Trump Klaim Vaksin Virus Corona Akan Tersedia Pada Oktober, Benarkah?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 08 September 2020 | 18:25 WIB
Trump Klaim Vaksin Virus Corona Akan Tersedia Pada Oktober, Benarkah?
Donald Trump pertama kali terlihat mengenakan masker di depan publik.[Twitter/@parscale]

Suara.com - Mendekati kuartal akhir tahun 2020, perlombaan untuk mengembangkan vaksin yang aman dan efektif untuk memerangi penyebaran virus corona baru semakin meningkat.

Saat orang-orang di seluruh dunia menunggu vaksin untuk bisa menyingkirkan Covid-19, sayangnya, pengembangan vaksin, logistik distribusi, dan seluruh proses inokulasi, tidak berfungsi seperti itu.

Inilah mengapa ketika Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan bahwa vaksin untuk Covid19 dapat tersedia di Amerika Serikat pada bulan Oktober, itu semakin menyesatkan masyarakat umum.

Dilansir dari Times of India, penting untuk dicatat bahwa dengan lebih dari 6,4 juta kasus yang dikonfirmasi, Amerika Serikat terus menjadi negara terparah di dunia dari pandemi virus corona, diikuti oleh India dan Brasil.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Menjelang pemilihan November, Donald Trump menggoda publik tentang "kejutan" yang akan segera hadir. Hal itu seolah mengisyaratkan bahwa AS dapat menyetujui vaksin virus corona pada bulan Oktober.

“Apa yang saya katakan adalah pada akhir tahun, tapi saya pikir itu bisa lebih cepat,” Trump berbicara tentang vaksin pada konferensi pers. “Bisa jadi bulan Oktober, sebenarnya bisa sebelum November.”

Perlu dicatat bahwa calon wakil presiden Partai Demokrat Amerika Serikat Kamala Harris menuduh bahwa Trump berusaha mendapatkan simpati untuk jajak pendapat November dengan memberikan tekanan pada pihak berwenang untuk meluncurkan vaksin sebelum November.

Oleh karena itu, pernyataan Trump bisa jadi bermasalah. Pihak berwenang telah menegaskan kembali bahwa salah satu alasan utama di balik peningkatan tajam kasus adalah bahwa masyarakat umum telah menjadi berpuas diri.

Orang-orang mulai keluar tanpa penutup wajah dan masker wajah. Situasi ini juga dapat terjadi di Amerika Serikat jika orang diberi jaminan palsu tentang vaksin dalam beberapa bulan mendatang.

baca juga

Meskipun ada 8 vaksin pada tahap terakhir uji coba pada manusia, penting untuk dipahami bahwa ini adalah tahap pengujian yang paling kritis dan krusial. Uji coba ini dilakukan pada ribuan sukarelawan untuk memahami keamanan dan kemanjuran kandidat vaksin dan biasanya membutuhkan waktu setidaknya enam bulan untuk menyelesaikannya.

Kandidat vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi AS Moderna sedang menjalani uji coba Tahap III, di mana 30.000 sukarelawan akan diberi dosis.

Kandidat vaksin lainnya yang “hampir habis” menurut Presiden AS adalah vaksin potensial yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca. Namun, tidak ada calon vaksin yang dijadwalkan untuk menyelesaikan uji coba tahap terakhir mereka di bulan Oktober, apalagi tersedia untuk diluncurkan.

Pengembangan vaksin adalah proses yang panjang, memakan waktu dan rumit, yang biasanya memakan waktu paling tidak hampir sepuluh tahun.

Meski jadwal waktu vaksin virus corona telah dipercepat berkat kerja luar biasa para ilmuwan di seluruh dunia, mereka masih membutuhkan lebih banyak waktu.

Kandidat vaksin perlu menjalani uji coba pada manusia secara ekstensif untuk menyingkirkan potensi efek samping dan menguji kemanjurannya.

Meluncurkan vaksin untuk inokulasi publik karena tekanan politik bahkan dapat menyebabkan efek samping yang parah. Selain itu, jika vaksin dikeluarkan terlalu cepat, masyarakat umum akan terhalang untuk divaksinasi karena masalah keamanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahas Vaksin SinoVac, WHO dan China Rapat Khusus

Bahas Vaksin SinoVac, WHO dan China Rapat Khusus

Health | Selasa, 08 September 2020 | 15:42 WIB

Bertemu WHO, Perusahaan China Bahas Syarat Persetujuan Vakin Covid-19

Bertemu WHO, Perusahaan China Bahas Syarat Persetujuan Vakin Covid-19

Health | Selasa, 08 September 2020 | 11:50 WIB

Kamala Harris: Saya Tak Percaya yang Diungkapkan Trump tentang Covid-19

Kamala Harris: Saya Tak Percaya yang Diungkapkan Trump tentang Covid-19

News | Senin, 07 September 2020 | 22:10 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×