Suara.com - Isu krisis tempat pemakaman umum kehabisan lahan untuk mengubur jenazah terpapar Covid-19 mencuat akhir-akhir ini. Hal itu seiring dengan melonjaknya kasus Covid di Indonesia khususnya di DKI Jakarta.
Penggali kubur atau petugas PJLP di TPU Pondok Ranggon, Adang (40) mengaku tak menampik jika jumlah jenazah Covid yang dimakamkan terus meningkat sejak Agustus 2020.
Menurutnya, akhir-akhir ini ia bersama rekan yang lain bisa memakamkan sebanyak 20 lebih jenazah dalam setiap harinya.
"Iya sekarang bisa 20 lebih jenazah datang dimakamkan. Habis lebaran Idul Fitri itu turun drastis angkanya bisa mencapai di bawah 10," kata Adang saat ditemui Suara.com di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Rabu (9/9/2020).
Untuk hari ini saja sampai sejak pukul 07.00 hingga pukul 11.00 WIB sudah ada 9 jenazah datang dan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
"Untuk hari ini info yang masuk, info dari dinas 22 jenazah yang mau masuk ke sini," ungkapnya.
Sementara itu, Adang mengatakan, memang lahan liang lahat di Pondok Ranggon diperkirakan hanya mencukupi sampai Oktober 2020 saja. Terkait antisipasi hal tersebut dirinya belum mendapat arahan dari atasan.
"Sebagai penggali kubur ya kami nunggu pimpinan aja kalau memang di sini tempat masih ada saya siap ditugaskan," tandasnya.
Sisa 1.100 Lobang
Jumlah liang lahat untuk pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, tersisa 1.100 lubang hingga Jumat (4/9/2020) siang.
Pengelola TPU Pondok Ranggon mengemukakan kuota liang lahat yang tersisa jenazah Covid-19 itu, baik itu korban yang beragama Islam maupun non muslim.
"Lahan kami untuk jenazah Covid-19 tersisa 1.100 lobang makam untuk muslim dan non muslim," ujar Komandan Regu TPU Pondok Ranggon, Nadi (47).
Nadi memprediksi sisa liang lahat tersebut akan habis pada kurang dari dua bulan.
Nadi menghitung jumlah rata-rata jenazah korban Covid-19 yang dimakamkan pada Agustus 2020 berkisar 27-28 jenazah per hari.