Keluarga tersebut kini menyewa rumah seadanya di belakang Pasar Siteba.
Sudah hampir dua minggu terakhir, Pamil tidak mengikuti sekolah online.
Sedangkan, Aan harus meminjam ponsel temannya untuk mengisi Kartu Lembaran Studi (KRS).
"Tak lama lagi kami juga kuliah daring, sementara HP belum punya. Kalau bisa satu berdua saja sama Pamil sudah Alhamdulillah," ujar Aan kepada Klikpositif.com-jaringan Suara.com pada Senin (7/9/2020).
Sebelumnya, Aan pernah bekerja sebagai garim Masjid di Padang. Namun, karena Covid-19 kegiatan di masjid tempatnya mengajar mengaji tidak ada kegiatan.
Sehingga, dia memutuskan untuk sementara waktu membatu ibunya berjualan belut.
"Kami jualan sedikit, itupun belum yang diluka (ditangkap) ayah di kampung. Saya sudah coba untuk pinjaman tapi persyaratan domisili belum bisa dikeluarkan karena baru pindah. Jadi Pamil yang banyak tertinggal pelajaran," katanya.
Sementara itu, Zulbaida berharap anaknya bisa mengikuti belajar online. Namun dia belum mengetahui uang untuk membeli handphone.
"Kalau di Pessel masih sekolah tatap muka, di sini online. Tentu harus punya HP, sementara hasil jualan baru bisa untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Baca Juga: Lagi Pada Susah saat Corona, Warga Bekasi Korban Penipuan Online Melejit
Dia berharap ada dermawan yang berbaik hati bisa meringankan kondisi mereka, sehingga kedua buah hatinya bisa mengikuti proses belajar.