan utamanya di komite dan gugus tugas kita," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masker Unik Ala Lady Gaga

Masker Unik Ala Lady Gaga

Foto | Selasa, 01 September 2020 | 11:45 WIB

Usai Ditutup karena Corona, Sekolah di Inggris dan Wales Kembali Dibuka

Usai Ditutup karena Corona, Sekolah di Inggris dan Wales Kembali Dibuka

News | Selasa, 01 September 2020 | 11:43 WIB

Kepada 34 Gubernur, Jokowi Sampaikan Pesan Khusus Terkait Covid-19

Kepada 34 Gubernur, Jokowi Sampaikan Pesan Khusus Terkait Covid-19

News | Selasa, 01 September 2020 | 11:35 WIB

Susul 2 Vaksin Lain, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Mulai Uji Coba Tahap Akhir

Susul 2 Vaksin Lain, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Mulai Uji Coba Tahap Akhir

Health | Selasa, 01 September 2020 | 11:29 WIB

Roy Suryo: Ada Baiknya Influencer Piaraan Rezim Dikenali Agar Publik Tahu

Roy Suryo: Ada Baiknya Influencer Piaraan Rezim Dikenali Agar Publik Tahu

News | Selasa, 01 September 2020 | 11:21 WIB

Terkini

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:19 WIB

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:07 WIB

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:54 WIB

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:31 WIB

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:02 WIB

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 20:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:10 WIB

×