Relawan Sakit Aneh, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dihentikan

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 09 September 2020 | 10:15 WIB
Relawan Sakit Aneh, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dihentikan
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Perusahaan farmasi AstaZeneca menghentikan uji coba vaksin Covid-19 mereka setelah salah satu relawan memberikan reaksi berupa sakit aneh yang tak dapat dijelaskan.

Menyadur CNN pada Rabu (09/09/2020), penghentian uji coba vaksin ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan dan memastikan vaksin tidak menyebabkan reaksi serius.

"Sebagai bagian dari uji coba global acak dan terkontrol yang sedang berlangsung dari vaksin virus corona Oxford, proses tinjauan standar kami memicu jeda vaksinasi untuk memungkinkan peninjauan data keamanan," tulis pernyataan AstaZenece.

Perusahaan farmasi ini sedang megembangkan vaksin Covid-19 dan kerja sama dengan Universitas Oxford di Inggris dan mereka menyebut proyek ini sebagai vaksin Oxford.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

"Ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang tidak dapat dijelaskan di salah satu uji coba. Sementara itu diselidiki, kami memastika untuk menjaga integritas uji coba."

Selanjutnya, pernyataan menulis bahwa dalam uji coba besar, penyakit bisa terjadi secara kebetulan dan mereka harus meninjau untuk memeriksanya dengan cermat."

"Kami berupaya mempercepat peninjauan peristiwa tunggal untuk meminimalkan potensi dampak pada jadwal uji coba. Komitmen kami adalah mejaga keselamatan peserta dan standar perilaku tertinggi dalam pencobaan"

Sebelumnya pada hari Selasa, AstraZeneca bergabung dengan perusahaan farmasi lain untuk menandatangani perjanjian tidak akan meminta persetujuan pemerintah untuk vaksin virus corona apa pun.

Perusahaan AstraZeneca, BioNTech GlaxoSmithKline, Johnson & Johnson, Merck, Moderna, Novavax, Pfizer dan Sanofi berjanji menunggu sampai memiliki data memadai yang menunjukkan bahwa vaksin potensial bekerja dengan aman.

"Kami, perusahaan biofarmasi yang bertanda tangan di bawah ini, ingin memperjelas komitmen berkelanjutan kami untuk mengembangkan dan menguji vaksin potensial untuk COVID-19 sesuai dengan standar etika yang tinggi dan prinsip ilmiah yang kuat."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Harap, Rakyat Tidak Dibebani Pembayaran Vaksin Covid-19

DPR Harap, Rakyat Tidak Dibebani Pembayaran Vaksin Covid-19

DPR | Rabu, 09 September 2020 | 09:39 WIB

Rusia Selesaikan Uji Coba Awal Kandidat Vaksin Covid-19 Kedua

Rusia Selesaikan Uji Coba Awal Kandidat Vaksin Covid-19 Kedua

Tekno | Rabu, 09 September 2020 | 07:15 WIB

Trump Klaim Vaksin Virus Corona Akan Tersedia Pada Oktober, Benarkah?

Trump Klaim Vaksin Virus Corona Akan Tersedia Pada Oktober, Benarkah?

Health | Selasa, 08 September 2020 | 18:25 WIB

Terkini

Aksinya Terekam Video! Pria di Penjaringan Ditangkap usai Cabuli Anjing di Toko Hewan

Aksinya Terekam Video! Pria di Penjaringan Ditangkap usai Cabuli Anjing di Toko Hewan

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:41 WIB

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:00 WIB

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:35 WIB

1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak

1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:19 WIB

Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?

Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:58 WIB

BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:44 WIB

Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?

Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:35 WIB

Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU

Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:58 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:50 WIB

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:17 WIB