Teddy Gusnaidi: Jangan Hanya Membuat Aturan, Tetapi Eksekusinya Banci

Reza Gunadha, Hernawan

Rabu, 09 September 2020 | 21:05 WIB
Teddy Gusnaidi: Jangan Hanya Membuat Aturan, Tetapi Eksekusinya Banci
Teddy Gusnaidi. (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Suara.com - Sebanyak 59 negara tengah menolak Warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke wilayah negaranya. Hal ini terjadi akibat jumlah kasus covid-19 yang semakin melonjak tinggi.

Ramainya kasus warga Indonesia ditolak 59 negara ini membuat sejumlah politikus ikut buka suara dan menyampaikan komentarnya. Salah satunya Teddy Gusnaidi, Dewan Pakar PKPI.

Lewat akun Twitter pribadinya pada Rabu (9/9/2020), Teddy Gusnaidi menyampaikan 11 poin penting terkait kasus 59 negara yang menutup pintu bagi para WNI ini.

Teddy PKPI mengatakan bahwa pelarangan ini sejatinya bukanlah aib sebab seluruh dunia tengah menghadapi masalah yang sama. Apalagi dari negara dengan kasus covid-19 tertinggi.

"Indonesia ada di urutan 23, di urutan pertama Amerika. Amerika saja tidak malu, karena itu bukan aib," tulis Teddy Gusnaidi.

Cuitan Teddy Gusnaidi (Twitter/@TeddyGusnaidi).
Cuitan Teddy Gusnaidi (Twitter/@TeddyGusnaidi).

Kemudian Teddy juga menjelaskan bahwa pelarangan ini merupakan bagian dari upaya menekan angka penyebaran covid-19. Banyak negara kini tengah berlomba mengembangkan vaksin anti virus dan berupaya menekan penyebarannya di negara masing-masing.

Selain itu, Dewan Pakar PKPI ini pun menyinggung soal China yang disebutnya tidak malu meskipun menjadi tempat awal munculnya virus ini.

"China tidak merasa itu aib karena virus itu muncul tiba-tiba tanpa ada penyebabnya. Covid muncul tiba-tiba tanpa ada peringatan," tutur Teddy, dikutip oleh suara.com.

Lebih lanjut lagi, Teddy Gusnaidi mengatakan bahwa pemerintah tidak perlu harus klarifikasi terkait kasus ini sebab sekali lagi menurutnya hal ini bukan hal yang hina. Ia juga menyarankan agar pemerintah fokus terhadap hal-hal yang lebih penting saja.

baca juga

"Pemerintah fokus saja bagaimana menekan covid, menetralkan perekonomian, dan menemukan vaksin. Itu saja," sambung Teddy.

Teddy juga menyebut jika kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak dieksekusi secara tegas. Ia merasa percuma apabila pemerintah Indonesia hanya sekadar membuat aturan yang bagus saja.

"Jangan hanya membuat aturan, tapi eksekusinya 'banci'. Bagaimana mau menekan penyebaran jika eksekutor di lapangan 'banci'?" ungkapnya.

Kemudian Teddy kembali mengungkit pernyataannya beberapa bulan lalu yang mengatakan bahwa New Normal dipatikan akan gagal. Teddy menekankan bahwa hal ini terjadi karena eksekutor di lapangan 'banci'. Aturan ada tetapi tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Setelah itu, Teddy lantas mengatakan bahwa yang juga sangat dibutuhkan saat ini adalah eksekusi yang sesuai dengan aturan dan tidak berfokus pada golongan pembenci negara.

"Para anti NKRI itu memang ingin Indonesia hancur, makanya mereka mendukung jika ada pihak-pihak yang menentang aturan pemerintah. Jika eksekusi dilaksanakan sesuai aturan, tidak lagi 'banci', pasti akan menekan penyebaran dan ekonomi kembai sehat," tutur politisi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Corona Tembus 200 Ribu, Indonesia 'Di-lockdown' Negara Lain

Kasus Corona Tembus 200 Ribu, Indonesia 'Di-lockdown' Negara Lain

Your Say | Rabu, 09 September 2020 | 18:06 WIB

59 Negara Tutup Pintu Masuk, Kemenlu: Indonesia Juga Larang WN Asing Masuk

59 Negara Tutup Pintu Masuk, Kemenlu: Indonesia Juga Larang WN Asing Masuk

News | Rabu, 09 September 2020 | 17:39 WIB

59 Negara Tutup Pintu Untuk WNI, Said Didu: BuzzerRp Ditunggu Bully Kalian

59 Negara Tutup Pintu Untuk WNI, Said Didu: BuzzerRp Ditunggu Bully Kalian

News | Rabu, 09 September 2020 | 14:42 WIB

Terkini

Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi

Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:23 WIB

Tragis! Pikap vs Kendaraan Tak Dikenal di Tol Cipularang, Sopir dan Penumpang Tewas

Tragis! Pikap vs Kendaraan Tak Dikenal di Tol Cipularang, Sopir dan Penumpang Tewas

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:15 WIB

121 Hakim Kena Sanksi KY: Dari Suap, Selingkuh, Hingga Judi Online

121 Hakim Kena Sanksi KY: Dari Suap, Selingkuh, Hingga Judi Online

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:14 WIB

4 Mobil Hybrid Keluarga yang Bisa Dibeli di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp200 Jutaan

4 Mobil Hybrid Keluarga yang Bisa Dibeli di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp200 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:10 WIB

Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI

Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI

Foto | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:07 WIB

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:06 WIB

Tragis, Bocah SD di Sukabumi Tersiram Air Panas Diduga Akibat Amukan Bibi

Tragis, Bocah SD di Sukabumi Tersiram Air Panas Diduga Akibat Amukan Bibi

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB

Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal

Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB

Deddy Sitorus Resmi Dilaporkan ke MKD DPR RI Buntut Ucapan 'Sirkus'

Deddy Sitorus Resmi Dilaporkan ke MKD DPR RI Buntut Ucapan 'Sirkus'

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:56 WIB

Sabun Cuci Muka Kahf untuk Jerawat Warna Apa? Ini 3 Pilihan yang Cocok

Sabun Cuci Muka Kahf untuk Jerawat Warna Apa? Ini 3 Pilihan yang Cocok

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:56 WIB

×